<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Anung ke Pasar Munjul: Pembangunan Mangkrak, Omzet Pedagang Turun</title><description>Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung blusukan ke Pasar Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/17/338/3075738/pramono-anung-ke-pasar-munjul-pembangunan-mangkrak-omzet-pedagang-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/17/338/3075738/pramono-anung-ke-pasar-munjul-pembangunan-mangkrak-omzet-pedagang-turun"/><item><title>Pramono Anung ke Pasar Munjul: Pembangunan Mangkrak, Omzet Pedagang Turun</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/17/338/3075738/pramono-anung-ke-pasar-munjul-pembangunan-mangkrak-omzet-pedagang-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/17/338/3075738/pramono-anung-ke-pasar-munjul-pembangunan-mangkrak-omzet-pedagang-turun</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2024 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/17/338/3075738/pramono_anung_blusukan_ke_pasar_munjul-hD56_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Anung blusukan ke Pasar Munjul (Foto: Okezone/Danandaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/17/338/3075738/pramono_anung_blusukan_ke_pasar_munjul-hD56_large.jpg</image><title>Pramono Anung blusukan ke Pasar Munjul (Foto: Okezone/Danandaya)</title></images><description>JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung blusukan ke Pasar Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (17/10/2024). Dalam kegiatan belanja masalah ini, dia menyoroti adanya pembangunan yang mangkrak di dalam kawasan pasar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada dua, yang paling utama karena di sini kan, Pasar Munjul ini yang dulu dibangunan 9 tahun lalu, mangkrak,&amp;quot; ujar Pramono kepada wartawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan tak berjalannya pembangunan gedung di kawasan tersebut, para pedagang harus menempati lapak binaan sementara. Kondisi itu yang membuat omzet para pedagang menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan demikian pendapatannya turun drastis omzet rata-rata turun 50 persen dan itu sangat menyedihkan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain itu, para pedagang juga harus membayar biaya restribusi yang naik. Kata pria yang akrab disapa Mas Pram itu, hampir seluruh pedagang mengeluhkan masalah biaya retribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun omzetnya turun, ada Perda (peraturan daerah) baru yang keluar yang sebelumnya hanya pungutannya hanya Rp4 ribu (naik) menjadi Rp15 ribu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pram mengatakan terkait masalah pembangunan mangkrak dia mendengarkan kalau hal itu karena adanya permasalahan hukum. Dia menyebut, persolan yang ada akan ia selesaikan jika nantinya diberikan amanah sebagai Gubernur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi yang pertama karena pembangunan pasar ini persolannya kan dulu diduga ditemukan ada persolan hukum kalau memang ada persolan hukum ya diselesaikan tetapi pembangunan pasarnya ga boleh berhenti seperti ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kedua, restribusinya harus di kembali harus fair lah kalau dalam kondisi begini sangat mencekik sekali,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung blusukan ke Pasar Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (17/10/2024). Dalam kegiatan belanja masalah ini, dia menyoroti adanya pembangunan yang mangkrak di dalam kawasan pasar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada dua, yang paling utama karena di sini kan, Pasar Munjul ini yang dulu dibangunan 9 tahun lalu, mangkrak,&amp;quot; ujar Pramono kepada wartawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan tak berjalannya pembangunan gedung di kawasan tersebut, para pedagang harus menempati lapak binaan sementara. Kondisi itu yang membuat omzet para pedagang menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan demikian pendapatannya turun drastis omzet rata-rata turun 50 persen dan itu sangat menyedihkan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain itu, para pedagang juga harus membayar biaya restribusi yang naik. Kata pria yang akrab disapa Mas Pram itu, hampir seluruh pedagang mengeluhkan masalah biaya retribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun omzetnya turun, ada Perda (peraturan daerah) baru yang keluar yang sebelumnya hanya pungutannya hanya Rp4 ribu (naik) menjadi Rp15 ribu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pram mengatakan terkait masalah pembangunan mangkrak dia mendengarkan kalau hal itu karena adanya permasalahan hukum. Dia menyebut, persolan yang ada akan ia selesaikan jika nantinya diberikan amanah sebagai Gubernur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi yang pertama karena pembangunan pasar ini persolannya kan dulu diduga ditemukan ada persolan hukum kalau memang ada persolan hukum ya diselesaikan tetapi pembangunan pasarnya ga boleh berhenti seperti ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kedua, restribusinya harus di kembali harus fair lah kalau dalam kondisi begini sangat mencekik sekali,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
