<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilkada Jakarta 2024, Pramono: Saya Tidak Pernah Berniat Maju</title><description>Pramono mengungkapkan bahwa ia dan Dhito sebenarnya tidak berencana untuk maju.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/19/338/3076484/pilkada-jakarta-2024-pramono-saya-tidak-pernah-berniat-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/19/338/3076484/pilkada-jakarta-2024-pramono-saya-tidak-pernah-berniat-maju"/><item><title>Pilkada Jakarta 2024, Pramono: Saya Tidak Pernah Berniat Maju</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/19/338/3076484/pilkada-jakarta-2024-pramono-saya-tidak-pernah-berniat-maju</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/19/338/3076484/pilkada-jakarta-2024-pramono-saya-tidak-pernah-berniat-maju</guid><pubDate>Sabtu 19 Oktober 2024 20:44 WIB</pubDate><dc:creator>Yulia Sri Kanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/19/338/3076484/pilkada_2024-5mjB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/19/338/3076484/pilkada_2024-5mjB_large.jpg</image><title>Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung/Okezone</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, angkat bicara soal alasannya maju di Pilkada DK Jakarta. Pramono juga angkat bicara soal dinasti politik yang sering diarahkan padanya.&#13;
&#13;
Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah acara bertajuk &amp;lsquo;Pram Uncensored&amp;rsquo; yang digelar di Wisma Staco Building, Jalan Casablanca, Jakarta, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Saat itu, Pramono mendapat pertanyaan dari Eko Widodo, seorang yang mengaku sebagai &amp;#39;Anak Abah&amp;#39;. Eko mempertanyakan perihal keterlibatan Pramono dan anaknya, Hanindhito Himawan Pramana atau Dito, dalam kontestasi politik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pilpres lalu, pasangan 01 dan 03 sama-sama menolak narasi dinasti politik. Sekarang, Mas Pram maju jadi calon gubernur, sementara anak Mas Pram mencalonkan lagi sebagai Bupati Kediri. Bagaimana tanggapan Mas Pram?&amp;rdquo; tanya Eko.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menanggapi pertanyaan tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa ia dan Dhito sebenarnya tidak berencana untuk maju. Menurutnya, baik dirinya maupun anaknya &amp;#39;dipaksa&amp;#39; untuk ikut dalam Pilkada Serentak 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya dan Dhito sama-sama tidak punya niat untuk maju. Dhito pada periode sebelumnya pun tidak mencalonkan diri, tapi dipaksa untuk ikut serta. Nasibnya sama dengan saya,&amp;rdquo; kata Pramono.&#13;
&#13;
Politikus PDIP ini &amp;nbsp;menyadari bahwa narasi dinasti politik tengah diarahkan kepada keluarganya, namun ia menegaskan bahwa tidak ada upaya melobi atau memaksakan kehendak untuk terjun ke dunia politik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) ini juga berpesan kepada Dhito agar menjaga nama baik keluarga di tengah isu yang berkembang ini. &amp;ldquo;Saya selalu bilang ke Dhito, jaga baik-baik nama bapakmu dan keluargamu,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono juga mempertegas bahwa tidak ada langkah dari pihaknya untuk melobi untuk mendapatkan kesempatan maju di Pilgub Jakarta 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak pernah melobi siapa pun agar bisa maju di Pilgub Jakarta 2024,&amp;rdquo; tutup Pramono Anung.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, angkat bicara soal alasannya maju di Pilkada DK Jakarta. Pramono juga angkat bicara soal dinasti politik yang sering diarahkan padanya.&#13;
&#13;
Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah acara bertajuk &amp;lsquo;Pram Uncensored&amp;rsquo; yang digelar di Wisma Staco Building, Jalan Casablanca, Jakarta, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Saat itu, Pramono mendapat pertanyaan dari Eko Widodo, seorang yang mengaku sebagai &amp;#39;Anak Abah&amp;#39;. Eko mempertanyakan perihal keterlibatan Pramono dan anaknya, Hanindhito Himawan Pramana atau Dito, dalam kontestasi politik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pilpres lalu, pasangan 01 dan 03 sama-sama menolak narasi dinasti politik. Sekarang, Mas Pram maju jadi calon gubernur, sementara anak Mas Pram mencalonkan lagi sebagai Bupati Kediri. Bagaimana tanggapan Mas Pram?&amp;rdquo; tanya Eko.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menanggapi pertanyaan tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa ia dan Dhito sebenarnya tidak berencana untuk maju. Menurutnya, baik dirinya maupun anaknya &amp;#39;dipaksa&amp;#39; untuk ikut dalam Pilkada Serentak 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya dan Dhito sama-sama tidak punya niat untuk maju. Dhito pada periode sebelumnya pun tidak mencalonkan diri, tapi dipaksa untuk ikut serta. Nasibnya sama dengan saya,&amp;rdquo; kata Pramono.&#13;
&#13;
Politikus PDIP ini &amp;nbsp;menyadari bahwa narasi dinasti politik tengah diarahkan kepada keluarganya, namun ia menegaskan bahwa tidak ada upaya melobi atau memaksakan kehendak untuk terjun ke dunia politik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) ini juga berpesan kepada Dhito agar menjaga nama baik keluarga di tengah isu yang berkembang ini. &amp;ldquo;Saya selalu bilang ke Dhito, jaga baik-baik nama bapakmu dan keluargamu,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono juga mempertegas bahwa tidak ada langkah dari pihaknya untuk melobi untuk mendapatkan kesempatan maju di Pilgub Jakarta 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak pernah melobi siapa pun agar bisa maju di Pilgub Jakarta 2024,&amp;rdquo; tutup Pramono Anung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
