<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Melahap 16 Rumah di Samarinda, Terdengar Dua Kali Ledakan</title><description>Sebanyak 16 bangunan rumah di lokasi padat penduduk ludes terbakar di Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-melahap-16-rumah-di-samarinda-terdengar-dua-kali-ledakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-melahap-16-rumah-di-samarinda-terdengar-dua-kali-ledakan"/><item><title>Kebakaran Melahap 16 Rumah di Samarinda, Terdengar Dua Kali Ledakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-melahap-16-rumah-di-samarinda-terdengar-dua-kali-ledakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-melahap-16-rumah-di-samarinda-terdengar-dua-kali-ledakan</guid><pubDate>Sabtu 26 Oktober 2024 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ardi Wiriya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-4KsX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Samarinda (Foto: Ardi Wirijaya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/26/340/3079160/kebakaran-4KsX_large.jpg</image><title>Kebakaran di Samarinda (Foto: Ardi Wirijaya/Okezone)</title></images><description>SAMARINDA - Sebanyak 16 bangunan rumah di lokasi padat penduduk ludes terbakar di Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Sabtu (26/10/2024).&#13;
&#13;
Warga mendengar ada dua kali ledakan saat terjadi kebakaran. Ditambah angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya.&#13;
&#13;
Petugas pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api harus mendobrak pintu rumah yang terkunci.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu korban kebakaran menyebutkan, api bermula dari gang sebelah dan saat kebakaran terdengar dua kali ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Api saya lihat langsung besar, saya dengar suara ledakan dua kali,&amp;quot; kata Arsat, salah seorang warga.&#13;
&#13;
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berupaya berjibaku memadamkan api. Setelah satu setengah jam, api berhasil dipadamkan.&#13;
&#13;
Dalam kebakaran tersebut, 16 bangunan hangus dilalap api.&#13;
&#13;
Sekretaris Disdamkar Kota Samarinda, Herry Nurdy mengatakan, diduga penyebab kebakaran akibat korleting arus listrik. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan. Beruntung tidak ada korban dalam musibah ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara tidak ada korban jiwa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>SAMARINDA - Sebanyak 16 bangunan rumah di lokasi padat penduduk ludes terbakar di Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Sabtu (26/10/2024).&#13;
&#13;
Warga mendengar ada dua kali ledakan saat terjadi kebakaran. Ditambah angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya.&#13;
&#13;
Petugas pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api harus mendobrak pintu rumah yang terkunci.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu korban kebakaran menyebutkan, api bermula dari gang sebelah dan saat kebakaran terdengar dua kali ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Api saya lihat langsung besar, saya dengar suara ledakan dua kali,&amp;quot; kata Arsat, salah seorang warga.&#13;
&#13;
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berupaya berjibaku memadamkan api. Setelah satu setengah jam, api berhasil dipadamkan.&#13;
&#13;
Dalam kebakaran tersebut, 16 bangunan hangus dilalap api.&#13;
&#13;
Sekretaris Disdamkar Kota Samarinda, Herry Nurdy mengatakan, diduga penyebab kebakaran akibat korleting arus listrik. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan. Beruntung tidak ada korban dalam musibah ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara tidak ada korban jiwa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
