<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Setuju Anggaran Pendidikan Dipangkas, JK: Pemerintah Bisa Jatuh!</title><description>Menurutnya, ada tiga negara di dunia yang menetapkan anggaran wajib untuk pendidikan dalam konstitusi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/337/3073032/tak-setuju-anggaran-pendidikan-dipangkas-jk-pemerintah-bisa-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/10/337/3073032/tak-setuju-anggaran-pendidikan-dipangkas-jk-pemerintah-bisa-jatuh"/><item><title>Tak Setuju Anggaran Pendidikan Dipangkas, JK: Pemerintah Bisa Jatuh!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/337/3073032/tak-setuju-anggaran-pendidikan-dipangkas-jk-pemerintah-bisa-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/10/337/3073032/tak-setuju-anggaran-pendidikan-dipangkas-jk-pemerintah-bisa-jatuh</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/337/3073032/jk-K1if_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)/Okezone </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/337/3073032/jk-K1if_large.jpg</image><title>Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)/Okezone </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak setuju bila anggaran wajib (mandatory spending) untuk pendidikan sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipangkas. Menurutnya, Pemerintah bisa jatuh bila menetapkan anggaran wajib pendidikan tak sampai 20%.&#13;
&#13;
Hal itu diutarakan JK dalam sambutannya di acara launching bukum bertajuk &amp;quot;Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan,&amp;quot; di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kalau tidak mencapai 20% Pemerintah bisa jatuh. Kenapa? Karena angka itu ada di konsitusi, kalau ada di UU saja dia bisa diatur-atur,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
Menurutnya, ada tiga negara di dunia yang menetapkan anggaran wajib untuk pendidikan dalam konstitusi. Ketiga negara itu ialah Indonesia, Taiwan dan Brazil.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya tiga negara di dunia yang angka (pendidikan) ditetapkan dalam anggaran dasarnya yaitu Indonesia, Taiwan dan Brazil. Hanya itu tiga negara yang ada angka tentang pendidikan di UUD,&amp;quot; ungkap JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang tentu bagaimana melaksanakan itu semua dengan sebaik-baiknya? Tentu kebersamaan kita, pengoleksian kita dan detilnya,&amp;quot; sambung JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namu begitu, JK menilai, anggaran 20% itu tak akan cukup bila semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan masuk ke dalam komponen mandatory spending untuk pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ada kecenderungan dalam pandangan yang susah, semua yang ada aspek pendidikan, masuknya entah 20% gitu. Tak mencukupi,&amp;quot; tutup JK.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak setuju bila anggaran wajib (mandatory spending) untuk pendidikan sebesar 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipangkas. Menurutnya, Pemerintah bisa jatuh bila menetapkan anggaran wajib pendidikan tak sampai 20%.&#13;
&#13;
Hal itu diutarakan JK dalam sambutannya di acara launching bukum bertajuk &amp;quot;Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan,&amp;quot; di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kalau tidak mencapai 20% Pemerintah bisa jatuh. Kenapa? Karena angka itu ada di konsitusi, kalau ada di UU saja dia bisa diatur-atur,&amp;quot; ujar JK.&#13;
&#13;
Menurutnya, ada tiga negara di dunia yang menetapkan anggaran wajib untuk pendidikan dalam konstitusi. Ketiga negara itu ialah Indonesia, Taiwan dan Brazil.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya tiga negara di dunia yang angka (pendidikan) ditetapkan dalam anggaran dasarnya yaitu Indonesia, Taiwan dan Brazil. Hanya itu tiga negara yang ada angka tentang pendidikan di UUD,&amp;quot; ungkap JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang tentu bagaimana melaksanakan itu semua dengan sebaik-baiknya? Tentu kebersamaan kita, pengoleksian kita dan detilnya,&amp;quot; sambung JK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namu begitu, JK menilai, anggaran 20% itu tak akan cukup bila semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan masuk ke dalam komponen mandatory spending untuk pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ada kecenderungan dalam pandangan yang susah, semua yang ada aspek pendidikan, masuknya entah 20% gitu. Tak mencukupi,&amp;quot; tutup JK.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
