<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pungli Rutan KPK: Terdakwa Ternyata Sempat Menolak, tapi Goyah saat Ada Tahanan Tahu Lokasi Rumahnya</title><description>Terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan), Ramadan Ubaidillah mengaku sempat menolak untuk menerima uang dari tahanan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087021/pungli-rutan-kpk-terdakwa-ternyata-sempat-menolak-tapi-goyah-saat-ada-tahanan-tahu-lokasi-rumahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087021/pungli-rutan-kpk-terdakwa-ternyata-sempat-menolak-tapi-goyah-saat-ada-tahanan-tahu-lokasi-rumahnya"/><item><title>Pungli Rutan KPK: Terdakwa Ternyata Sempat Menolak, tapi Goyah saat Ada Tahanan Tahu Lokasi Rumahnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087021/pungli-rutan-kpk-terdakwa-ternyata-sempat-menolak-tapi-goyah-saat-ada-tahanan-tahu-lokasi-rumahnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087021/pungli-rutan-kpk-terdakwa-ternyata-sempat-menolak-tapi-goyah-saat-ada-tahanan-tahu-lokasi-rumahnya</guid><pubDate>Senin 18 November 2024 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/18/337/3087021/sidang_pungli_rutan_kpk-EWo4_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sidang Pungli Rutan KPK</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/18/337/3087021/sidang_pungli_rutan_kpk-EWo4_large.JPG</image><title>Sidang Pungli Rutan KPK</title></images><description>JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan), Ramadan Ubaidillah mengaku sempat menolak untuk menerima uang dari tahanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ramadan mengaku, salah satu penyebab pendiriannya goyang lantaran terdapat tahanan yang mengetahui jumlah anak dan lokasi tempat tinggalnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ia ungkapkan saat diperiksa sebagai Terdakwa dalam kasus tersebut bersama 14 Terdakwa lainnya, Senin (18/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awalnya, Jaksa mencecar Ubaidillah perihal penunjukan dirinya sebagai lurah atau pengumpul uang dari para tahanan KPK di rutan Cabang C1.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum disampaikan juga kenapa saudara mau menjadi lurah pada saat itu, awal-awal saudara masuk kan saudara sempat tidak mau terima terkait dengan uang-uang ini?,&amp;quot; tanya Jaksa di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas, Ubaidillah menjelaskan, dirinya merupakan satpam KPK yang kemudian diangkat menjadi ASN Lembaga Antirasuah. Akan hal itu, ia mengaku hanya bisa tunduk atas apa yang diperintah pimpinannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu ketika saya masuk di rutan sendiri pun pertama kita serba salah Pak, kita ini paling bawah, kita menjaga tahanan dan notabene itu tahanannya bukan orang biasa,&amp;quot; kata Ubaidillah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengaku, adanya intervensi dari tahanan lantaran dirinya tidak mau menerima uang pungli tersebut. Intervensi itu ditujukan dengan mengaitkan keluarganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya dari awal ga mau terima, tapi sudah saya sampaikan di BAP dalam beberapa bentuk intervensi dari tahanan, dari yang awalnya tiba-tiba mereka nawarin saya mau digaji 3x lipat, juga tiba-tiba di kemudian di kemudian hari tiba-tiba seorang tahanan (bilang) saya punya anak dua saya tinggal di mana,&amp;quot; ukar Ubaidillah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku heran dengan pengetahuan tahanan yang tidak ia sebutkan namanya itu. Ia pun kemudian menelusuri asal muasal pengetahuan tahanan terkait keluarganya kepada para senior.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba ada seorang tahanan bisa sebut anak saya dua, saya tinggal di mana, itu dari kalau menurut senior-senior saya, mereka bilang &amp;#39;mereka itu bukan orang sembarangan, walaupun mereka si dalam, di luar orangnya banyak&amp;#39;,&amp;quot; tutur Ubaidillah menirukan apa yang disampaikan seniornya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas hal tersebut, ia mengaku berpikir dua kali jika menolak uang pungli yang sudah menjadi tradisi di rutan KPK itu. Pasalnya, ia mengklaim mengkhawatirkan keselamatan keluarga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari situ saya merasa bahwa wah, mungkin ya Pak izin, kalau saya seorang laki-laki kalau buat diri saya sendiri tidak akan takut, tapi ketika sudah berbicara soal keluarga, itu saya harus mikir seribu kali untuk melawan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan), Ramadan Ubaidillah mengaku sempat menolak untuk menerima uang dari tahanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ramadan mengaku, salah satu penyebab pendiriannya goyang lantaran terdapat tahanan yang mengetahui jumlah anak dan lokasi tempat tinggalnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ia ungkapkan saat diperiksa sebagai Terdakwa dalam kasus tersebut bersama 14 Terdakwa lainnya, Senin (18/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awalnya, Jaksa mencecar Ubaidillah perihal penunjukan dirinya sebagai lurah atau pengumpul uang dari para tahanan KPK di rutan Cabang C1.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum disampaikan juga kenapa saudara mau menjadi lurah pada saat itu, awal-awal saudara masuk kan saudara sempat tidak mau terima terkait dengan uang-uang ini?,&amp;quot; tanya Jaksa di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas, Ubaidillah menjelaskan, dirinya merupakan satpam KPK yang kemudian diangkat menjadi ASN Lembaga Antirasuah. Akan hal itu, ia mengaku hanya bisa tunduk atas apa yang diperintah pimpinannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu ketika saya masuk di rutan sendiri pun pertama kita serba salah Pak, kita ini paling bawah, kita menjaga tahanan dan notabene itu tahanannya bukan orang biasa,&amp;quot; kata Ubaidillah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengaku, adanya intervensi dari tahanan lantaran dirinya tidak mau menerima uang pungli tersebut. Intervensi itu ditujukan dengan mengaitkan keluarganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya dari awal ga mau terima, tapi sudah saya sampaikan di BAP dalam beberapa bentuk intervensi dari tahanan, dari yang awalnya tiba-tiba mereka nawarin saya mau digaji 3x lipat, juga tiba-tiba di kemudian di kemudian hari tiba-tiba seorang tahanan (bilang) saya punya anak dua saya tinggal di mana,&amp;quot; ukar Ubaidillah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengaku heran dengan pengetahuan tahanan yang tidak ia sebutkan namanya itu. Ia pun kemudian menelusuri asal muasal pengetahuan tahanan terkait keluarganya kepada para senior.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba ada seorang tahanan bisa sebut anak saya dua, saya tinggal di mana, itu dari kalau menurut senior-senior saya, mereka bilang &amp;#39;mereka itu bukan orang sembarangan, walaupun mereka si dalam, di luar orangnya banyak&amp;#39;,&amp;quot; tutur Ubaidillah menirukan apa yang disampaikan seniornya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas hal tersebut, ia mengaku berpikir dua kali jika menolak uang pungli yang sudah menjadi tradisi di rutan KPK itu. Pasalnya, ia mengklaim mengkhawatirkan keselamatan keluarga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari situ saya merasa bahwa wah, mungkin ya Pak izin, kalau saya seorang laki-laki kalau buat diri saya sendiri tidak akan takut, tapi ketika sudah berbicara soal keluarga, itu saya harus mikir seribu kali untuk melawan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
