<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadiri Pelatihan Kurikulum Merdeka Guru Paud, Wamen PPA: Kita Butuh SDM yang Kuat!</title><description>Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan mendorong agar seluruh guru-guru PAUD memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/21/337/3088354/hadiri-pelatihan-kurikulum-merdeka-guru-paud-wamen-ppa-kita-butuh-sdm-yang-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/21/337/3088354/hadiri-pelatihan-kurikulum-merdeka-guru-paud-wamen-ppa-kita-butuh-sdm-yang-kuat"/><item><title>Hadiri Pelatihan Kurikulum Merdeka Guru Paud, Wamen PPA: Kita Butuh SDM yang Kuat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/21/337/3088354/hadiri-pelatihan-kurikulum-merdeka-guru-paud-wamen-ppa-kita-butuh-sdm-yang-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/21/337/3088354/hadiri-pelatihan-kurikulum-merdeka-guru-paud-wamen-ppa-kita-butuh-sdm-yang-kuat</guid><pubDate>Kamis 21 November 2024 22:41 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/21/337/3088354/wakil_menteri_ppa_veronica_tan-EUiM_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Menteri PPA Veronica Tan (foto: Okezone/Riyan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/21/337/3088354/wakil_menteri_ppa_veronica_tan-EUiM_large.JPG</image><title>Wakil Menteri PPA Veronica Tan (foto: Okezone/Riyan)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan mendorong agar seluruh guru-guru PAUD memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi, untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak usia dini.&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan di kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Peningkatan Kompetisi Guru Paud di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan Kamis (21/11/2024).&#13;
&#13;
Veronica menilai, pelatihan terhadap guru-guru PAUD itu perlu terus dilakukan. Sebab, kata dia, saat ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih dan kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini, menurut saya inilah sebuah gerakan yang harus kita lakukan. Karena kita butuh SDM-SDM yang kuat, kita butuh guru-guru yang dipenuhi akal budi dan hati,&amp;rdquo; kata Veronica dalam sambutannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Veronica menuturkan, guru Paud harus terus berinovasi, memiliki ide dan kreatifitas yang nantinya akan berikan kepada anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi tidak lupa hal yang kedua, yang dilakukan oleh Kemendikbud, buat lah anak-anak ini kurikulum yang Pancasila, kurikulum yang Bhineka Tunggal Ika, kurikulum kebersamaan, kurikulum persatuan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Veronica menjelaskan, di kurikulum Merdeka untuk Paud guru dibebaskan untuk mengambil metode sendirinya dalam mengajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurikulum merdeka ini kurikulum 2 arah ya, jadi bukan kurikulum yang top down lagi, si ibu-ibu guru boleh punya ide-ide kreatif, tapi yang paling penting Pancasila, yang paling penting akhlak, paling penting nilai-nilai itu semua masuk di dalam value nilai kurikulum ini juga,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Guru Paud, lanjut dia diharapkan dapat memunculkan inovasi-inovasi seperti memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekelilingnya lalu kemudian di daur ulang. Seperti mengambil tema pembelajaran tentang perkebunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau tema apa di create dengan bahan-bahan lingkungan yang ada sehingga tercapai kata-kata, bahasa, matematik, sosial atau apapun yang mereka capai tetap sama tapi dengan inovasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan mendorong agar seluruh guru-guru PAUD memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi, untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak usia dini.&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan di kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Peningkatan Kompetisi Guru Paud di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan Kamis (21/11/2024).&#13;
&#13;
Veronica menilai, pelatihan terhadap guru-guru PAUD itu perlu terus dilakukan. Sebab, kata dia, saat ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih dan kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini, menurut saya inilah sebuah gerakan yang harus kita lakukan. Karena kita butuh SDM-SDM yang kuat, kita butuh guru-guru yang dipenuhi akal budi dan hati,&amp;rdquo; kata Veronica dalam sambutannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Veronica menuturkan, guru Paud harus terus berinovasi, memiliki ide dan kreatifitas yang nantinya akan berikan kepada anak-anak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi tidak lupa hal yang kedua, yang dilakukan oleh Kemendikbud, buat lah anak-anak ini kurikulum yang Pancasila, kurikulum yang Bhineka Tunggal Ika, kurikulum kebersamaan, kurikulum persatuan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Veronica menjelaskan, di kurikulum Merdeka untuk Paud guru dibebaskan untuk mengambil metode sendirinya dalam mengajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurikulum merdeka ini kurikulum 2 arah ya, jadi bukan kurikulum yang top down lagi, si ibu-ibu guru boleh punya ide-ide kreatif, tapi yang paling penting Pancasila, yang paling penting akhlak, paling penting nilai-nilai itu semua masuk di dalam value nilai kurikulum ini juga,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Guru Paud, lanjut dia diharapkan dapat memunculkan inovasi-inovasi seperti memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekelilingnya lalu kemudian di daur ulang. Seperti mengambil tema pembelajaran tentang perkebunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau tema apa di create dengan bahan-bahan lingkungan yang ada sehingga tercapai kata-kata, bahasa, matematik, sosial atau apapun yang mereka capai tetap sama tapi dengan inovasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
