<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Kinerja Hakim, Mahfud Anggap Sebutan &amp;#039;Yang Mulia&amp;#039; Berlebihan</title><description>Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kinerja hakim belakang ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/07/337/3083092/soroti-kinerja-hakim-mahfud-anggap-sebutan-039-yang-mulia-039-berlebihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/07/337/3083092/soroti-kinerja-hakim-mahfud-anggap-sebutan-039-yang-mulia-039-berlebihan"/><item><title>Soroti Kinerja Hakim, Mahfud Anggap Sebutan &amp;#039;Yang Mulia&amp;#039; Berlebihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/07/337/3083092/soroti-kinerja-hakim-mahfud-anggap-sebutan-039-yang-mulia-039-berlebihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/07/337/3083092/soroti-kinerja-hakim-mahfud-anggap-sebutan-039-yang-mulia-039-berlebihan</guid><pubDate>Kamis 07 November 2024 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/07/337/3083092/hakim-vIBA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/07/337/3083092/hakim-vIBA_large.jpg</image><title>Mahfud MD (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kinerja hakim belakangan ini yang terseret suap penanganan perkara. Dia lantas menyinggung sebutan &amp;#39;Yang Mulai&amp;#39; untuk hakim yang sebenarnya telah dilarang melalui ketetapan MPR Sementara (Tap MPRS) tahun 1996.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang Mulia atau Yang Memalukan? Sekarang hakim disebut &amp;quot;Yang Mulia&amp;quot; (YM). Padahal melalui Tap No. XXXI/MPRS/1966 sebutan YM (Yang Mulia) tidak digunakan lagi dan diganti dengan sebutan Bapak/Ibu/Sdr,&amp;quot; tulis Mahfud dalam akun sosial X, Kamis (7/11/2024).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, pelarangan sebutan &amp;#39;Yang Mulia&amp;#39; itu karena dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, yakni Pancasila. Selain itu, berbau feodal dan kolonial. Maka, dia menilai terlalu berlebihan jika hakim masih dipanggil dengan kata &amp;#39;Yang Mulia&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sebutan YM itu menjadi berlebihan. Hakim hadir resepsi nikah, masuk masjid untuk salat, bahkan pergi ke toilet saja disapa dengan , &amp;quot;..Silakan Yang Mulia&amp;quot;,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyinggung kinerja hakim yang belakangan ini lebih memalukan. Maka kalimat &amp;#39;Yang Mulai&amp;#39; menurutnya lebih baik diganti ke &amp;#39;Yang Memalukan&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang ini hakim-hakim banyak yang lebih layak disebut &amp;quot;Yang Memalukan&amp;quot; atau &amp;quot;Yang Terhinakan&amp;quot; atau yang sejenis dengan itu; misalnya &amp;quot;Yang Anu..&amp;quot; dan lain-lain,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kinerja hakim belakangan ini yang terseret suap penanganan perkara. Dia lantas menyinggung sebutan &amp;#39;Yang Mulai&amp;#39; untuk hakim yang sebenarnya telah dilarang melalui ketetapan MPR Sementara (Tap MPRS) tahun 1996.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang Mulia atau Yang Memalukan? Sekarang hakim disebut &amp;quot;Yang Mulia&amp;quot; (YM). Padahal melalui Tap No. XXXI/MPRS/1966 sebutan YM (Yang Mulia) tidak digunakan lagi dan diganti dengan sebutan Bapak/Ibu/Sdr,&amp;quot; tulis Mahfud dalam akun sosial X, Kamis (7/11/2024).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, pelarangan sebutan &amp;#39;Yang Mulia&amp;#39; itu karena dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, yakni Pancasila. Selain itu, berbau feodal dan kolonial. Maka, dia menilai terlalu berlebihan jika hakim masih dipanggil dengan kata &amp;#39;Yang Mulia&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sebutan YM itu menjadi berlebihan. Hakim hadir resepsi nikah, masuk masjid untuk salat, bahkan pergi ke toilet saja disapa dengan , &amp;quot;..Silakan Yang Mulia&amp;quot;,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyinggung kinerja hakim yang belakangan ini lebih memalukan. Maka kalimat &amp;#39;Yang Mulai&amp;#39; menurutnya lebih baik diganti ke &amp;#39;Yang Memalukan&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang ini hakim-hakim banyak yang lebih layak disebut &amp;quot;Yang Memalukan&amp;quot; atau &amp;quot;Yang Terhinakan&amp;quot; atau yang sejenis dengan itu; misalnya &amp;quot;Yang Anu..&amp;quot; dan lain-lain,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
