<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pegawai Ditangkap Gegara Judol, Menteri Meutya Minta Karyawan Komdigi Kooperatif</title><description>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengaku telah mengeluarkan instruksi pada jajarannya agar kooperatif terhadap kepolisian yang tengah melakukan penyidikan&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/05/337/3082441/pegawai-ditangkap-gegara-judol-menteri-meutya-minta-karyawan-komdigi-kooperatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/05/337/3082441/pegawai-ditangkap-gegara-judol-menteri-meutya-minta-karyawan-komdigi-kooperatif"/><item><title>Pegawai Ditangkap Gegara Judol, Menteri Meutya Minta Karyawan Komdigi Kooperatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/05/337/3082441/pegawai-ditangkap-gegara-judol-menteri-meutya-minta-karyawan-komdigi-kooperatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/05/337/3082441/pegawai-ditangkap-gegara-judol-menteri-meutya-minta-karyawan-komdigi-kooperatif</guid><pubDate>Selasa 05 November 2024 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/05/337/3082441/menteri_komunikasi_dan_digital_meutya_hafid-4Obh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat raker bersama DPR (foto: Okezone/Alfiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/05/337/3082441/menteri_komunikasi_dan_digital_meutya_hafid-4Obh_large.jpg</image><title>Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat raker bersama DPR (foto: Okezone/Alfiqri)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengaku telah mengeluarkan instruksi pada jajarannya agar kooperatif terhadap kepolisian yang tengah melakukan penyidikan terkait kasus dugaan penyalahgunaan pemblokiran situs judi online (judol).&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Meutya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah membuat instruksi ke dalam kepada seluruh pegawai Kekomdigi untuk memberikan dukungannya kepada APH, dalam hal untuk mencapai keterangan benderangan proses penyidikan,&amp;quot; kata Meutya dalam rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk itu, kata dia, kepolisian akan didampingi Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) dalam melakukan kegiatan di lingkungan Kementerian Komdigi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi di dalam itu APH selalu didampingi Pak Irjen ya dengan Dirjen Aptika dan tim,&amp;quot; ucap Meutya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Baginya, ada pegawai Kekomdigi terlibat kasus judol merupakan pil pahit. Ia pun mengaku, suasana di Kekomdigi mencekam dengan adanya aparat kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami laporkan kepada yang yerhormat pimpinan maupun anggota Komisi I bahwa ini pil pahit. Jadi di dalam itu suanannya mencekam pasti, Pak. Karena kemarin juga kita tahu bahwa kepolisian itu datang jumlahnya cukup banyak 40 sampai 50 orang,&amp;quot; kata Meutya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ia menyatakan komitmennya untuk mendukung dan membuka pintu bagi kepolisian mengusut kasus judol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berapa kali pun kepolisian harus datang, seberapa lama pun mereka harus datang meneliti di kantor kami, sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kamu membuka pintu selebar lebarnya,&amp;quot; terang Meutya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengaku telah mengeluarkan instruksi pada jajarannya agar kooperatif terhadap kepolisian yang tengah melakukan penyidikan terkait kasus dugaan penyalahgunaan pemblokiran situs judi online (judol).&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Meutya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah membuat instruksi ke dalam kepada seluruh pegawai Kekomdigi untuk memberikan dukungannya kepada APH, dalam hal untuk mencapai keterangan benderangan proses penyidikan,&amp;quot; kata Meutya dalam rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk itu, kata dia, kepolisian akan didampingi Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) dalam melakukan kegiatan di lingkungan Kementerian Komdigi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi di dalam itu APH selalu didampingi Pak Irjen ya dengan Dirjen Aptika dan tim,&amp;quot; ucap Meutya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Baginya, ada pegawai Kekomdigi terlibat kasus judol merupakan pil pahit. Ia pun mengaku, suasana di Kekomdigi mencekam dengan adanya aparat kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami laporkan kepada yang yerhormat pimpinan maupun anggota Komisi I bahwa ini pil pahit. Jadi di dalam itu suanannya mencekam pasti, Pak. Karena kemarin juga kita tahu bahwa kepolisian itu datang jumlahnya cukup banyak 40 sampai 50 orang,&amp;quot; kata Meutya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ia menyatakan komitmennya untuk mendukung dan membuka pintu bagi kepolisian mengusut kasus judol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berapa kali pun kepolisian harus datang, seberapa lama pun mereka harus datang meneliti di kantor kami, sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kamu membuka pintu selebar lebarnya,&amp;quot; terang Meutya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
