<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! ABG Perempuan 14 Tahun Tewas Gantung Diri, Kirim Pesan Mengharukan ke Ayahnya</title><description>Peristiwa ini menggemparkan warga di Kabupaten Kolaka Utara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/20/340/3087889/tragis-abg-perempuan-14-tahun-tewas-gantung-diri-kirim-pesan-mengharukan-ke-ayahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/20/340/3087889/tragis-abg-perempuan-14-tahun-tewas-gantung-diri-kirim-pesan-mengharukan-ke-ayahnya"/><item><title>Tragis! ABG Perempuan 14 Tahun Tewas Gantung Diri, Kirim Pesan Mengharukan ke Ayahnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/20/340/3087889/tragis-abg-perempuan-14-tahun-tewas-gantung-diri-kirim-pesan-mengharukan-ke-ayahnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/20/340/3087889/tragis-abg-perempuan-14-tahun-tewas-gantung-diri-kirim-pesan-mengharukan-ke-ayahnya</guid><pubDate>Rabu 20 November 2024 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muh Rusli</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/20/340/3087889/viral-Hj8X_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ABG Perempuan 14 Tahun Tewas Gantung Diri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/20/340/3087889/viral-Hj8X_large.jpg</image><title>ABG Perempuan 14 Tahun Tewas Gantung Diri</title></images><description>KOLAKA UTARA - &amp;nbsp;Seorang ABG perempuan berusia 14 tahun inisial T &amp;nbsp;ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (20/11/2024). Peristiwa ini menggemparkan warga di Kabupaten Kolaka Utara.&#13;
&#13;
Sebelum ditemukan meregang nyawa, korban sempat berpesan ke rekan kerjanya untuk disampaikan ke ayahnya.&#13;
&#13;
Humas Polres Kolut, Aipda Arif Afandi mengatakan remaja tersebut dijumpai tewas tergantung pada pukul 04.30 Wita oleh rekan sekamarnya bernama Muli. Keduanya tidur bersama dalam satu kamar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban diduga gantung diri disaat orang-orang di rumah tersebut telah tertidur,&amp;quot; ujar Aipda Arif Afandi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskan, pada Selasa malam (19/11) sekira pukul 20.00 Wita, korban masuk ke kamar tidak lama setelah Muli mendahuluinya. Tidak ada hal yang dianggap mencurigakan hingga keduanya tertidur.&#13;
&#13;
Namun pada pukul 04.30 Wita dini hari, Muli yang terbangun dikagetkan dengan penampakan jasad T di hadapannya yang telah tergantung. Lehernya terlilit kaim hitam yang disambung dengan tali nilon menggantung ke rangka atap rumahnya.&#13;
&#13;
Muli yang syok bergegas berlari keluar kamar dan memanggil orangtua T.&amp;nbsp; Setelah menyaksikan jasad korban, mereka bergegas meminta tolong ke tetangganya dan melaporkan kejadian itu ke Bhabinkamtibmas Desa Katoi, Bribpka Rahmatullah.&#13;
&#13;
Personel Polres Kolut yang tiba di lokasi segera melakukan pengecekan dan memastikan T telah meninggal. Pihak berwajib tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga murni bunuh diri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan keterangan ayah korban yakni Suleman, anaknya punya riwayat sakit perut dan tak tahan jika sakitnya kambuh,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu berdasarkan keterangan dari rekan kerja korban yakni Maya, T telah berpesan kepadanya jika ia meninggal agar meminta tolong untuk disampaikan ke ayahnya supaya kembali akur dengan tantenya.&#13;
&#13;
Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas pada pukul 07.25 Wita untuk dilakukan visum. Akan tetapi pihak keluarga T menolak untuk diotopsi dan menerimah atas kepergian remaja malang tersebut. &amp;quot;Barang bukti telah dikumpulkan dan jenazah T dikebumikan,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>KOLAKA UTARA - &amp;nbsp;Seorang ABG perempuan berusia 14 tahun inisial T &amp;nbsp;ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (20/11/2024). Peristiwa ini menggemparkan warga di Kabupaten Kolaka Utara.&#13;
&#13;
Sebelum ditemukan meregang nyawa, korban sempat berpesan ke rekan kerjanya untuk disampaikan ke ayahnya.&#13;
&#13;
Humas Polres Kolut, Aipda Arif Afandi mengatakan remaja tersebut dijumpai tewas tergantung pada pukul 04.30 Wita oleh rekan sekamarnya bernama Muli. Keduanya tidur bersama dalam satu kamar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban diduga gantung diri disaat orang-orang di rumah tersebut telah tertidur,&amp;quot; ujar Aipda Arif Afandi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskan, pada Selasa malam (19/11) sekira pukul 20.00 Wita, korban masuk ke kamar tidak lama setelah Muli mendahuluinya. Tidak ada hal yang dianggap mencurigakan hingga keduanya tertidur.&#13;
&#13;
Namun pada pukul 04.30 Wita dini hari, Muli yang terbangun dikagetkan dengan penampakan jasad T di hadapannya yang telah tergantung. Lehernya terlilit kaim hitam yang disambung dengan tali nilon menggantung ke rangka atap rumahnya.&#13;
&#13;
Muli yang syok bergegas berlari keluar kamar dan memanggil orangtua T.&amp;nbsp; Setelah menyaksikan jasad korban, mereka bergegas meminta tolong ke tetangganya dan melaporkan kejadian itu ke Bhabinkamtibmas Desa Katoi, Bribpka Rahmatullah.&#13;
&#13;
Personel Polres Kolut yang tiba di lokasi segera melakukan pengecekan dan memastikan T telah meninggal. Pihak berwajib tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga murni bunuh diri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan keterangan ayah korban yakni Suleman, anaknya punya riwayat sakit perut dan tak tahan jika sakitnya kambuh,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu berdasarkan keterangan dari rekan kerja korban yakni Maya, T telah berpesan kepadanya jika ia meninggal agar meminta tolong untuk disampaikan ke ayahnya supaya kembali akur dengan tantenya.&#13;
&#13;
Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas pada pukul 07.25 Wita untuk dilakukan visum. Akan tetapi pihak keluarga T menolak untuk diotopsi dan menerimah atas kepergian remaja malang tersebut. &amp;quot;Barang bukti telah dikumpulkan dan jenazah T dikebumikan,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
