<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Besar M5,5 Pulau Doi Malut, Begini Analisis BMKG</title><description>BMKG melaporkan gempa dengan kekuatan M5,5 mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara (Malut), Kamis 10 Oktober 2024 pukul 14.22.47 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/340/3073171/gempa-besar-m5-5-pulau-doi-malut-begini-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/10/340/3073171/gempa-besar-m5-5-pulau-doi-malut-begini-analisis-bmkg"/><item><title>Gempa Besar M5,5 Pulau Doi Malut, Begini Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/340/3073171/gempa-besar-m5-5-pulau-doi-malut-begini-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/10/340/3073171/gempa-besar-m5-5-pulau-doi-malut-begini-analisis-bmkg</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/340/3073171/gempa-4Ebr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: BMKG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/340/3073171/gempa-4Ebr_large.jpg</image><title>Foto: BMKG</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan M5,5 mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara (Malut), Kamis 10 Oktober 2024 pukul 14.22.47 WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,96&amp;deg; LU; 127,13&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 Km arah Barat Daya Pulau Doi, Maluku Utara pada kedalaman 91 km.&#13;
&#13;
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya&amp;nbsp;aktivitas intraslab lempeng Laut Maluku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault),&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Loloda dan Ibu, Halmahera Barat dengan skala intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Daryono memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan M5,5 mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara (Malut), Kamis 10 Oktober 2024 pukul 14.22.47 WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,96&amp;deg; LU; 127,13&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 Km arah Barat Daya Pulau Doi, Maluku Utara pada kedalaman 91 km.&#13;
&#13;
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya&amp;nbsp;aktivitas intraslab lempeng Laut Maluku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault),&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Loloda dan Ibu, Halmahera Barat dengan skala intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Daryono memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
