<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawaslu Temukan 195 Kasus Pelanggaran Netralitas Kepala Desa di Pilkada 2024</title><description>Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mencatat setidaknya terdapat 195 dugaan pelanggaran soal netralitas ASN di gelaran pilkada 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-temukan-195-kasus-pelanggaran-netralitas-kepala-desa-di-pilkada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-temukan-195-kasus-pelanggaran-netralitas-kepala-desa-di-pilkada-2024"/><item><title>Bawaslu Temukan 195 Kasus Pelanggaran Netralitas Kepala Desa di Pilkada 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-temukan-195-kasus-pelanggaran-netralitas-kepala-desa-di-pilkada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-temukan-195-kasus-pelanggaran-netralitas-kepala-desa-di-pilkada-2024</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2024 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-F7ef_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bawaslu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/28/337/3079703/bawaslu-F7ef_large.JPG</image><title>Bawaslu</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mencatat setidaknya terdapat 195 dugaan pelanggaran soal netralitas ASN di gelaran pilkada 2024. Jumlah pelanggaran itu tersebar di 29 provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dalam konferensi pers di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024). Bagja menyebut dari jumlah keseluruhan sebanyak 130 perkara telah diregistrasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan tanggal 28 Oktober 2024 total terdapat 195 kasus yang tersebar di 25 provinsi. Dengan rincian, 59 temuan, 136 laporan, 130 diregister, 55 tidak diregister, belum diregister 10 perkara,&amp;quot; kata Bagja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari total 130 perkara diregister, sebanyak 12 perkara merupakan tindak pidana pelanggaran pemilihan, 97 merupakan pelanggaran peraturan perundangan lainnya dan 42 bukan pelanggaran,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas temuan itu, Bawaslu tak henti-hentinya mengingatkan agar aparat desa untuk tetap menjaga netralitasnya dalam gelaran pilkada serentak ini. Agar pilkada serentak bisa berjalan dengan lancar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga agenda demokrasi elektoral tingkat lokal yang saat&amp;nbsp; ini sedang berlangsung dapat terlaksana secara kompetitif, jujur, adil dan demokratis,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga meminta tim sukses pasangan calon, untuk tidak melibatkan kepala desa dalam kegiatan kampanye.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mencatat setidaknya terdapat 195 dugaan pelanggaran soal netralitas ASN di gelaran pilkada 2024. Jumlah pelanggaran itu tersebar di 29 provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dalam konferensi pers di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024). Bagja menyebut dari jumlah keseluruhan sebanyak 130 perkara telah diregistrasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan tanggal 28 Oktober 2024 total terdapat 195 kasus yang tersebar di 25 provinsi. Dengan rincian, 59 temuan, 136 laporan, 130 diregister, 55 tidak diregister, belum diregister 10 perkara,&amp;quot; kata Bagja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari total 130 perkara diregister, sebanyak 12 perkara merupakan tindak pidana pelanggaran pemilihan, 97 merupakan pelanggaran peraturan perundangan lainnya dan 42 bukan pelanggaran,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas temuan itu, Bawaslu tak henti-hentinya mengingatkan agar aparat desa untuk tetap menjaga netralitasnya dalam gelaran pilkada serentak ini. Agar pilkada serentak bisa berjalan dengan lancar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga agenda demokrasi elektoral tingkat lokal yang saat&amp;nbsp; ini sedang berlangsung dapat terlaksana secara kompetitif, jujur, adil dan demokratis,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga meminta tim sukses pasangan calon, untuk tidak melibatkan kepala desa dalam kegiatan kampanye.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
