<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beda Hasil Survei Elektabilitas LSI dan Poltracking di Pilkada Jakarta</title><description>Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta 2024 terus berupaya menarik dukungan di masa kampanye.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/25/337/3078682/beda-hasil-survei-elektabilitas-lsi-dan-poltracking-di-pilkada-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/25/337/3078682/beda-hasil-survei-elektabilitas-lsi-dan-poltracking-di-pilkada-jakarta"/><item><title>Beda Hasil Survei Elektabilitas LSI dan Poltracking di Pilkada Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/25/337/3078682/beda-hasil-survei-elektabilitas-lsi-dan-poltracking-di-pilkada-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/25/337/3078682/beda-hasil-survei-elektabilitas-lsi-dan-poltracking-di-pilkada-jakarta</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2024 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/25/337/3078682/pilkada_jakarta-UtBz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/25/337/3078682/pilkada_jakarta-UtBz_large.jpg</image><title>Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta 2024 terus berupaya menarik dukungan di masa kampanye. Berbagai survei pun mulai memotret elektabilitas ketiga pasangan calon.&#13;
&#13;
Pada survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), elektabilitas pasangan Pramono Anung-Rano Karno unggul dari dua kandidat lainnya, Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Kendati, jaraknya tak begitu jauh dengan pasangan Ridwan Kamil-Suswono.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil simulasi tiga pasang nama kandidat calon gubernur-calon wakil gubernur. Hasilnya, Pramono Anung-Rano Karno 41,6%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Responden diberikan pertanyaan &amp;lsquo;Kalau pemilihan Gubernur Daerah Khusus Jakarta diadakan hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut?&amp;#39;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang memilih Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno (Si Doel) dengan dukungan 41,6%,&amp;rdquo; kata Djayadi saat memaparkan Rilis Temuan Survei Pilkada Jakarta: Siapa Unggul Pasca Debat Perdana?, Rabu 23 Oktober 2024.&#13;
&#13;
Elektabilitas Pramono-Rano dibuntuti Ridwan Kamil-Suswono dengan 37,4% dukungan dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapat dukungan 6,6%. Djayadi menambahkan, sebanyak 14,4% merupakan massa mengambang atau tidak menjawab.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Survei dilakukan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)&amp;plusmn;2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling. Sampel berasal dari seluruh Kota Administratif di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sampel sebanyak 1.200 orang. Teknik pengambilan jawaban dengan melakukan wawancara tatap muka. Survei dilakukan pada 10-17 Oktober 2024.&#13;
&#13;
Hasil survei LSI ternyata berbeda dengan Survei Poltracking. Kali ini, Ridwan Kamil-Suswono justru merajai hasil survei dengan elektabilitas 51,6%. Sedangkan Pramono Anung Rano di urutan kedua, yakni 36,4%. Dharma-Kun Wardana 3,9%.&#13;
&#13;
&amp;quot;Temuan yang kita lakukan bagaimana jika mereka datang ke TPS siapa yang dipilih, ini yang berpasangan. Inilah temuan inti dari survei ini adalah Paslon nomor 1 itu Ridwan Kamil dan Suswono mendapatkan elektabilitas 51,6%,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha, Kamis 24 Oktober 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, Paslon nomor 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana 9 persen. Pramono Anung-Rano Karno 36,4%,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling melibatkan 2.000 responden. Survei dilakukan pada 10-16 Oktober dengan margin of error 2,2% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei menunjukkan masih ada 8.1% responden yang belum dan tidak memberikan jawaban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi selisihnya cukup lumayan tapi masih ada Pilkada masih ada satu bulan lebih kalau dari pengambilan data maka dinamika politik masih bisa terjadi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi dari sisi elektabilitas memang ada potensi Pilkada di Jakarta akan berlangsung dalam satu putaran, meskipun angkanya masih relatif pas di angka 51,6%,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Hanta mengungkapkan, data yang dia paparkan masih bisa terbuka ruang untuk terjadi Pilkada dua putaran di Jakarta. Pasalnya, angkanya masih mepet dengan margin of error.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sangat mepet dengan angka margin of error persyaratan di Jakarta 50%+1, persyaratan beda dengan daerah lain makan putaran satu besar peluangnya tapi dua putaran masih tetap terbuka,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta 2024 terus berupaya menarik dukungan di masa kampanye. Berbagai survei pun mulai memotret elektabilitas ketiga pasangan calon.&#13;
&#13;
Pada survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), elektabilitas pasangan Pramono Anung-Rano Karno unggul dari dua kandidat lainnya, Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Kendati, jaraknya tak begitu jauh dengan pasangan Ridwan Kamil-Suswono.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil simulasi tiga pasang nama kandidat calon gubernur-calon wakil gubernur. Hasilnya, Pramono Anung-Rano Karno 41,6%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Responden diberikan pertanyaan &amp;lsquo;Kalau pemilihan Gubernur Daerah Khusus Jakarta diadakan hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut?&amp;#39;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang memilih Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno (Si Doel) dengan dukungan 41,6%,&amp;rdquo; kata Djayadi saat memaparkan Rilis Temuan Survei Pilkada Jakarta: Siapa Unggul Pasca Debat Perdana?, Rabu 23 Oktober 2024.&#13;
&#13;
Elektabilitas Pramono-Rano dibuntuti Ridwan Kamil-Suswono dengan 37,4% dukungan dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapat dukungan 6,6%. Djayadi menambahkan, sebanyak 14,4% merupakan massa mengambang atau tidak menjawab.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Survei dilakukan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)&amp;plusmn;2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling. Sampel berasal dari seluruh Kota Administratif di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sampel sebanyak 1.200 orang. Teknik pengambilan jawaban dengan melakukan wawancara tatap muka. Survei dilakukan pada 10-17 Oktober 2024.&#13;
&#13;
Hasil survei LSI ternyata berbeda dengan Survei Poltracking. Kali ini, Ridwan Kamil-Suswono justru merajai hasil survei dengan elektabilitas 51,6%. Sedangkan Pramono Anung Rano di urutan kedua, yakni 36,4%. Dharma-Kun Wardana 3,9%.&#13;
&#13;
&amp;quot;Temuan yang kita lakukan bagaimana jika mereka datang ke TPS siapa yang dipilih, ini yang berpasangan. Inilah temuan inti dari survei ini adalah Paslon nomor 1 itu Ridwan Kamil dan Suswono mendapatkan elektabilitas 51,6%,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha, Kamis 24 Oktober 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, Paslon nomor 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana 9 persen. Pramono Anung-Rano Karno 36,4%,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling melibatkan 2.000 responden. Survei dilakukan pada 10-16 Oktober dengan margin of error 2,2% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei menunjukkan masih ada 8.1% responden yang belum dan tidak memberikan jawaban.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi selisihnya cukup lumayan tapi masih ada Pilkada masih ada satu bulan lebih kalau dari pengambilan data maka dinamika politik masih bisa terjadi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi dari sisi elektabilitas memang ada potensi Pilkada di Jakarta akan berlangsung dalam satu putaran, meskipun angkanya masih relatif pas di angka 51,6%,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Hanta mengungkapkan, data yang dia paparkan masih bisa terbuka ruang untuk terjadi Pilkada dua putaran di Jakarta. Pasalnya, angkanya masih mepet dengan margin of error.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sangat mepet dengan angka margin of error persyaratan di Jakarta 50%+1, persyaratan beda dengan daerah lain makan putaran satu besar peluangnya tapi dua putaran masih tetap terbuka,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
