<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hoegeng Iman Santoso, Kapolri Jujur Hidup Miskin dan Jual Rumah</title><description>Hoegeng adalah Kapolri periode 1968??&quot;1971 yang hidup miskin untuk tetap menjaga integritasnya, bahkan hingga menjual rumah di penghujung kariernya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/14/337/3074177/hoegeng-iman-santoso-kapolri-jujur-hidup-miskin-dan-jual-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/14/337/3074177/hoegeng-iman-santoso-kapolri-jujur-hidup-miskin-dan-jual-rumah"/><item><title>Hoegeng Iman Santoso, Kapolri Jujur Hidup Miskin dan Jual Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/14/337/3074177/hoegeng-iman-santoso-kapolri-jujur-hidup-miskin-dan-jual-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/14/337/3074177/hoegeng-iman-santoso-kapolri-jujur-hidup-miskin-dan-jual-rumah</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2024 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/13/337/3074177/hoegeng_iman_santoso-u3vc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hoegeng Iman Santoso (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/13/337/3074177/hoegeng_iman_santoso-u3vc_large.jpg</image><title>Hoegeng Iman Santoso (Foto : Istimewa)</title></images><description>POLISI paling jujur melekat pada nama Hoegeng Iman Santoso. Dia adalah Kapolri periode 1968&amp;ndash;1971 yang hidup miskin untuk tetap menjaga integritasnya, bahkan hingga menjual rumah di penghujung kariernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hoegeng juga menolak segala godaan suap dan kemewahan. Presiden Megawati Soekarnoputri, pun menobatkan Hoegeng sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.&#13;
&#13;
Setelah pensiun dari Polri, ia bersama dengan tokoh-tokoh terkemuka nasional lainnya membuat Petisi 50 untuk memprotes penggunaan falsafah negara Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya.&#13;
&#13;
Selain Hoegeng, tokoh-tokoh yang turut menandatangani Petisi 50 di antaranya Jenderal Nasution, Ali Sadikin, Burhanuddin Harahap, Mohammad Natsir, dan lainnya.&#13;
&#13;
Mereka menyatakan Soeharto telah menganggap dirinya sebagai pengejawantahan Pancasila, sehingga setiap kritik yang dialamatkan padanya dianggap sebagai kritik terhadap ideologi negara Pancasila. Penguasa Orde Baru itu menggunakan &amp;ldquo;Pancasila&amp;rdquo; untuk menghabisi musuh-musuhnya.&#13;
&#13;
Tapi, Soeharto yang sangat kuat saat itu berhasil menghentikan wacana dari Petisi 50. Setelah menggagalkan Petisi 50, Soeharto memasukkan tokoh-tokoh kritis yang meneken petisi itu dalam daftar hitam atau black list dan mencabut hak-hak mereka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka diboikot oleh pemerintah hingga dikucilkan pada kehidupan ekonomi dan politiknya, bahkan mereka tidak diperbolehkan untuk ke luar negeri. Kehidupan mereka juga selalu diawasi secara ketat oleh aparat intelijen.&#13;
&#13;
Hoegeng yang merupakan pensiunan Polri memang sejak dulu menjalani kehidupan sederhana. Namun, setelah Petisi 50 gagal, hidupnya makin berat dan sulit mendapatkan uang di masa pensiunnya.&#13;
&#13;
Pada akhirnyam Hoegeng memutuskan untuk menjual rumahnya di kawasan elite Menteng, Jakarta lalu pindah ke Depok.&#13;
&#13;
Rumah di Menteng dulunya merupakan kontrakan yang ditinggali Hoegeng dan keluarganya. Ia kemudian mampu membelinya.&#13;
&#13;
Hoegeng terpaksa menjual rumah di Menteng ke seorang pengusaha, Bambang Sujagad pada 1998. Hasil penjualan rumah itu dibagi rata oleh Hoegeng kepada anak-anaknya.&#13;
</description><content:encoded>POLISI paling jujur melekat pada nama Hoegeng Iman Santoso. Dia adalah Kapolri periode 1968&amp;ndash;1971 yang hidup miskin untuk tetap menjaga integritasnya, bahkan hingga menjual rumah di penghujung kariernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hoegeng juga menolak segala godaan suap dan kemewahan. Presiden Megawati Soekarnoputri, pun menobatkan Hoegeng sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.&#13;
&#13;
Setelah pensiun dari Polri, ia bersama dengan tokoh-tokoh terkemuka nasional lainnya membuat Petisi 50 untuk memprotes penggunaan falsafah negara Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya.&#13;
&#13;
Selain Hoegeng, tokoh-tokoh yang turut menandatangani Petisi 50 di antaranya Jenderal Nasution, Ali Sadikin, Burhanuddin Harahap, Mohammad Natsir, dan lainnya.&#13;
&#13;
Mereka menyatakan Soeharto telah menganggap dirinya sebagai pengejawantahan Pancasila, sehingga setiap kritik yang dialamatkan padanya dianggap sebagai kritik terhadap ideologi negara Pancasila. Penguasa Orde Baru itu menggunakan &amp;ldquo;Pancasila&amp;rdquo; untuk menghabisi musuh-musuhnya.&#13;
&#13;
Tapi, Soeharto yang sangat kuat saat itu berhasil menghentikan wacana dari Petisi 50. Setelah menggagalkan Petisi 50, Soeharto memasukkan tokoh-tokoh kritis yang meneken petisi itu dalam daftar hitam atau black list dan mencabut hak-hak mereka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka diboikot oleh pemerintah hingga dikucilkan pada kehidupan ekonomi dan politiknya, bahkan mereka tidak diperbolehkan untuk ke luar negeri. Kehidupan mereka juga selalu diawasi secara ketat oleh aparat intelijen.&#13;
&#13;
Hoegeng yang merupakan pensiunan Polri memang sejak dulu menjalani kehidupan sederhana. Namun, setelah Petisi 50 gagal, hidupnya makin berat dan sulit mendapatkan uang di masa pensiunnya.&#13;
&#13;
Pada akhirnyam Hoegeng memutuskan untuk menjual rumahnya di kawasan elite Menteng, Jakarta lalu pindah ke Depok.&#13;
&#13;
Rumah di Menteng dulunya merupakan kontrakan yang ditinggali Hoegeng dan keluarganya. Ia kemudian mampu membelinya.&#13;
&#13;
Hoegeng terpaksa menjual rumah di Menteng ke seorang pengusaha, Bambang Sujagad pada 1998. Hasil penjualan rumah itu dibagi rata oleh Hoegeng kepada anak-anaknya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
