<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Revisi UU Pemilu, Partai Perindo: Berkontribusi Positif untuk Demokrasi</title><description>Revisi itu dilakukan guna kontribusi positif untuk demokrasi ke depannya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/22/337/3077726/revisi-uu-pemilu-partai-perindo-berkontribusi-positif-untuk-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/22/337/3077726/revisi-uu-pemilu-partai-perindo-berkontribusi-positif-untuk-demokrasi"/><item><title>Revisi UU Pemilu, Partai Perindo: Berkontribusi Positif untuk Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/22/337/3077726/revisi-uu-pemilu-partai-perindo-berkontribusi-positif-untuk-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/22/337/3077726/revisi-uu-pemilu-partai-perindo-berkontribusi-positif-untuk-demokrasi</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2024 19:19 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Gazza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/22/337/3077726/partai_perindo-sFdK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Revisi UU Pemilu/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/22/337/3077726/partai_perindo-sFdK_large.jpg</image><title>Diskusi Revisi UU Pemilu/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Partai Perindo dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demkorasi (Perludem) menggelar diskusi kajian Revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Diskusi tersebut dilangsungkan di Kantor DPP Partai Perindo, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2024).&#13;
&#13;
Plt Sekjen Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengatakan bahwa revisi itu&amp;nbsp;dilakukan guna kontribusi positif untuk demokrasi ke depannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sengaja melakukan upaya focus group discussion (FGD) dalam hal bagaimana mencoba melihat sejauh mana efektivitas pelaksaan pemilu dari dua pemilu sebelumnya pada 2019 dan 2024 dengan regulasi yang sama,&amp;quot; kata Ferry Kurnia, Selasa (22/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, kami adakan FGD untuk kita mencoba dari sisi mana, dari isu strategi mana kita betul-betul bisa coba mengupayakan dan kontribusi positif untuk demokrasi ke depan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ferry melihat bahwa kontroversi dan perbincangan terutama terkait dengan pemilu terbuka dan tertutup cukup luar biasa pada pemilu terakhir. Bahkan, menurutnya banyak catatan-catatan yang perlu diperhatikan dalam prosesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu kami menginisiasi dalam aktivitas ini untuk berdiskusi terkait dengan bagaimana pemilu ke depan untuk lebih baik dan betul-betul berkontribusi untuk proses demokrasi,&amp;quot; tutur Ferry.&#13;
&#13;
Dia menilai bahwa perlu ada alternatif yang dipertimbangkan dan didiskusikan oleh DPR dan juga pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini, kan proporsional terbuka dan tertutup dan kedua sistem itu sebenarnya ada kelebihan dan kekurangannya. Kenapa kita tidak coba untuk memberikan alternatif dengan sistem pemilu campuran,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mantan Komisioner KPU itu mengatakan, dengan sistem pemilu campuran, Mixed-member Proportional (MMP), itu bisa ditawarkan dari sisi sitem pemilunya. Kemudian juga terkait dengan electoral formula dan district magnitude.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pikir itu jadi hal yang sangat penting untuk menjadi wacana dan kajian bahkan bisa diseriusi sebagai alternatif dalam proses sistem pemilu ke depannya untuk 2029,&amp;quot; pungkas Ferry.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Perindo dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demkorasi (Perludem) menggelar diskusi kajian Revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Diskusi tersebut dilangsungkan di Kantor DPP Partai Perindo, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2024).&#13;
&#13;
Plt Sekjen Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengatakan bahwa revisi itu&amp;nbsp;dilakukan guna kontribusi positif untuk demokrasi ke depannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sengaja melakukan upaya focus group discussion (FGD) dalam hal bagaimana mencoba melihat sejauh mana efektivitas pelaksaan pemilu dari dua pemilu sebelumnya pada 2019 dan 2024 dengan regulasi yang sama,&amp;quot; kata Ferry Kurnia, Selasa (22/10/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, kami adakan FGD untuk kita mencoba dari sisi mana, dari isu strategi mana kita betul-betul bisa coba mengupayakan dan kontribusi positif untuk demokrasi ke depan,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ferry melihat bahwa kontroversi dan perbincangan terutama terkait dengan pemilu terbuka dan tertutup cukup luar biasa pada pemilu terakhir. Bahkan, menurutnya banyak catatan-catatan yang perlu diperhatikan dalam prosesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu kami menginisiasi dalam aktivitas ini untuk berdiskusi terkait dengan bagaimana pemilu ke depan untuk lebih baik dan betul-betul berkontribusi untuk proses demokrasi,&amp;quot; tutur Ferry.&#13;
&#13;
Dia menilai bahwa perlu ada alternatif yang dipertimbangkan dan didiskusikan oleh DPR dan juga pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini, kan proporsional terbuka dan tertutup dan kedua sistem itu sebenarnya ada kelebihan dan kekurangannya. Kenapa kita tidak coba untuk memberikan alternatif dengan sistem pemilu campuran,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mantan Komisioner KPU itu mengatakan, dengan sistem pemilu campuran, Mixed-member Proportional (MMP), itu bisa ditawarkan dari sisi sitem pemilunya. Kemudian juga terkait dengan electoral formula dan district magnitude.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pikir itu jadi hal yang sangat penting untuk menjadi wacana dan kajian bahkan bisa diseriusi sebagai alternatif dalam proses sistem pemilu ke depannya untuk 2029,&amp;quot; pungkas Ferry.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
