<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Pilkada Jabar, Pakar Ungkap Sederet Faktor Elektabilitas Dedi-Erwan Unggul</title><description>Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan mencapai 75,7%. Unggul jauh dibandingkan kandidat lainnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/15/525/3074973/survei-pilkada-jabar-pakar-ungkap-sederet-faktor-elektabilitas-dedi-erwan-unggul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/15/525/3074973/survei-pilkada-jabar-pakar-ungkap-sederet-faktor-elektabilitas-dedi-erwan-unggul"/><item><title>Survei Pilkada Jabar, Pakar Ungkap Sederet Faktor Elektabilitas Dedi-Erwan Unggul</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/15/525/3074973/survei-pilkada-jabar-pakar-ungkap-sederet-faktor-elektabilitas-dedi-erwan-unggul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/15/525/3074973/survei-pilkada-jabar-pakar-ungkap-sederet-faktor-elektabilitas-dedi-erwan-unggul</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2024 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/15/525/3074973/pilkada_jawa_barat-LAla_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/15/525/3074973/pilkada_jawa_barat-LAla_large.jpg</image><title>Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan mencapai 75,7%. Unggul jauh dibandingkan kandidat lainnya. Hal tersebut tergambar dalam survei soal Pilkada Jawa Barat yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 3-12 Oktober lalu.&#13;
&#13;
Sementara elektabilitas kandidat lainnya, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 13,8%, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina 4,2%. Kemudian, Jeje Wiradinata-Ronald Sunandar 2,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang membuat elektabilitas Dedi-Erwan melambung tinggi. &amp;quot;Salah satunya faktor endorsement Prabowo yang luar biasa. Seperti di tahun 2018, Sudrajat-Syaikhu atau pasangan &amp;#39;Asik&amp;#39; juga di-endorse Prabowo dengan tagline 2019 ganti presiden,&amp;quot; ujarnya, dikutip Selasa (15/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Gerindra dan PKS all out dan Jabar selalu menangkan Prabowo. Sekarang giliran Demul di-endorse Prabowo,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, untuk tingkat kedikenalan Dedi Mulyadi mencapai 93,3% dengan kedisukaan 93,2%. Adapun Ahmad Syaikhu kedikenalannya hanya 13,1% dan kedisukaannya 75%. Di bawahnya, ada kandidat lainnya yakni Acep dan Jeje.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, selain endorsement Prabowo, ia juga melihat adanya kekuatan partai pendukung, ketokohan yang kuat hingga sosialisasi yang masif terhadap pasangan Dedi-Irwan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari segi ketokohan saja jomplang sekali dengan tiga lawannya. Dilihat dari kedikenalakan dan kedisukaan, juga citra personalnya cukup jauh. Ini yang membuat Dedi Mulyadi dominan,&amp;rdquo; kata Djayadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Djayadi juga melihat faktor yang membuat kandidat lainnya jauh di bawah Dedi-Erwan karena kalah start. Sehingga membuat mereka kesulitan untuk menyerap suara di Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka very late start, sangat lambat start-nya. Sementara Dedi terus mempersiapkan diri dengan pendekatan-pendekatan human interest,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat elektabilitas Dedi-Erwan sulit digoyang, sebagaimana diungkap pakar komunikasi politik Karim Suryadi. &amp;quot;Selama tidak ada muncul angsa hitam. politik hijrah, ekonomi atau apa, Dedi Mulyadi tetap akan dominan,&amp;quot; ujar Karim.&#13;
&#13;
Ia menilai, rasa Pilkada Jabar mirip Pilpres 2024 karena Golkar yang solid mendukung Prabowo turut mendukung Dedi yang sudah bukan menjadi kadernya. Berbeda dengan PKB dan PKS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya kira ini juga yang membuat pemilih PKB dan PKS di Jawa Barat belum solid, karena mereka bingung. Di pusat mendukung penuh Prabowo sedangkan di Jawa Barat berbeda,&amp;rdquo; kata Karim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kerja keras Dedi Mulyadi juga turut andil, di mana dirinya menjaga populeritasnya meski sempat kalah pada Pilgub 2018 lalu. Menurutnya, hasil survei tersebut melambangkan hasil kerja kerasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil survei ini melambangkan keringat yang sudah dikeluarkan. Bagaiman Dedi Mulyadi muncul di berbagai platfom media sosial, balihonya juga di mana-di mana,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan mencapai 75,7%. Unggul jauh dibandingkan kandidat lainnya. Hal tersebut tergambar dalam survei soal Pilkada Jawa Barat yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 3-12 Oktober lalu.&#13;
&#13;
Sementara elektabilitas kandidat lainnya, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 13,8%, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina 4,2%. Kemudian, Jeje Wiradinata-Ronald Sunandar 2,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang membuat elektabilitas Dedi-Erwan melambung tinggi. &amp;quot;Salah satunya faktor endorsement Prabowo yang luar biasa. Seperti di tahun 2018, Sudrajat-Syaikhu atau pasangan &amp;#39;Asik&amp;#39; juga di-endorse Prabowo dengan tagline 2019 ganti presiden,&amp;quot; ujarnya, dikutip Selasa (15/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Gerindra dan PKS all out dan Jabar selalu menangkan Prabowo. Sekarang giliran Demul di-endorse Prabowo,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, untuk tingkat kedikenalan Dedi Mulyadi mencapai 93,3% dengan kedisukaan 93,2%. Adapun Ahmad Syaikhu kedikenalannya hanya 13,1% dan kedisukaannya 75%. Di bawahnya, ada kandidat lainnya yakni Acep dan Jeje.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan, selain endorsement Prabowo, ia juga melihat adanya kekuatan partai pendukung, ketokohan yang kuat hingga sosialisasi yang masif terhadap pasangan Dedi-Irwan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari segi ketokohan saja jomplang sekali dengan tiga lawannya. Dilihat dari kedikenalakan dan kedisukaan, juga citra personalnya cukup jauh. Ini yang membuat Dedi Mulyadi dominan,&amp;rdquo; kata Djayadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Djayadi juga melihat faktor yang membuat kandidat lainnya jauh di bawah Dedi-Erwan karena kalah start. Sehingga membuat mereka kesulitan untuk menyerap suara di Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka very late start, sangat lambat start-nya. Sementara Dedi terus mempersiapkan diri dengan pendekatan-pendekatan human interest,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat elektabilitas Dedi-Erwan sulit digoyang, sebagaimana diungkap pakar komunikasi politik Karim Suryadi. &amp;quot;Selama tidak ada muncul angsa hitam. politik hijrah, ekonomi atau apa, Dedi Mulyadi tetap akan dominan,&amp;quot; ujar Karim.&#13;
&#13;
Ia menilai, rasa Pilkada Jabar mirip Pilpres 2024 karena Golkar yang solid mendukung Prabowo turut mendukung Dedi yang sudah bukan menjadi kadernya. Berbeda dengan PKB dan PKS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya kira ini juga yang membuat pemilih PKB dan PKS di Jawa Barat belum solid, karena mereka bingung. Di pusat mendukung penuh Prabowo sedangkan di Jawa Barat berbeda,&amp;rdquo; kata Karim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kerja keras Dedi Mulyadi juga turut andil, di mana dirinya menjaga populeritasnya meski sempat kalah pada Pilgub 2018 lalu. Menurutnya, hasil survei tersebut melambangkan hasil kerja kerasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil survei ini melambangkan keringat yang sudah dikeluarkan. Bagaiman Dedi Mulyadi muncul di berbagai platfom media sosial, balihonya juga di mana-di mana,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
