<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bongkar Kasus LPG Oplosan di Cengkareng dan Bekasi, Begini Modusnya</title><description>Kini, para pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/18/338/3075936/polisi-bongkar-kasus-lpg-oplosan-di-cengkareng-dan-bekasi-begini-modusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/18/338/3075936/polisi-bongkar-kasus-lpg-oplosan-di-cengkareng-dan-bekasi-begini-modusnya"/><item><title>Polisi Bongkar Kasus LPG Oplosan di Cengkareng dan Bekasi, Begini Modusnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/18/338/3075936/polisi-bongkar-kasus-lpg-oplosan-di-cengkareng-dan-bekasi-begini-modusnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/18/338/3075936/polisi-bongkar-kasus-lpg-oplosan-di-cengkareng-dan-bekasi-begini-modusnya</guid><pubDate>Jum'at 18 Oktober 2024 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/18/338/3075936/polisi_bongkar_kasus_lpg_oplosan-ruzg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi bongkar kasus LPG oplosan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/18/338/3075936/polisi_bongkar_kasus_lpg_oplosan-ruzg_large.jpg</image><title>Polisi bongkar kasus LPG oplosan (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Dua pria berinisial EBS dan RD ditangkap oleh polisi usai mengoplos Liquified Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram dari gas melon bersubsidi ukuran 3 kilogram. Dua pria yang saling tidak kenal itu mengoplos di sebuah rumah kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dan Medan Satria, Kota Bekasi, dalam kurun waktu empat bulan terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tabung 3 kilogram ini sebanyak 4 tabung. Setiap satu tabung 12 kilogram (yang telah dioplos) berada dari empat tabung kecil (gas melon) berukuran 3 kilogram,&amp;rdquo; ujar Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hendri Umar di Polda Metro Jaya, Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah mengoplos, kedua pelaku menjual ke masyarakat. Dengan demikian, mereka meraup keuntungan dua kali lipat dari harga yang seharusnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para tersangka membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram dari warung-warung dengan harga Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per tabung,&amp;rdquo; kata Hendri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk mengoplos LPG 12 kilogram, tersangka membutuhkan sebanyak 4 tabung LPG berukuran 3 kilogram dengan modal kurang lebih Rp80 ribu. &amp;ldquo;Kemudian para tersangka menjual tabung gas LPG 12 kilogram (yang telah dioplos) sebesar Rp200 ribu sampai Rp220 ribu per tabung,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, jika kita kalkulasikan, tersangka bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp120 ribu hingga Rp140 ribu. 2 kali lipat dari harga yang seharusnya didapat oleh masyarakat,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, para pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi menerapkan pasal berlapis terhadap EBS dan RD, yakni Pasal 40 angka 9 juncto Pasal 55 Undang Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Atas Perubahan Ketentuan Pasal 55 UU Nomor 22 Tentang Minyak dan Gas Bumi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ada juga Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf b dan huruf c UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat 2 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dua pria berinisial EBS dan RD ditangkap oleh polisi usai mengoplos Liquified Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram dari gas melon bersubsidi ukuran 3 kilogram. Dua pria yang saling tidak kenal itu mengoplos di sebuah rumah kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dan Medan Satria, Kota Bekasi, dalam kurun waktu empat bulan terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tabung 3 kilogram ini sebanyak 4 tabung. Setiap satu tabung 12 kilogram (yang telah dioplos) berada dari empat tabung kecil (gas melon) berukuran 3 kilogram,&amp;rdquo; ujar Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hendri Umar di Polda Metro Jaya, Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah mengoplos, kedua pelaku menjual ke masyarakat. Dengan demikian, mereka meraup keuntungan dua kali lipat dari harga yang seharusnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para tersangka membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram dari warung-warung dengan harga Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per tabung,&amp;rdquo; kata Hendri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk mengoplos LPG 12 kilogram, tersangka membutuhkan sebanyak 4 tabung LPG berukuran 3 kilogram dengan modal kurang lebih Rp80 ribu. &amp;ldquo;Kemudian para tersangka menjual tabung gas LPG 12 kilogram (yang telah dioplos) sebesar Rp200 ribu sampai Rp220 ribu per tabung,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, jika kita kalkulasikan, tersangka bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp120 ribu hingga Rp140 ribu. 2 kali lipat dari harga yang seharusnya didapat oleh masyarakat,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, para pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi menerapkan pasal berlapis terhadap EBS dan RD, yakni Pasal 40 angka 9 juncto Pasal 55 Undang Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Atas Perubahan Ketentuan Pasal 55 UU Nomor 22 Tentang Minyak dan Gas Bumi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ada juga Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf b dan huruf c UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat 2 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
