<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Nusron Bilang 60% Kasus Sengketa Tanah Libatkan Oknum Internal ATR/BPN</title><description>Menteru ATR/BPN Nusron Wahid menyebut setiap ada persoalan sengketa tanah, 60 persen pasti melibatkan oknum internal di kementeriannya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085623/menteri-nusron-bilang-60-kasus-sengketa-tanah-libatkan-oknum-internal-atr-bpn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085623/menteri-nusron-bilang-60-kasus-sengketa-tanah-libatkan-oknum-internal-atr-bpn"/><item><title>Menteri Nusron Bilang 60% Kasus Sengketa Tanah Libatkan Oknum Internal ATR/BPN</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085623/menteri-nusron-bilang-60-kasus-sengketa-tanah-libatkan-oknum-internal-atr-bpn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085623/menteri-nusron-bilang-60-kasus-sengketa-tanah-libatkan-oknum-internal-atr-bpn</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/337/3085623/menteri_nusron_wahid-VtGp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Nusron Wahid bilang kasus sengketa tanah 60 persen libatkan oknum ATR/BPN (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/337/3085623/menteri_nusron_wahid-VtGp_large.jpg</image><title>Menteri Nusron Wahid bilang kasus sengketa tanah 60 persen libatkan oknum ATR/BPN (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid menyebut setiap ada persoalan sengketa tanah, 60 persen pasti melibatkan oknum internal di kementeriannya.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Nusron dalam sambutannya di rapat koordinasi pencegahan dan penyelesaian Tindak Pidana pertahanan tahun 2024 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon maaf kami sampaikan di forum ini supaya menjadi warning dan hati-hati, setiap sengketa dan masalah pertanahan. 60 persen sekali lagi, setiap sengketa dan konflik pertanahan, 60 persen pasti melibatkan oknum internal dalam diri ATR/BPN,&amp;quot; kata Nusron.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, kata dia, jika ingin melakukan pemberantasan mafia tanah, selain bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain, Nusron meminta jajarannya juga harus memperkuat, memperbaiki sistem dan peningkatan kapabilitas, serta integritas sumber daya manusia dari internal BPN itu sendiri.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nusron mengungkap 40 persen lainnnya yang terlibat dalam persoalan sengketa tanah berasal dari eksternal. 30 persen di antaranya merupakan komponen pemborong-pemborong tanah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian 10 persennya itu adalah variabel-variabel pendukung, seperti variabel oknum kepala desa, oknum notaris, oknum PPAT, kemudian oknum-oknum yang lain termasuk oknum-oknum Bimantara. Bimantara itu singkatan dari bisnis maklar dan perantara. Atau PERMATA, Persatuan Maeklar Tanah. Nah, itu juga pasti terlibat di dalam elemen-elemen itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid menyebut setiap ada persoalan sengketa tanah, 60 persen pasti melibatkan oknum internal di kementeriannya.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Nusron dalam sambutannya di rapat koordinasi pencegahan dan penyelesaian Tindak Pidana pertahanan tahun 2024 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon maaf kami sampaikan di forum ini supaya menjadi warning dan hati-hati, setiap sengketa dan masalah pertanahan. 60 persen sekali lagi, setiap sengketa dan konflik pertanahan, 60 persen pasti melibatkan oknum internal dalam diri ATR/BPN,&amp;quot; kata Nusron.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, kata dia, jika ingin melakukan pemberantasan mafia tanah, selain bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain, Nusron meminta jajarannya juga harus memperkuat, memperbaiki sistem dan peningkatan kapabilitas, serta integritas sumber daya manusia dari internal BPN itu sendiri.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nusron mengungkap 40 persen lainnnya yang terlibat dalam persoalan sengketa tanah berasal dari eksternal. 30 persen di antaranya merupakan komponen pemborong-pemborong tanah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian 10 persennya itu adalah variabel-variabel pendukung, seperti variabel oknum kepala desa, oknum notaris, oknum PPAT, kemudian oknum-oknum yang lain termasuk oknum-oknum Bimantara. Bimantara itu singkatan dari bisnis maklar dan perantara. Atau PERMATA, Persatuan Maeklar Tanah. Nah, itu juga pasti terlibat di dalam elemen-elemen itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
