<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivis Lintas Agama: Saya Bersaksi, Ridwan Kamil Pemimpin yang Berdiri di Atas Semua Golongan</title><description>Aktivis Muda Lintas Agama Sahat Martin Philip Sinurat angkat bicara terkait fitnah (hoax) yang menyebutkan calon Gubernur DKI Jakarta  Ridwan Kamil hanya memberikan janji kampanye kepada satu agama&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/12/338/3073812/aktivis-lintas-agama-saya-bersaksi-ridwan-kamil-pemimpin-yang-berdiri-di-atas-semua-golongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/12/338/3073812/aktivis-lintas-agama-saya-bersaksi-ridwan-kamil-pemimpin-yang-berdiri-di-atas-semua-golongan"/><item><title>Aktivis Lintas Agama: Saya Bersaksi, Ridwan Kamil Pemimpin yang Berdiri di Atas Semua Golongan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/12/338/3073812/aktivis-lintas-agama-saya-bersaksi-ridwan-kamil-pemimpin-yang-berdiri-di-atas-semua-golongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/12/338/3073812/aktivis-lintas-agama-saya-bersaksi-ridwan-kamil-pemimpin-yang-berdiri-di-atas-semua-golongan</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2024 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/12/338/3073812/ridwan_kamil-4j1e_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ridwan Kamil</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/12/338/3073812/ridwan_kamil-4j1e_large.JPG</image><title>Ridwan Kamil</title></images><description>JAKARTA - Aktivis Muda Lintas Agama Sahat Martin Philip Sinurat angkat bicara terkait fitnah (hoax) yang menyebutkan calon Gubernur DKI Jakarta &amp;nbsp;Ridwan Kamil hanya memberikan janji kampanye kepada satu agama saja.&#13;
&#13;
Martin Philip Sinurat menyampaikan &amp;nbsp;sebagai aktivis muda lintas agama, dirinya merasakan hal yang berbeda sewaktu mengadvokasi persoalan pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Bandung, pada 2016 lalu.&#13;
&#13;
Ketika persoalan tersebut mencuat, Martin Philip Sinurat yang selaku ketua umum di salah satu organisasi kemahasiswaan Kristen mengaku dihubungi Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beliau saat itu menyampaikan bahwa KKR Natal akan dilaksanakan kembali di lokasi yang sama, dan beliau akan hadir untuk memastikan KKR ini berjalan lancar,&amp;quot; kata Martin Philip Sinurat dalam keterangan resminya, Sabtu (12/10/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, janji Ridwan Kamil akhirnya terbukti di mana pada 23 Desember 2016, KKR Natal kembali dilaksanakan di Sabuga Bandung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bisa cek di internet, jejak digitalnya masih ada,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Martin menuturkan KKR Natal yang tadinya dibubarkan sekelompok ormas intoleran pada 6 Desember 2016, kemudian dilaksanakan kembali di lokasi yang sama pada 23 Desember 2016.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung ketika itu hadir untuk menjamin dan menyatakan kepada umat Kristen agar tidak perlu khawatir lagi dengan pembubaran saat beribadah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bersaksi kehadiran Ridwan Kamil menjamin hak dari setiap warga negara untuk melaksanakan ibadah dan memeluk kepercayaan masing masing,&amp;quot; jelas Martin.&#13;
&#13;
Terkait persoalan janji kampanye untuk satu agama dalam Pilkada DKI Jakarta,&#13;
dirinya menegaskan tentu hal yang wajar ketika seorang calon kepala daerah (cakada) menyampaikan janji kampanye sesuai dengan konteksnya, yakni kepada siapa janji tersebut disampaikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika cakada tersebut menghadiri pertemuan dalam forum yang dihadiri khusus oleh konstituen yang beragama Muslim, tentu yang disampaikan adalah program yang berkaitan dengan konstituen tersebut,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Lain hal misal, lanjut Martin, cakada tersebut bertemu dengan umat Kristen, atau umat agama lainnya, tentu program yang disampaikan yang berhubungan dengan umat agama tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi menurut saya tidak perlulah disebarkan isu hoaks, seakan-akan ada janji kampanye yang diskriminatif. Jangan kita terhanyut lagi dalam politisasi agama. Membentur-benturkan agama satu &amp;nbsp;sama lain demi kepentingan politik praktis,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia berpesan agar semua pihak lebih mengedepankan politik gagasan dengan membangun narasi kampanye positif dalam membangun Jakarta dan Indonesia dengan dasar Pancasila.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan lagi kita dibenturkan masalah perbedaan agama, suku, golongan dan lain-lain,&amp;quot; tegas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Baginya, figur Ridwan Kamil adalah pemimpin yang sudah terbiasa memimpin masyarakat yang majemuk. Mantan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat tersebut merupakan pemimpin yang berdiri di atas semua golongan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Martin optimistis jika Ridwan Kamil-Suswono terpilih di Pilgub&amp;nbsp;&#13;
DKI Jakarta 2024, keduanya akan memimpin di atas semua golongan. Membuat &amp;nbsp;dan memberikan kebijakan serta program yang seadil-adilnya untuk semua suku, agama maupun golongan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengusahakan bagaimana kemudian rakyat kita bisa sejahtera, rakyat kita dapat melakukan aktivitas ekonomi dengan mendapat keberpihakan dari pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivis Muda Lintas Agama Sahat Martin Philip Sinurat angkat bicara terkait fitnah (hoax) yang menyebutkan calon Gubernur DKI Jakarta &amp;nbsp;Ridwan Kamil hanya memberikan janji kampanye kepada satu agama saja.&#13;
&#13;
Martin Philip Sinurat menyampaikan &amp;nbsp;sebagai aktivis muda lintas agama, dirinya merasakan hal yang berbeda sewaktu mengadvokasi persoalan pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Bandung, pada 2016 lalu.&#13;
&#13;
Ketika persoalan tersebut mencuat, Martin Philip Sinurat yang selaku ketua umum di salah satu organisasi kemahasiswaan Kristen mengaku dihubungi Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beliau saat itu menyampaikan bahwa KKR Natal akan dilaksanakan kembali di lokasi yang sama, dan beliau akan hadir untuk memastikan KKR ini berjalan lancar,&amp;quot; kata Martin Philip Sinurat dalam keterangan resminya, Sabtu (12/10/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, janji Ridwan Kamil akhirnya terbukti di mana pada 23 Desember 2016, KKR Natal kembali dilaksanakan di Sabuga Bandung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bisa cek di internet, jejak digitalnya masih ada,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Martin menuturkan KKR Natal yang tadinya dibubarkan sekelompok ormas intoleran pada 6 Desember 2016, kemudian dilaksanakan kembali di lokasi yang sama pada 23 Desember 2016.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung ketika itu hadir untuk menjamin dan menyatakan kepada umat Kristen agar tidak perlu khawatir lagi dengan pembubaran saat beribadah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bersaksi kehadiran Ridwan Kamil menjamin hak dari setiap warga negara untuk melaksanakan ibadah dan memeluk kepercayaan masing masing,&amp;quot; jelas Martin.&#13;
&#13;
Terkait persoalan janji kampanye untuk satu agama dalam Pilkada DKI Jakarta,&#13;
dirinya menegaskan tentu hal yang wajar ketika seorang calon kepala daerah (cakada) menyampaikan janji kampanye sesuai dengan konteksnya, yakni kepada siapa janji tersebut disampaikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika cakada tersebut menghadiri pertemuan dalam forum yang dihadiri khusus oleh konstituen yang beragama Muslim, tentu yang disampaikan adalah program yang berkaitan dengan konstituen tersebut,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Lain hal misal, lanjut Martin, cakada tersebut bertemu dengan umat Kristen, atau umat agama lainnya, tentu program yang disampaikan yang berhubungan dengan umat agama tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi menurut saya tidak perlulah disebarkan isu hoaks, seakan-akan ada janji kampanye yang diskriminatif. Jangan kita terhanyut lagi dalam politisasi agama. Membentur-benturkan agama satu &amp;nbsp;sama lain demi kepentingan politik praktis,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia berpesan agar semua pihak lebih mengedepankan politik gagasan dengan membangun narasi kampanye positif dalam membangun Jakarta dan Indonesia dengan dasar Pancasila.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan lagi kita dibenturkan masalah perbedaan agama, suku, golongan dan lain-lain,&amp;quot; tegas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Baginya, figur Ridwan Kamil adalah pemimpin yang sudah terbiasa memimpin masyarakat yang majemuk. Mantan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat tersebut merupakan pemimpin yang berdiri di atas semua golongan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Martin optimistis jika Ridwan Kamil-Suswono terpilih di Pilgub&amp;nbsp;&#13;
DKI Jakarta 2024, keduanya akan memimpin di atas semua golongan. Membuat &amp;nbsp;dan memberikan kebijakan serta program yang seadil-adilnya untuk semua suku, agama maupun golongan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengusahakan bagaimana kemudian rakyat kita bisa sejahtera, rakyat kita dapat melakukan aktivitas ekonomi dengan mendapat keberpihakan dari pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
