<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Kasus Penipuan WO di Bekasi, Puluhan Calon Pengantin Jadi Korban</title><description>Audy mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari para korban pada Rabu (9/10) kemarin.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/338/3073081/heboh-kasus-penipuan-wo-di-bekasi-puluhan-calon-pengantin-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/10/338/3073081/heboh-kasus-penipuan-wo-di-bekasi-puluhan-calon-pengantin-jadi-korban"/><item><title>Heboh Kasus Penipuan WO di Bekasi, Puluhan Calon Pengantin Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/338/3073081/heboh-kasus-penipuan-wo-di-bekasi-puluhan-calon-pengantin-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/10/338/3073081/heboh-kasus-penipuan-wo-di-bekasi-puluhan-calon-pengantin-jadi-korban</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/338/3073081/ilustrasi_penipuan-pYkZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/338/3073081/ilustrasi_penipuan-pYkZ_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemilik Wedding Organizer (WO) Harmoni Wedding yang berlokasi di Jalan Jati Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, diduga menipu puluhan pelanggannya. Polisi kini sedang mendalami kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih pendalaman,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh, dikutip Kamis (10/10/2024).&#13;
&#13;
Audy mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari para korban pada Rabu (9/10) kemarin. Penyelidikan awal dengan&amp;nbsp;memanggil para saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;LP baru diterima. Masih pendalaman untuk memeriksa saksi-saksi,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Adapun, puluhan calon pengantin telah melaporkan pemilik WO Harmoni Wedding berinisial A ke Polres Metro Bekasi Kota, pada Selasa (8/10) malam atas kasus dugaan penipuan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu korban Lina Herlina (24), mengungkap dirinya telah menyetorkan uang senilai Rp56 juta kepada pemilik WO Harmoni Wedding. Pembayaran dilakukan atas dasar permintaan terlapor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sembilan kali pembayaran, itu belum lunas, total nilai (paket WO) Rp60 juta,&amp;quot; kata Lina kepada wartawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lina menceritakan, pemilik WO meminta dirinya untuk membayar uang di awal dengan berbagai alasan. Padahal, rencana pernikahannya baru akan dilangsungkan pada Januari 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia minta-minta terus minta DP dengan alasan mamanya sakit, mau umrah, ini itu segala macam,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari DP pertama enggak ada jeda. Kalau saya ayo in (turuti) saya kirim-kirim terus, setiap minggu kali, setiap ada event dia minta ke saya. Ada beberapa kali saya tolak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga, lantaran pembayaran dilakukan dengan tanda tangan di atas materai. Namun, menjelang jadwal fitting baju pada 4 Oktober 2024 lalu, pemilik WO sudah hilang kabar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika saya mau fitting (baju) di bulan ini tanggal 4 sekalian pre-wedding. Saya minta, ini orang sudah enggak ada kabar. Di tanggal 3 saya cek ke kantornya itu udah kosong,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lina menyebut, selain dirinya ada puluhan korban lain yang bernasib sama dengannya. Para korban kini telah saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemilik Wedding Organizer (WO) Harmoni Wedding yang berlokasi di Jalan Jati Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, diduga menipu puluhan pelanggannya. Polisi kini sedang mendalami kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih pendalaman,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh, dikutip Kamis (10/10/2024).&#13;
&#13;
Audy mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari para korban pada Rabu (9/10) kemarin. Penyelidikan awal dengan&amp;nbsp;memanggil para saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;LP baru diterima. Masih pendalaman untuk memeriksa saksi-saksi,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Adapun, puluhan calon pengantin telah melaporkan pemilik WO Harmoni Wedding berinisial A ke Polres Metro Bekasi Kota, pada Selasa (8/10) malam atas kasus dugaan penipuan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu korban Lina Herlina (24), mengungkap dirinya telah menyetorkan uang senilai Rp56 juta kepada pemilik WO Harmoni Wedding. Pembayaran dilakukan atas dasar permintaan terlapor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sembilan kali pembayaran, itu belum lunas, total nilai (paket WO) Rp60 juta,&amp;quot; kata Lina kepada wartawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lina menceritakan, pemilik WO meminta dirinya untuk membayar uang di awal dengan berbagai alasan. Padahal, rencana pernikahannya baru akan dilangsungkan pada Januari 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia minta-minta terus minta DP dengan alasan mamanya sakit, mau umrah, ini itu segala macam,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari DP pertama enggak ada jeda. Kalau saya ayo in (turuti) saya kirim-kirim terus, setiap minggu kali, setiap ada event dia minta ke saya. Ada beberapa kali saya tolak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga, lantaran pembayaran dilakukan dengan tanda tangan di atas materai. Namun, menjelang jadwal fitting baju pada 4 Oktober 2024 lalu, pemilik WO sudah hilang kabar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika saya mau fitting (baju) di bulan ini tanggal 4 sekalian pre-wedding. Saya minta, ini orang sudah enggak ada kabar. Di tanggal 3 saya cek ke kantornya itu udah kosong,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lina menyebut, selain dirinya ada puluhan korban lain yang bernasib sama dengannya. Para korban kini telah saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
