<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga Deliserdang Membabi-buta</title><description>Akibat penyerangan tersebut, seorang warga bernama Raden Barus (61), meninggal dunia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/11/337/3084561/detik-detik-mencekam-puluhan-prajurit-yon-armed-2-serang-warga-deliserdang-membabi-buta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/11/337/3084561/detik-detik-mencekam-puluhan-prajurit-yon-armed-2-serang-warga-deliserdang-membabi-buta"/><item><title>Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga Deliserdang Membabi-buta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/11/337/3084561/detik-detik-mencekam-puluhan-prajurit-yon-armed-2-serang-warga-deliserdang-membabi-buta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/11/337/3084561/detik-detik-mencekam-puluhan-prajurit-yon-armed-2-serang-warga-deliserdang-membabi-buta</guid><pubDate>Senin 11 November 2024 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/11/337/3084561/viral-7s3a_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/11/337/3084561/viral-7s3a_large.jpg</image><title>Detik-Detik Mencekam Puluhan Prajurit Yon Armed 2 Serang Warga</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Suasana mencekam mendadak menyelimuti Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Puluhan anggota TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan pada Jumat (8/11) malam, melakukan penyerangan kilat ke desa itu.&#13;
&#13;
Akibat penyerangan tersebut, seorang warga bernama Raden Barus (61), meninggal dunia.&amp;nbsp;Sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.&#13;
&#13;
Puluhan oknum TNI itu menyerang warga yang berada di jalan dan di rumah-rumah tanpa memberikan penjelasan. Dengan senjata tajam, mereka menyisir perkampungan, mendobrak pintu rumah, dan memukuli warga desa.&#13;
&#13;
Kronologi kejadian bermula saat salah satu oknum prajurit TNI Yon Armed 2 terlibat cekcok dengan seorang pemuda ketika melintas di jalan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga yang menjadi korban penyerangan brutal tersebut, RFK, menceritakan peristiwa malam mencekam tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu saya sedang mau beli rokok, saya melihat keramaian masuk ke gang arah kampung, lalu saya lari ke rumah nenek saya,&amp;rdquo; kata RFK, dikutip, Senin (11/11/2024).&#13;
&#13;
Puluhan prajurit tersebut lalu mengamuk dan mendobrak pintu sembari mencari salah satu warga desa yang bernama Andri Ginting. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu saya buka pintu karena saya takut rusak saya diseret keluar lalu saya dipukuli terus-menerus dan saya dibawa ke asrama, ke Armed. Saya didudukkan saja, dibikin seperti tahanan,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Dia mengaku tidak mengenal orang bernama Andri Ginting yang dicari oleh puluhan oknum TNI tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya enggak tahu masalahnya. Banyak yang mukuli saya, sekitar 50 orang. Ada yang pakai sajam, macam-macam. Kepala bocor sama memar di belakang punggung sama tangan bengkak, dihantam pakai pistol,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Mabes TNI&amp;nbsp;akan mengawal proses pengusutan kasus penyerangan&amp;nbsp;33 anggota Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan&amp;nbsp;ke permukiman warga di, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Puluhan prajurit itu&amp;nbsp;diperiksa di Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa prajurit saat ini sedang dalam pengusutan Danpomdam 1/BB. Mabes TNI akan terus mengawal proses anggota TNI tersebut,&amp;quot; kata Kepala Pusat Penerangan TNI AD, Mayjen Hariyanto saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Majyen Hariyanto juga memastikan Pangdam I Bukit Barisan, Letjen TNI Mochammad Hasan telah mengambil langkah untuk menemui masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pangdam I/BB telah mengambil langkah dengan menemui masyarakat di Makoyon Armed 2/KS dan menemui keluarga korban serta berjanji mengusut tuntan kasus tersebut,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam peristiwa ini sejumlah orang juga mengalami luka-luka. Sementara, korban tewas dipastikan Hariyanto berjumlah satu orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban masyarakat ada yang terluka dan satu orang lainnya meninggal dunia,&amp;quot; tutup Mayjen Hariyanto.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Suasana mencekam mendadak menyelimuti Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Puluhan anggota TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan pada Jumat (8/11) malam, melakukan penyerangan kilat ke desa itu.&#13;
&#13;
Akibat penyerangan tersebut, seorang warga bernama Raden Barus (61), meninggal dunia.&amp;nbsp;Sementara puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.&#13;
&#13;
Puluhan oknum TNI itu menyerang warga yang berada di jalan dan di rumah-rumah tanpa memberikan penjelasan. Dengan senjata tajam, mereka menyisir perkampungan, mendobrak pintu rumah, dan memukuli warga desa.&#13;
&#13;
Kronologi kejadian bermula saat salah satu oknum prajurit TNI Yon Armed 2 terlibat cekcok dengan seorang pemuda ketika melintas di jalan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga yang menjadi korban penyerangan brutal tersebut, RFK, menceritakan peristiwa malam mencekam tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu saya sedang mau beli rokok, saya melihat keramaian masuk ke gang arah kampung, lalu saya lari ke rumah nenek saya,&amp;rdquo; kata RFK, dikutip, Senin (11/11/2024).&#13;
&#13;
Puluhan prajurit tersebut lalu mengamuk dan mendobrak pintu sembari mencari salah satu warga desa yang bernama Andri Ginting. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah itu saya buka pintu karena saya takut rusak saya diseret keluar lalu saya dipukuli terus-menerus dan saya dibawa ke asrama, ke Armed. Saya didudukkan saja, dibikin seperti tahanan,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Dia mengaku tidak mengenal orang bernama Andri Ginting yang dicari oleh puluhan oknum TNI tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya enggak tahu masalahnya. Banyak yang mukuli saya, sekitar 50 orang. Ada yang pakai sajam, macam-macam. Kepala bocor sama memar di belakang punggung sama tangan bengkak, dihantam pakai pistol,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Mabes TNI&amp;nbsp;akan mengawal proses pengusutan kasus penyerangan&amp;nbsp;33 anggota Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan&amp;nbsp;ke permukiman warga di, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Puluhan prajurit itu&amp;nbsp;diperiksa di Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa prajurit saat ini sedang dalam pengusutan Danpomdam 1/BB. Mabes TNI akan terus mengawal proses anggota TNI tersebut,&amp;quot; kata Kepala Pusat Penerangan TNI AD, Mayjen Hariyanto saat dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Majyen Hariyanto juga memastikan Pangdam I Bukit Barisan, Letjen TNI Mochammad Hasan telah mengambil langkah untuk menemui masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pangdam I/BB telah mengambil langkah dengan menemui masyarakat di Makoyon Armed 2/KS dan menemui keluarga korban serta berjanji mengusut tuntan kasus tersebut,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam peristiwa ini sejumlah orang juga mengalami luka-luka. Sementara, korban tewas dipastikan Hariyanto berjumlah satu orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban masyarakat ada yang terluka dan satu orang lainnya meninggal dunia,&amp;quot; tutup Mayjen Hariyanto.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
