<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Pilwalkot Bekasi: Elektabilitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe 55,7 Persen</title><description>Survei ini bertujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai preferensi politik dan persepsi warga Kota Bekasi menjelang Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/338/3085865/survei-pilwalkot-bekasi-elektabilitas-tri-adhianto-harris-bobihoe-55-7-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/14/338/3085865/survei-pilwalkot-bekasi-elektabilitas-tri-adhianto-harris-bobihoe-55-7-persen"/><item><title>Survei Pilwalkot Bekasi: Elektabilitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe 55,7 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/14/338/3085865/survei-pilwalkot-bekasi-elektabilitas-tri-adhianto-harris-bobihoe-55-7-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/14/338/3085865/survei-pilwalkot-bekasi-elektabilitas-tri-adhianto-harris-bobihoe-55-7-persen</guid><pubDate>Kamis 14 November 2024 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/14/338/3085865/ilustrasi-ACcv_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/14/338/3085865/ilustrasi-ACcv_large.jpeg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BEKASI - Indonesia Development Monitoring (IDM) baru-baru ini mengadakan survei untuk mengukur dukungan masyarakat Kota Bekasi terhadap tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koordinator Survei Heru Supriyatno menyatakan,&amp;nbsp;survei ini bertujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai preferensi politik dan persepsi warga Kota Bekasi menjelang Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Data survei ini diperoleh melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) dengan menggunakan aplikasi survei yang dirancang khusus. Sebanyak 1.800 responden dipilih secara acak dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling), memberikan margin of error (MoE) sekitar &amp;plusmn;2,31% dan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Survei dilaksanakan pada periode 2 hingga 11 November 2024,&amp;quot; kata Heru dalam keterangannya, Kamis (14/11/2024). Hasil survei menunjukkan preferensi politik masyarakat Kota Bekasi terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Ketika diberikan pertanyaan terbuka untuk memilih pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.&#13;
&#13;
Hasilnya, lanjut Heru, menunjukkan 48,7% responden memilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe, diikuti oleh 32,4% yang memilih pasangan Heri Koswara-Sholihin, dan 1,3% yang memilih pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 17,6% responden tidak memberikan pilihan atau memilih nama selain ketiga pasangan calon tersebut. Untuk menguji tingkat elektabilitas yang lebih terarah, responden diberikan pertanyaan tertutup melalui kuesioner dan kertas suara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika Pilkada Kota Bekasi diadakan hari ini, hasilnya menunjukkan bahwa pasangan nomor urut tiga, Tri Adhianto-Harris Bobihoe, dipilih oleh 55,7% responden. Pasangan nomor urut satu, Heri Koswara-Sholihin, dipilih oleh 36,1%, sedangkan pasangan nomor urut dua, Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni, dipilih oleh 1,6%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 6,6% responden memilih untuk tidak memberikan suara,&amp;quot; kata Heru.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Survei ini, lanjut Heru, juga mengukur tingkat kemantapan pilihan responden. Hasilnya, 89,7% dari pemilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe menyatakan mantap dengan pilihan mereka hingga hari pencoblosan, sementara 10,3% masih berpikir ulang.&#13;
&#13;
Dari pemilih pasangan Heri Koswara-Sholihin, sebanyak 73,7% mantap dengan pilihan mereka, sementara 16,3% masih berpikir ulang. Adapun 60,7% pemilih pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mantap dengan pilihan mereka, sementara 39,3% masih mempertimbangkan pilihan mereka.&#13;
&#13;
Heru mengungkapkan, ketika ditanya tentang pengetahuan mereka mengenai Pilkada, 57,8% responden menyatakan bahwa mereka menyadari adanya tiga pasangan calon yang akan berkompetisi di Pilkada Kota Bekasi 2024. Selain itu, 88,1% responden menyatakan akan memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).&#13;
&#13;
Terkait iklan kampanye, 77,4% responden mengaku lebih sering melihat iklan pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe, sementara 50,7% melihat iklan pasangan Heri Koswara-Sholihin, dan 5,7% melihat iklan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar responden (53,9%) mengaku pernah melihat iklan di jalan-jalan dari ketiga pasangan calon, sementara 46,1% tidak peduli dan tidak memperhatikan iklan-iklan tersebut,&amp;quot; kata Heru.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, sebanyak 49,8% responden mengetahui nama ketiga pasangan calon dari media sosial, sementara 50,2% mengaku tidak mengetahui sama sekali melalui media sosial. Ketika ditanya tentang kesan mereka terhadap iklan-iklan kampanye, 70,7% responden mengenal Tri Adhianto dengan baik dan positif, serta sering mendengar namanya sebagai Walikota Bekasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 13,3% responden mengenal Heri Koswara sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, 1,1% mengenal Uu Saeful Mikdar sebagai Kadis Pendidikan, dan 14,9% responden tidak mengenal ketiga pasangan tersebut. Dalam hal penilaian terhadap kemampuan pasangan calon dalam menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bekasi, 68,3% responden memilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe.&#13;
&#13;
Pasangan Heri Koswara-Sholihin hanya mendapatkan penilaian dari 24,6% responden, sedangkan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya mendapat penilaian dari 4,1% responden.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Heru, tingginya elektabilitas pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe berkorelasi positif dengan tingkat kepuasan masyarakat Kota Bekasi terhadap kinerja Tri Adhianto selama menjabat sebagai Wakil Walikota dan Walikota Bekasi dalam lima tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika ditanya tentang kepuasan mereka terhadap layanan pemerintah Kota Bekasi, 80,4% responden menyatakan puas, 13,4% tidak puas, dan 6,2% tidak memberikan jawaban,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>BEKASI - Indonesia Development Monitoring (IDM) baru-baru ini mengadakan survei untuk mengukur dukungan masyarakat Kota Bekasi terhadap tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koordinator Survei Heru Supriyatno menyatakan,&amp;nbsp;survei ini bertujuan untuk memberikan gambaran jelas mengenai preferensi politik dan persepsi warga Kota Bekasi menjelang Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Data survei ini diperoleh melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) dengan menggunakan aplikasi survei yang dirancang khusus. Sebanyak 1.800 responden dipilih secara acak dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling), memberikan margin of error (MoE) sekitar &amp;plusmn;2,31% dan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Survei dilaksanakan pada periode 2 hingga 11 November 2024,&amp;quot; kata Heru dalam keterangannya, Kamis (14/11/2024). Hasil survei menunjukkan preferensi politik masyarakat Kota Bekasi terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Ketika diberikan pertanyaan terbuka untuk memilih pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.&#13;
&#13;
Hasilnya, lanjut Heru, menunjukkan 48,7% responden memilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe, diikuti oleh 32,4% yang memilih pasangan Heri Koswara-Sholihin, dan 1,3% yang memilih pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 17,6% responden tidak memberikan pilihan atau memilih nama selain ketiga pasangan calon tersebut. Untuk menguji tingkat elektabilitas yang lebih terarah, responden diberikan pertanyaan tertutup melalui kuesioner dan kertas suara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika Pilkada Kota Bekasi diadakan hari ini, hasilnya menunjukkan bahwa pasangan nomor urut tiga, Tri Adhianto-Harris Bobihoe, dipilih oleh 55,7% responden. Pasangan nomor urut satu, Heri Koswara-Sholihin, dipilih oleh 36,1%, sedangkan pasangan nomor urut dua, Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni, dipilih oleh 1,6%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 6,6% responden memilih untuk tidak memberikan suara,&amp;quot; kata Heru.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Survei ini, lanjut Heru, juga mengukur tingkat kemantapan pilihan responden. Hasilnya, 89,7% dari pemilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe menyatakan mantap dengan pilihan mereka hingga hari pencoblosan, sementara 10,3% masih berpikir ulang.&#13;
&#13;
Dari pemilih pasangan Heri Koswara-Sholihin, sebanyak 73,7% mantap dengan pilihan mereka, sementara 16,3% masih berpikir ulang. Adapun 60,7% pemilih pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mantap dengan pilihan mereka, sementara 39,3% masih mempertimbangkan pilihan mereka.&#13;
&#13;
Heru mengungkapkan, ketika ditanya tentang pengetahuan mereka mengenai Pilkada, 57,8% responden menyatakan bahwa mereka menyadari adanya tiga pasangan calon yang akan berkompetisi di Pilkada Kota Bekasi 2024. Selain itu, 88,1% responden menyatakan akan memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).&#13;
&#13;
Terkait iklan kampanye, 77,4% responden mengaku lebih sering melihat iklan pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe, sementara 50,7% melihat iklan pasangan Heri Koswara-Sholihin, dan 5,7% melihat iklan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar responden (53,9%) mengaku pernah melihat iklan di jalan-jalan dari ketiga pasangan calon, sementara 46,1% tidak peduli dan tidak memperhatikan iklan-iklan tersebut,&amp;quot; kata Heru.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, sebanyak 49,8% responden mengetahui nama ketiga pasangan calon dari media sosial, sementara 50,2% mengaku tidak mengetahui sama sekali melalui media sosial. Ketika ditanya tentang kesan mereka terhadap iklan-iklan kampanye, 70,7% responden mengenal Tri Adhianto dengan baik dan positif, serta sering mendengar namanya sebagai Walikota Bekasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, 13,3% responden mengenal Heri Koswara sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, 1,1% mengenal Uu Saeful Mikdar sebagai Kadis Pendidikan, dan 14,9% responden tidak mengenal ketiga pasangan tersebut. Dalam hal penilaian terhadap kemampuan pasangan calon dalam menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bekasi, 68,3% responden memilih pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe.&#13;
&#13;
Pasangan Heri Koswara-Sholihin hanya mendapatkan penilaian dari 24,6% responden, sedangkan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya mendapat penilaian dari 4,1% responden.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Heru, tingginya elektabilitas pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe berkorelasi positif dengan tingkat kepuasan masyarakat Kota Bekasi terhadap kinerja Tri Adhianto selama menjabat sebagai Wakil Walikota dan Walikota Bekasi dalam lima tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika ditanya tentang kepuasan mereka terhadap layanan pemerintah Kota Bekasi, 80,4% responden menyatakan puas, 13,4% tidak puas, dan 6,2% tidak memberikan jawaban,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
