<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fit and Proper Test, Capim KPK Setyo Budianto Sebut OTT Tetap Diperlukan Tapi Selektif</title><description>Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budianto menganggap operasi tangkap tangan (OTT) masih diperlukan oleh lembaga antirasuah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087036/fit-and-proper-test-capim-kpk-setyo-budianto-sebut-ott-tetap-diperlukan-tapi-selektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087036/fit-and-proper-test-capim-kpk-setyo-budianto-sebut-ott-tetap-diperlukan-tapi-selektif"/><item><title>Fit and Proper Test, Capim KPK Setyo Budianto Sebut OTT Tetap Diperlukan Tapi Selektif</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087036/fit-and-proper-test-capim-kpk-setyo-budianto-sebut-ott-tetap-diperlukan-tapi-selektif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/18/337/3087036/fit-and-proper-test-capim-kpk-setyo-budianto-sebut-ott-tetap-diperlukan-tapi-selektif</guid><pubDate>Senin 18 November 2024 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/18/337/3087036/kpk-T1FK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capim KPK Setyo Budianto jalani fit and proper test (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/18/337/3087036/kpk-T1FK_large.jpg</image><title>Capim KPK Setyo Budianto jalani fit and proper test (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budianto menganggap operasi tangkap tangan (OTT) masih diperlukan oleh lembaga antirasuah. Namun, operasi senyap itu harus dilakukan secara selektif.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Setyo saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024).&#13;
&#13;
Setyo menilai, OTT masih diperlukan dalam menjalankan tugas penindakan KPK. Pasalnya, ia menilai, tindakan operasi senyap bisa menjadi pintu masuk untuk mengungakp perkara besar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut kami, OTT itu masih diperlukan. Karena kenapa diperlukan, OTT adalah pintu masuk terhadap perkara-perkara yang diperlukan untuk bisa membuka perkara yang lebih besar,&amp;quot; tutur Setyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati demikian, Setyo menilai OTT tak perlu sering dilakukan. Kalau pun dilakukan, Operasi senyap harus selektif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang, OTT ini tidak perlu harus banyak, betul-betul selektif, prioritas, tetapi masih diperlukan untuk saat ini. Betul-betul selektif, prioritas,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia berkata, selektifnya OTT ditujukan untuk mengantisipasi adanya tersangka yang mengajukan praperadilan. Untuk itu, ia menilai, kegiatan OTT harus dilakukan selektif dan secara rigid dan tak timbulkan permasalahanan ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilaksanakan secara rigid, secara bersih tanpa melakukan hal-hal yang meminimalisir, tidak ada hal-hal yang menimbulkan risiko, tetapi menimbulkan, bisa membuka permasalahan atau perkara-perkara yang lebih besar lagi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan ini diharapkan bisa membuka perkara yang bisa dikatakan nanti big fish lah kira-kira seperti itu,&amp;quot; tandas Setyo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budianto menganggap operasi tangkap tangan (OTT) masih diperlukan oleh lembaga antirasuah. Namun, operasi senyap itu harus dilakukan secara selektif.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Setyo saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024).&#13;
&#13;
Setyo menilai, OTT masih diperlukan dalam menjalankan tugas penindakan KPK. Pasalnya, ia menilai, tindakan operasi senyap bisa menjadi pintu masuk untuk mengungakp perkara besar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut kami, OTT itu masih diperlukan. Karena kenapa diperlukan, OTT adalah pintu masuk terhadap perkara-perkara yang diperlukan untuk bisa membuka perkara yang lebih besar,&amp;quot; tutur Setyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati demikian, Setyo menilai OTT tak perlu sering dilakukan. Kalau pun dilakukan, Operasi senyap harus selektif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang, OTT ini tidak perlu harus banyak, betul-betul selektif, prioritas, tetapi masih diperlukan untuk saat ini. Betul-betul selektif, prioritas,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia berkata, selektifnya OTT ditujukan untuk mengantisipasi adanya tersangka yang mengajukan praperadilan. Untuk itu, ia menilai, kegiatan OTT harus dilakukan selektif dan secara rigid dan tak timbulkan permasalahanan ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilaksanakan secara rigid, secara bersih tanpa melakukan hal-hal yang meminimalisir, tidak ada hal-hal yang menimbulkan risiko, tetapi menimbulkan, bisa membuka permasalahan atau perkara-perkara yang lebih besar lagi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan ini diharapkan bisa membuka perkara yang bisa dikatakan nanti big fish lah kira-kira seperti itu,&amp;quot; tandas Setyo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
