<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Etalase Penjual Ayam Goreng Hanyut Terbawa Banjir Bandung, Isinya Ikut Terbawa</title><description>Salah satu momen yang terekam dalam video yang beredar di media sosial adalah terbawanya sebuah roda etalase penjual ayam oleh arus banjir yang sangat deras.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/06/525/3082737/viral-etalase-penjual-ayam-goreng-hanyut-terbawa-banjir-bandung-isinya-ikut-terbawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/06/525/3082737/viral-etalase-penjual-ayam-goreng-hanyut-terbawa-banjir-bandung-isinya-ikut-terbawa"/><item><title>Viral Etalase Penjual Ayam Goreng Hanyut Terbawa Banjir Bandung, Isinya Ikut Terbawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/06/525/3082737/viral-etalase-penjual-ayam-goreng-hanyut-terbawa-banjir-bandung-isinya-ikut-terbawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/06/525/3082737/viral-etalase-penjual-ayam-goreng-hanyut-terbawa-banjir-bandung-isinya-ikut-terbawa</guid><pubDate>Rabu 06 November 2024 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/06/525/3082737/gerobak_ayam-VElc_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gerobak Ayam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/06/525/3082737/gerobak_ayam-VElc_large.JPG</image><title>Gerobak Ayam</title></images><description>BANDUNG - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Selasa 5 November sore hingga malam mengakibatkan banjir yang cukup parah di beberapa wilayah, termasuk di Kampung Cikupa, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk.&#13;
&#13;
Salah satu momen yang terekam dalam video yang beredar di media sosial adalah terbawanya sebuah roda etalase penjual ayam oleh arus banjir yang sangat deras.&#13;
&#13;
Menurut saksi mata, Elsa Oktaviani (23), banjir mulai menggenangi wilayah tersebut sekitar pukul 20.00 WIB, setelah hujan turun sejak sore hari.&#13;
&#13;
Di tengah derasnya arus, roda etalase milik seorang pedagang ayam terangkat dan terbawa air.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Etalase nya kebawa arus, mungkin karena arusnya sangat kuat,&amp;rdquo; kata Elsa, yang merekam kejadian tersebut dari depan rumahnya.&#13;
&#13;
Elsa menjelaskan bahwa arus banjir yang besar membuat pedagang ayam tersebut tidak dapat menyelamatkan barang dagangannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kayanya si pedagangnya lagi masuk di dalem warung niatnya mau dimasukin tapi keburu air nya gede,&amp;rdquo; lanjut Elsa.&#13;
&#13;
Elsa menuturkan pada saat roda etalase terbawa arus, warga juga tidak berani menahan roda lantaran arus yang sangat deras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi orang-orang gak berani mau nahan roda yang kebawa arus karena gede. Si pedagang juga diem soalnya airnya gede banget,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menyebut, saat merekam berada di depan rumahnya dan roda etalase sempat berhenti dekat mobil yang mogok terkena banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, saya ngambil videonya dari depan rumah jadi kurang tahu tapi tadi lihat mah hampir menabrak mobil karena ada mobil mogok. Kayanya udah berhenti,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Elsa juga menambahkan bahwa rumahnya tidak terendam berkat adanya penahan air di pintu masuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di rumah aku, air nggak masuk karena ada penahan besi, kalau nggak pasti sudah masuk ke dalam rumah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya saat ini warga masih bertahan di dalam rumahnya dan berjaga jika air terus semakin naik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga was-was banjir, apalagi yang di dalem gang kan otomatis di pinggir jalan orang-orang pada waspada karena takut air masuk ke dalam rumah,&amp;rdquo; pungkasnya&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Selasa 5 November sore hingga malam mengakibatkan banjir yang cukup parah di beberapa wilayah, termasuk di Kampung Cikupa, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk.&#13;
&#13;
Salah satu momen yang terekam dalam video yang beredar di media sosial adalah terbawanya sebuah roda etalase penjual ayam oleh arus banjir yang sangat deras.&#13;
&#13;
Menurut saksi mata, Elsa Oktaviani (23), banjir mulai menggenangi wilayah tersebut sekitar pukul 20.00 WIB, setelah hujan turun sejak sore hari.&#13;
&#13;
Di tengah derasnya arus, roda etalase milik seorang pedagang ayam terangkat dan terbawa air.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Etalase nya kebawa arus, mungkin karena arusnya sangat kuat,&amp;rdquo; kata Elsa, yang merekam kejadian tersebut dari depan rumahnya.&#13;
&#13;
Elsa menjelaskan bahwa arus banjir yang besar membuat pedagang ayam tersebut tidak dapat menyelamatkan barang dagangannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kayanya si pedagangnya lagi masuk di dalem warung niatnya mau dimasukin tapi keburu air nya gede,&amp;rdquo; lanjut Elsa.&#13;
&#13;
Elsa menuturkan pada saat roda etalase terbawa arus, warga juga tidak berani menahan roda lantaran arus yang sangat deras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi orang-orang gak berani mau nahan roda yang kebawa arus karena gede. Si pedagang juga diem soalnya airnya gede banget,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menyebut, saat merekam berada di depan rumahnya dan roda etalase sempat berhenti dekat mobil yang mogok terkena banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, saya ngambil videonya dari depan rumah jadi kurang tahu tapi tadi lihat mah hampir menabrak mobil karena ada mobil mogok. Kayanya udah berhenti,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Elsa juga menambahkan bahwa rumahnya tidak terendam berkat adanya penahan air di pintu masuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di rumah aku, air nggak masuk karena ada penahan besi, kalau nggak pasti sudah masuk ke dalam rumah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya saat ini warga masih bertahan di dalam rumahnya dan berjaga jika air terus semakin naik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga was-was banjir, apalagi yang di dalem gang kan otomatis di pinggir jalan orang-orang pada waspada karena takut air masuk ke dalam rumah,&amp;rdquo; pungkasnya&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
