<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengerikan! 80 Ribu Anak di Bawah Usia 10 Tahun Terpapar Judi Online</title><description>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan ada 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun yang terpapar judi online.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084903/mengerikan-80-ribu-anak-di-bawah-usia-10-tahun-terpapar-judi-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084903/mengerikan-80-ribu-anak-di-bawah-usia-10-tahun-terpapar-judi-online"/><item><title>Mengerikan! 80 Ribu Anak di Bawah Usia 10 Tahun Terpapar Judi Online</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084903/mengerikan-80-ribu-anak-di-bawah-usia-10-tahun-terpapar-judi-online</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/12/337/3084903/mengerikan-80-ribu-anak-di-bawah-usia-10-tahun-terpapar-judi-online</guid><pubDate>Selasa 12 November 2024 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/12/337/3084903/menkomdigi_meutya_hafid-ehbm_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menkomdigi, Meutya Hafid</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/12/337/3084903/menkomdigi_meutya_hafid-ehbm_large.JPG</image><title>Menkomdigi, Meutya Hafid</title></images><description>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan ada 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun yang terpapar judi online. Anak-anak tersebut kata dia, terpapar judol melalui games di handphone.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri acara edukasi dan pelatihan literasi digital dengan Tema &amp;quot;Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (12/11/2024) bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena sekarang, tadi kalau datanya di bawah 19 tahun ada 200 ribu yang terlibat. Di bawah 10 tahun ada kurang lebih 80 ribu. Dia pakai akun-akun orang tuanya. Bisa mengakses biasanya lewat games,&amp;rdquo; kata Meutya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya menjelaskan bahwa Kementerian tidak bisa menjangkau sendiri melakukan pengawasan terhadap anak-anak dari judi online. Ia pun meminta orang tua turut mengawasi anaknya saat mengakses handphone.&#13;
&#13;
Meutya menyebut siapa saja bisa terlibat judol, tanpa memandang apa pekerjaannya. Menurut dia, orang tua harus berperan penting dalam pertumbuhan anak- anak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sebutkan aja supaya adil ya, mulai dari karyawan, pengusaha. Jadi orang mampu juga banyak. Kemudian pedagang, pelajar, dan yang terakhir mohon maaf, Ibu rumah tangga,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada siapapun yang masih terlibat dalam praktik judi online tersebut untuk segera berhenti.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan ada 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun yang terpapar judi online. Anak-anak tersebut kata dia, terpapar judol melalui games di handphone.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri acara edukasi dan pelatihan literasi digital dengan Tema &amp;quot;Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (12/11/2024) bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena sekarang, tadi kalau datanya di bawah 19 tahun ada 200 ribu yang terlibat. Di bawah 10 tahun ada kurang lebih 80 ribu. Dia pakai akun-akun orang tuanya. Bisa mengakses biasanya lewat games,&amp;rdquo; kata Meutya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya menjelaskan bahwa Kementerian tidak bisa menjangkau sendiri melakukan pengawasan terhadap anak-anak dari judi online. Ia pun meminta orang tua turut mengawasi anaknya saat mengakses handphone.&#13;
&#13;
Meutya menyebut siapa saja bisa terlibat judol, tanpa memandang apa pekerjaannya. Menurut dia, orang tua harus berperan penting dalam pertumbuhan anak- anak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sebutkan aja supaya adil ya, mulai dari karyawan, pengusaha. Jadi orang mampu juga banyak. Kemudian pedagang, pelajar, dan yang terakhir mohon maaf, Ibu rumah tangga,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada siapapun yang masih terlibat dalam praktik judi online tersebut untuk segera berhenti.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
