<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danpuspom TNI Sebut Belum Ada Tersangka dalam Kasus Penyerangan di Deli Serdang&amp;nbsp;</title><description>Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkapkan sebanyak 45 anggota TNI Yonarmed 2/KS Kodam I/Bukit Barisan diperiksa terkait kasus penyerangan warga sipil di Desa Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085703/danpuspom-tni-sebut-belum-ada-tersangka-dalam-kasus-penyerangan-di-deli-serdang-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085703/danpuspom-tni-sebut-belum-ada-tersangka-dalam-kasus-penyerangan-di-deli-serdang-nbsp"/><item><title>Danpuspom TNI Sebut Belum Ada Tersangka dalam Kasus Penyerangan di Deli Serdang&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085703/danpuspom-tni-sebut-belum-ada-tersangka-dalam-kasus-penyerangan-di-deli-serdang-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/14/337/3085703/danpuspom-tni-sebut-belum-ada-tersangka-dalam-kasus-penyerangan-di-deli-serdang-nbsp</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/337/3085703/danpuspom_tni_mayjen_tni_yusri_nuryanto-mUiZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto (foto: Okezone/Raka)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/337/3085703/danpuspom_tni_mayjen_tni_yusri_nuryanto-mUiZ_large.jpg</image><title>Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto (foto: Okezone/Raka)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkapkan sebanyak 45 anggota TNI Yonarmed 2/KS Kodam I/Bukit Barisan diperiksa terkait kasus penyerangan warga sipil di Desa Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Yusri mengatakan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kata Yusri, pihaknya sedang melakukan proses penyidikan pada puluhan anggota TNI yang diamankan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sedang proses pemeriksaan, penyidikan, jadi untuk penetapan tersangkanya masih belum tapi tingkatannya sudah tingkat penyidikan,&amp;quot; kata Yusri di Kantor Pusat DJBC, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yusri mengaku sudah mengamankan barang bukti. Namun barang bukti tersebut bukan berupa alat-alat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kalau barang bukti kan memang kebanyakan menggunakan tangan kosong. Engga ada (alat-alat),&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait tenggat waktu penyidikan, Yusri berharap dapat segera diselesaikan secara cepat. Sebab, katanya, pemeriksaan masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secepatnya. Karena ini marathon, jadi terus menerus Kodam 1 untuk melakukan pemeriksaan secara terus menerus,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, peristiwa penyerangan ini terjadi pada Jumat (8/11) silam. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya mengungkapkan bahwa kegiatan penyerangan itu dilatarbelakangi adanya geng motor yang kebut-kebutan berujung ditegur prajurit TNI.&#13;
&#13;
Teguran dari prajurit TNI saat itu ternyata tidak diindahkan dan justru menghasilkan adu mulut hingga perkelahian. Perkelahian kemudian kembali meluas menjadi perkelahian massal.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkapkan sebanyak 45 anggota TNI Yonarmed 2/KS Kodam I/Bukit Barisan diperiksa terkait kasus penyerangan warga sipil di Desa Selamat, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Yusri mengatakan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kata Yusri, pihaknya sedang melakukan proses penyidikan pada puluhan anggota TNI yang diamankan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sedang proses pemeriksaan, penyidikan, jadi untuk penetapan tersangkanya masih belum tapi tingkatannya sudah tingkat penyidikan,&amp;quot; kata Yusri di Kantor Pusat DJBC, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yusri mengaku sudah mengamankan barang bukti. Namun barang bukti tersebut bukan berupa alat-alat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kalau barang bukti kan memang kebanyakan menggunakan tangan kosong. Engga ada (alat-alat),&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait tenggat waktu penyidikan, Yusri berharap dapat segera diselesaikan secara cepat. Sebab, katanya, pemeriksaan masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secepatnya. Karena ini marathon, jadi terus menerus Kodam 1 untuk melakukan pemeriksaan secara terus menerus,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, peristiwa penyerangan ini terjadi pada Jumat (8/11) silam. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya mengungkapkan bahwa kegiatan penyerangan itu dilatarbelakangi adanya geng motor yang kebut-kebutan berujung ditegur prajurit TNI.&#13;
&#13;
Teguran dari prajurit TNI saat itu ternyata tidak diindahkan dan justru menghasilkan adu mulut hingga perkelahian. Perkelahian kemudian kembali meluas menjadi perkelahian massal.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
