<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Kerusuhan di Papua Selatan: Gedung DPRD Dijarah, BKSDM Dibakar Massa</title><description>Gedung DPRD dijarah massa hingga Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dibakar di Papua Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/22/337/3088255/5-fakta-kerusuhan-di-papua-selatan-gedung-dprd-dijarah-bksdm-dibakar-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/22/337/3088255/5-fakta-kerusuhan-di-papua-selatan-gedung-dprd-dijarah-bksdm-dibakar-massa"/><item><title>5 Fakta Kerusuhan di Papua Selatan: Gedung DPRD Dijarah, BKSDM Dibakar Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/22/337/3088255/5-fakta-kerusuhan-di-papua-selatan-gedung-dprd-dijarah-bksdm-dibakar-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/22/337/3088255/5-fakta-kerusuhan-di-papua-selatan-gedung-dprd-dijarah-bksdm-dibakar-massa</guid><pubDate>Jum'at 22 November 2024 05:52 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/21/337/3088255/kerusuhan_di_papua_selatan-z4eW_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kerusuhan di Papua Selatan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/21/337/3088255/kerusuhan_di_papua_selatan-z4eW_large.JPG</image><title>Kerusuhan di Papua Selatan</title></images><description>PAPUA &amp;ndash; Gedung DPRD dijarah massa hingga Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dibakar di Papua Selatan.&#13;
&#13;
Berikut fakta yang berhasil dihimpun:&#13;
&#13;
1. Kecewa Tes CPNS&#13;
&#13;
Aksi pembakaran ini buntut kekecewaan hasil seleksi Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) yang dinilai tidak transparan dan tak berpihak ke orang asli Papua (OAP).&#13;
&#13;
Massa berkumpul dan meluapkan kekecewaan lalu membakar bangunan Kantor BKSDM Mappi. Aparat TNI-Polri yang berada di lokasi tidak mampu berbuat banyak untuk menghalau massa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kerusuhan di Papua Selatan&#13;
&#13;
Sebelum membakar Kantor BKSDM Mappi, massa juga menghancurkan Kantor DPRD Mappi dan fasilitas Taman Mappi Bangkit serta videotron yang berdekatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain membakar Kantor BKSDM, massa menjarah sejumlah barang elektronik milik DPRD Mappi.&#13;
&#13;
3. Seleksi CPNS Disebut Tidak Berpihak&#13;
&#13;
Natalis Yero salah satu pelamar CPNS mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Dia mengatakan, kerusuhan dipicu kekecewaan massa atas hasil seleksi CPNS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka menilai seleksi CPNS tidak transparan dan tidak berpihak pada OAP, yang merupakan putra-putri asli Kabupaten Mappi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terjadi ini karena kekecewaan saudara-saudara soal hasil seleksi CPNS,&amp;quot; ujar Natalis, dikutip Kamis (21/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Tak Ada Nilai Standar&#13;
&#13;
Natalis menjelaskan tidak ada nilai standar antara pelamar lulusan SMA maupun sarjana saat tes CPNS di Papua Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada SMA yang nilainya 300 tidak, sedangkan sarjana nilai 100 lulus. Seharusnya ada ambang batas jadi saudara-saudara ini mengerti,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kekecewaan juga diluapkan pelama CPNS lainnya Maksi Tokiyo. Sebab dia menilai hasil seleksi tidak adil bagi orang Papua, warga Mappi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sarjana yang dapat kuotanya bukan asli Mappi tapi orang luar,&amp;quot; kata Maksi Tokiyo.&#13;
&#13;
5. Kepala Daerah Diminta Bertanggung Jawab&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, massa meminta kepala daerah untuk bertanggungjawab. Sebab hasil seleksi CPNS ini merugikan orang asli Papua.&#13;
&#13;
Massa mengancam jika tidak dapat bertemu dengan penjabat bupati dan diberi penjelasan secara transparan, akan kembali melakukan aksi turun ke jalan hingga mengancam akan membakar Bandara Kepi Kabupaten Mappi.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA &amp;ndash; Gedung DPRD dijarah massa hingga Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) dibakar di Papua Selatan.&#13;
&#13;
Berikut fakta yang berhasil dihimpun:&#13;
&#13;
1. Kecewa Tes CPNS&#13;
&#13;
Aksi pembakaran ini buntut kekecewaan hasil seleksi Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) yang dinilai tidak transparan dan tak berpihak ke orang asli Papua (OAP).&#13;
&#13;
Massa berkumpul dan meluapkan kekecewaan lalu membakar bangunan Kantor BKSDM Mappi. Aparat TNI-Polri yang berada di lokasi tidak mampu berbuat banyak untuk menghalau massa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kerusuhan di Papua Selatan&#13;
&#13;
Sebelum membakar Kantor BKSDM Mappi, massa juga menghancurkan Kantor DPRD Mappi dan fasilitas Taman Mappi Bangkit serta videotron yang berdekatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain membakar Kantor BKSDM, massa menjarah sejumlah barang elektronik milik DPRD Mappi.&#13;
&#13;
3. Seleksi CPNS Disebut Tidak Berpihak&#13;
&#13;
Natalis Yero salah satu pelamar CPNS mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Dia mengatakan, kerusuhan dipicu kekecewaan massa atas hasil seleksi CPNS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka menilai seleksi CPNS tidak transparan dan tidak berpihak pada OAP, yang merupakan putra-putri asli Kabupaten Mappi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terjadi ini karena kekecewaan saudara-saudara soal hasil seleksi CPNS,&amp;quot; ujar Natalis, dikutip Kamis (21/11/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Tak Ada Nilai Standar&#13;
&#13;
Natalis menjelaskan tidak ada nilai standar antara pelamar lulusan SMA maupun sarjana saat tes CPNS di Papua Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada SMA yang nilainya 300 tidak, sedangkan sarjana nilai 100 lulus. Seharusnya ada ambang batas jadi saudara-saudara ini mengerti,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kekecewaan juga diluapkan pelama CPNS lainnya Maksi Tokiyo. Sebab dia menilai hasil seleksi tidak adil bagi orang Papua, warga Mappi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sarjana yang dapat kuotanya bukan asli Mappi tapi orang luar,&amp;quot; kata Maksi Tokiyo.&#13;
&#13;
5. Kepala Daerah Diminta Bertanggung Jawab&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, massa meminta kepala daerah untuk bertanggungjawab. Sebab hasil seleksi CPNS ini merugikan orang asli Papua.&#13;
&#13;
Massa mengancam jika tidak dapat bertemu dengan penjabat bupati dan diberi penjelasan secara transparan, akan kembali melakukan aksi turun ke jalan hingga mengancam akan membakar Bandara Kepi Kabupaten Mappi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
