<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Oknum TNI yang Serang Warga di Deliserdang Harus Dihukum Berat</title><description>Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengecam penyerangan puluhan oknum prajurit TNI terhadap warga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084717/dpr-oknum-tni-yang-serang-warga-di-deliserdang-harus-dihukum-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084717/dpr-oknum-tni-yang-serang-warga-di-deliserdang-harus-dihukum-berat"/><item><title>DPR: Oknum TNI yang Serang Warga di Deliserdang Harus Dihukum Berat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084717/dpr-oknum-tni-yang-serang-warga-di-deliserdang-harus-dihukum-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084717/dpr-oknum-tni-yang-serang-warga-di-deliserdang-harus-dihukum-berat</guid><pubDate>Selasa 12 November 2024 00:33 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/12/337/3084717/dpr-Q2eZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/12/337/3084717/dpr-Q2eZ_large.jpg</image><title>Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengecam penyerangan puluhan oknum prajurit TNI terhadap warga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Dalam kejadiannya tersebut, seorang warga tewas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengecam penyerangan yang dilakukan puluhan oknum prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan-2/Kilap Sumagan Kostrad kepada warga di Deli Serdang. Ini sudah masuk kategori kasus pembunuhan,&amp;rdquo; ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Senin (11/11/2024).&#13;
&#13;
TB Hasanuddin menilai, tindakan oknum personel TNI tersebut sangat bertolak belakang dengan sumpah prajurit dan sapta marga. &amp;ldquo;Insiden seperti ini sangat memalukan dan mencoreng citra TNI yang seharusya menjadi pelindung rakyat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mayjen (Purn) TNI itu menyampaikan keprihatinan mendalam untuk warga Desa Selamat dan turut berduka atas korban meninggal dan luka-luka yang disebabkan oleh penyerangan oknum-oknum TNI.&#13;
&#13;
Panglima Kodam I/Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan harus menindak tegas para pelaku penyerangan. &amp;nbsp;Menurutnya, permintaan maaf saja tidak cukup atas perbuatan yang telah dilakukan para oknum personel Yon Armed-2/KS Medan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Permintaan maaf saja tidak cukup! Panglima Kodam harus mengambil tindakan keras kepada prajurit yang terlibat dalam serangan kepada warga,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Letjan M Hasan diketahui telah mendatangi Desa Selamat dan meminta maaf kepada warga atas peristiwa tersebut. Setidaknya, ada sekitar 33 prajurit TNI yang terlibat sebagaimana dikonfirmasi oleh Kodam I/BB. Saat ini, mereka juga sudah diperiksa di Pomdam I Bukit Barisan.&#13;
&#13;
TB Hasanuddin juga meminta Pomdam I Bukit Barisan mendalami motif penyerangan. &amp;quot;Kalau perlu beri hukuman keras kepada para Komandan Pleton, Komandan Kompi, dan Komandan Batalyon karena telah melakukan pembiaran terhadap kekerasan yang dilakukan prajuritnya,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, puluhan personel TNI dari Yon Armed-2/KS Medan melakukan penyerangan ke Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Deliserdang, Sumatera Utara pada Jumat 8 November tengah malam. Warga bernama Raden Barus (60) tewas dan belasan orang lainnya terluka.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengecam penyerangan puluhan oknum prajurit TNI terhadap warga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Dalam kejadiannya tersebut, seorang warga tewas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengecam penyerangan yang dilakukan puluhan oknum prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan-2/Kilap Sumagan Kostrad kepada warga di Deli Serdang. Ini sudah masuk kategori kasus pembunuhan,&amp;rdquo; ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Senin (11/11/2024).&#13;
&#13;
TB Hasanuddin menilai, tindakan oknum personel TNI tersebut sangat bertolak belakang dengan sumpah prajurit dan sapta marga. &amp;ldquo;Insiden seperti ini sangat memalukan dan mencoreng citra TNI yang seharusya menjadi pelindung rakyat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mayjen (Purn) TNI itu menyampaikan keprihatinan mendalam untuk warga Desa Selamat dan turut berduka atas korban meninggal dan luka-luka yang disebabkan oleh penyerangan oknum-oknum TNI.&#13;
&#13;
Panglima Kodam I/Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan harus menindak tegas para pelaku penyerangan. &amp;nbsp;Menurutnya, permintaan maaf saja tidak cukup atas perbuatan yang telah dilakukan para oknum personel Yon Armed-2/KS Medan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Permintaan maaf saja tidak cukup! Panglima Kodam harus mengambil tindakan keras kepada prajurit yang terlibat dalam serangan kepada warga,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Letjan M Hasan diketahui telah mendatangi Desa Selamat dan meminta maaf kepada warga atas peristiwa tersebut. Setidaknya, ada sekitar 33 prajurit TNI yang terlibat sebagaimana dikonfirmasi oleh Kodam I/BB. Saat ini, mereka juga sudah diperiksa di Pomdam I Bukit Barisan.&#13;
&#13;
TB Hasanuddin juga meminta Pomdam I Bukit Barisan mendalami motif penyerangan. &amp;quot;Kalau perlu beri hukuman keras kepada para Komandan Pleton, Komandan Kompi, dan Komandan Batalyon karena telah melakukan pembiaran terhadap kekerasan yang dilakukan prajuritnya,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, puluhan personel TNI dari Yon Armed-2/KS Medan melakukan penyerangan ke Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Deliserdang, Sumatera Utara pada Jumat 8 November tengah malam. Warga bernama Raden Barus (60) tewas dan belasan orang lainnya terluka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
