<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Lewotobi Meletus, Suasana Mencekam dan Korban Berjatuhan</title><description>Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/04/337/3081865/gunung-lewotobi-meletus-suasana-mencekam-dan-korban-berjatuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/04/337/3081865/gunung-lewotobi-meletus-suasana-mencekam-dan-korban-berjatuhan"/><item><title>Gunung Lewotobi Meletus, Suasana Mencekam dan Korban Berjatuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/04/337/3081865/gunung-lewotobi-meletus-suasana-mencekam-dan-korban-berjatuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/04/337/3081865/gunung-lewotobi-meletus-suasana-mencekam-dan-korban-berjatuhan</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 06:57 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/337/3081865/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-0MVX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi (Foto : Ilustrasi/PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/337/3081865/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-0MVX_large.jpg</image><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi (Foto : Ilustrasi/PVMBG)</title></images><description>KUPANG - Gunung Lewotobi&amp;nbsp;Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus. Kejadian letusan yang terjadi pada Minggu, 3 November sekitar pukul 24.00 Wita itu, telah meluluh lantakan sejumlah daerah sekitarnya, suasana jadi mencekam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah bangunan serta rumah warga hangus terbakar disambar abu vulkanik dan petir. Tidak hanya itu, banyak warga luka-luka. Ada juga warga yang meninggal. Masyarakat sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Letusan sekitar pukul 12.00 tengah malam. Sangat besar dan melontarkan larva pijar dan bebatuan,&amp;quot; kata Ketua Komisi Pembangunan Sosial Ekonomi (K- PSE) Keuskupan Larantuka, RD Fransiksus Xaverius Pey Hurin, Pr, Senin (4/11/2024).&#13;
&#13;
Menurut dia, ada banyak geduang dan rumah warga yang terbakar. &amp;quot;Tidak hanya itu, banyak warga yang jadi korban. Ada juga yang meninggal,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Minggu tengah malam hingga dini hari. &amp;quot;Jumlah korban dan lainnya masih sedang didata. Siang ini kami bersama tim Caritas ke Hokeng,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara, seorang warga bernama Karolus Piter Wain, mengaku ikut membantu mengevakuasi sejumlah warga yang memjadi korban letusan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, susana kejadian pada malam itu sangat mencekam. Ledakan dari letusan sangat keras dan membuat panik seluruh warga. &amp;quot;Sangat mencekam. Suasana tadi malam tu diperparah oleh adanya petir vulkanik yang menyambar bertubi-tubu tanah, aspal sampe lubang sumur. Banyak rumah terbakar,&amp;quot; katanya menceriterakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah rumah warga, gedung milik biara susteran SSPS ikut menjadi korban. &amp;quot;Termasuk gedung sekolah dan asrama SMA Seminari San Dominggo Hokeng. Banyak juga anak seminari yang jadi korban,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut dia, proses evakuasi masih terus dilakukan untuk kepentingan keamanan para warga.&#13;
</description><content:encoded>KUPANG - Gunung Lewotobi&amp;nbsp;Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus. Kejadian letusan yang terjadi pada Minggu, 3 November sekitar pukul 24.00 Wita itu, telah meluluh lantakan sejumlah daerah sekitarnya, suasana jadi mencekam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah bangunan serta rumah warga hangus terbakar disambar abu vulkanik dan petir. Tidak hanya itu, banyak warga luka-luka. Ada juga warga yang meninggal. Masyarakat sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Letusan sekitar pukul 12.00 tengah malam. Sangat besar dan melontarkan larva pijar dan bebatuan,&amp;quot; kata Ketua Komisi Pembangunan Sosial Ekonomi (K- PSE) Keuskupan Larantuka, RD Fransiksus Xaverius Pey Hurin, Pr, Senin (4/11/2024).&#13;
&#13;
Menurut dia, ada banyak geduang dan rumah warga yang terbakar. &amp;quot;Tidak hanya itu, banyak warga yang jadi korban. Ada juga yang meninggal,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Minggu tengah malam hingga dini hari. &amp;quot;Jumlah korban dan lainnya masih sedang didata. Siang ini kami bersama tim Caritas ke Hokeng,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara, seorang warga bernama Karolus Piter Wain, mengaku ikut membantu mengevakuasi sejumlah warga yang memjadi korban letusan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, susana kejadian pada malam itu sangat mencekam. Ledakan dari letusan sangat keras dan membuat panik seluruh warga. &amp;quot;Sangat mencekam. Suasana tadi malam tu diperparah oleh adanya petir vulkanik yang menyambar bertubi-tubu tanah, aspal sampe lubang sumur. Banyak rumah terbakar,&amp;quot; katanya menceriterakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah rumah warga, gedung milik biara susteran SSPS ikut menjadi korban. &amp;quot;Termasuk gedung sekolah dan asrama SMA Seminari San Dominggo Hokeng. Banyak juga anak seminari yang jadi korban,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut dia, proses evakuasi masih terus dilakukan untuk kepentingan keamanan para warga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
