<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Judi Online Meningkat Drastis, Usia Pemainnya Ada yang di Bawah 10 Tahun!</title><description>Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memotret adanya peningkakatan drastis transaksi judi online (judol) tahun ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/06/337/3082743/transaksi-judi-online-meningkat-drastis-usia-pemainnya-ada-yang-di-bawah-10-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/06/337/3082743/transaksi-judi-online-meningkat-drastis-usia-pemainnya-ada-yang-di-bawah-10-tahun"/><item><title>Transaksi Judi Online Meningkat Drastis, Usia Pemainnya Ada yang di Bawah 10 Tahun!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/06/337/3082743/transaksi-judi-online-meningkat-drastis-usia-pemainnya-ada-yang-di-bawah-10-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/06/337/3082743/transaksi-judi-online-meningkat-drastis-usia-pemainnya-ada-yang-di-bawah-10-tahun</guid><pubDate>Rabu 06 November 2024 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/06/337/3082743/rdp_komisi_iii_dpr_ri_dengan_ppatk-e0ZS_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">RDP Komisi III DPR RI dengan PPATK (Foto: Okezone/Fiqri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/06/337/3082743/rdp_komisi_iii_dpr_ri_dengan_ppatk-e0ZS_large.JPG</image><title>RDP Komisi III DPR RI dengan PPATK (Foto: Okezone/Fiqri)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memotret adanya peningkakatan drastis transaksi judi online (judol) tahun ini. Tak-tanggung-tanggung, transaksi judol menjngkat hingga 237,48% pada semester I 2024.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat kerja (raker) perdana bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2024).&#13;
&#13;
Ivan menyampaikan, perkembangan judol tahun ini di tanah air cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada semester I tahun 2023, kata Ivan, perputaran uang judol sudah nencapai Rp174 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sudah semester 2 PPTK melihat sudah mencapai Rp283 triliun,&amp;quot; kata Ivan dalam rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Ivan juga menyampaikan, transaksi judol di semester I 2024 mengalami peningkatan dibanding 2023. Dari data yang ditampilkan, PPATK mencatat ada 168,35 juta transaksi judol yang dilakukan pada 2023. Sementara pada semester I 2024, ada 117,59 juta transaksi judol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya ini ada kecenderungan naik sampai 237,48%&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&#13;
Ivan menjelaskan, peningkatan transkasi itu diakibatkan lantaran bandar judol telah menyediakan angka deposit yang kecil. Dengan begitu, Ivan mengatakan, jumlah transaksi judol meningkat drastia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa ini bisa terjadi? Karena saat ini transaksi meningkat, karena rata-rata bandar judol juga melakukan transaksi dengan angka yang kecil mereka sehingga dia pecah. Dulu satu rekening bandar itu bisa angkanya tinggi, nah sekarang dia pecah dengan angka yang kecil-kecil,&amp;quot; ucap Ivan.&#13;
&#13;
Seiring dengan itu, Ivan mengatakan, pihaknya juga melihat adanya kecenderungan masyarakat yang bisa melakukan deposit dengan nominal yang kecil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau dulu orang melakukan judi online transaksinya angkanya juta-juta, nah sekarang bisa Rp10.000 kita sudah melihat ada seorang bisa judol. Itu yang membuat transaksi semakin masif,&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&#13;
Selain itu, PPATK juga memotret adanya pelaku judol yang berusia masih anak-anak. Menurutnya, faktor masifnya pelaku ini mendorong transaksi judol semakin masif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Umur pemain judi online cenderung semakin merambah ke usia terendah usia kurang dari 10 tahun ini kita melihat. Jadi populasi demografi pemainnya semakin berkembang,&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memotret adanya peningkakatan drastis transaksi judi online (judol) tahun ini. Tak-tanggung-tanggung, transaksi judol menjngkat hingga 237,48% pada semester I 2024.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat kerja (raker) perdana bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2024).&#13;
&#13;
Ivan menyampaikan, perkembangan judol tahun ini di tanah air cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada semester I tahun 2023, kata Ivan, perputaran uang judol sudah nencapai Rp174 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sudah semester 2 PPTK melihat sudah mencapai Rp283 triliun,&amp;quot; kata Ivan dalam rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Ivan juga menyampaikan, transaksi judol di semester I 2024 mengalami peningkatan dibanding 2023. Dari data yang ditampilkan, PPATK mencatat ada 168,35 juta transaksi judol yang dilakukan pada 2023. Sementara pada semester I 2024, ada 117,59 juta transaksi judol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya ini ada kecenderungan naik sampai 237,48%&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&#13;
Ivan menjelaskan, peningkatan transkasi itu diakibatkan lantaran bandar judol telah menyediakan angka deposit yang kecil. Dengan begitu, Ivan mengatakan, jumlah transaksi judol meningkat drastia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa ini bisa terjadi? Karena saat ini transaksi meningkat, karena rata-rata bandar judol juga melakukan transaksi dengan angka yang kecil mereka sehingga dia pecah. Dulu satu rekening bandar itu bisa angkanya tinggi, nah sekarang dia pecah dengan angka yang kecil-kecil,&amp;quot; ucap Ivan.&#13;
&#13;
Seiring dengan itu, Ivan mengatakan, pihaknya juga melihat adanya kecenderungan masyarakat yang bisa melakukan deposit dengan nominal yang kecil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau dulu orang melakukan judi online transaksinya angkanya juta-juta, nah sekarang bisa Rp10.000 kita sudah melihat ada seorang bisa judol. Itu yang membuat transaksi semakin masif,&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&#13;
Selain itu, PPATK juga memotret adanya pelaku judol yang berusia masih anak-anak. Menurutnya, faktor masifnya pelaku ini mendorong transaksi judol semakin masif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Umur pemain judi online cenderung semakin merambah ke usia terendah usia kurang dari 10 tahun ini kita melihat. Jadi populasi demografi pemainnya semakin berkembang,&amp;quot; kata Ivan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
