<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sungai Citarum Meluap, 30 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Bandung</title><description>Puluhan ribu jiwa terdampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/25/525/3089476/sungai-citarum-meluap-30-ribu-jiwa-terdampak-banjir-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/25/525/3089476/sungai-citarum-meluap-30-ribu-jiwa-terdampak-banjir-di-bandung"/><item><title>Sungai Citarum Meluap, 30 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/25/525/3089476/sungai-citarum-meluap-30-ribu-jiwa-terdampak-banjir-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/25/525/3089476/sungai-citarum-meluap-30-ribu-jiwa-terdampak-banjir-di-bandung</guid><pubDate>Senin 25 November 2024 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/25/525/3089476/banjir-qYF0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin (Foto: Agi Ilman/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/25/525/3089476/banjir-qYF0_large.jpg</image><title>Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin (Foto: Agi Ilman/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Puluhan ribu jiwa terdampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir menerjang setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Citarum meluap.&#13;
&#13;
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, berdasarkan laporan sebanyak delapan kecamatan dan 30 kelurahan/desa terendam air, dengan sekitar 2.000 rumah terdampak. Paling terdampak yakni di Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot.&#13;
&#13;
&amp;quot;Total terdapat sekitar 12.000 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 30.000 jiwa yang terdampak,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (25/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Bey, bahwa evakuasi korban merupakan prioritas utama. Upaya penanganan bencana dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, Dinsos, Basarnas, TNI, dan Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, hanya ada satu korban yang terbawa arus namun tidak ada korban meninggal dunia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Terkait banjir yang melanda, Bey juga menyoroti masalah sampah yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya luapan Sungai Citarum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang ada, kapasitas sungai yang sudah tinggi, ditambah dengan adanya sampah, memperburuk kondisi banjir, terutama saat terjadi hujan lebat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sungai ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, yang mengakibatkan aliran sungai tidak lancar dan menyebabkan banjir lebih parah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus memberikan bantuan kepada para pengungsi. Meskipun beberapa informasi menyebutkan bahwa bantuan tidak tersebar, Bey memastikan bahwa bantuan telah sampai kepada mereka yang membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bantuan telah diberikan kepada para pengungsi, dan kami akan terus memantau perkembangan di lapangan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Bey juga mengimbau warga agar tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. &amp;ldquo;Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap berhati-hati dan waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Puluhan ribu jiwa terdampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir menerjang setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Citarum meluap.&#13;
&#13;
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, berdasarkan laporan sebanyak delapan kecamatan dan 30 kelurahan/desa terendam air, dengan sekitar 2.000 rumah terdampak. Paling terdampak yakni di Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot.&#13;
&#13;
&amp;quot;Total terdapat sekitar 12.000 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 30.000 jiwa yang terdampak,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (25/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Bey, bahwa evakuasi korban merupakan prioritas utama. Upaya penanganan bencana dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, Dinsos, Basarnas, TNI, dan Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, hanya ada satu korban yang terbawa arus namun tidak ada korban meninggal dunia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Terkait banjir yang melanda, Bey juga menyoroti masalah sampah yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya luapan Sungai Citarum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang ada, kapasitas sungai yang sudah tinggi, ditambah dengan adanya sampah, memperburuk kondisi banjir, terutama saat terjadi hujan lebat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sungai ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, yang mengakibatkan aliran sungai tidak lancar dan menyebabkan banjir lebih parah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus memberikan bantuan kepada para pengungsi. Meskipun beberapa informasi menyebutkan bahwa bantuan tidak tersebar, Bey memastikan bahwa bantuan telah sampai kepada mereka yang membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bantuan telah diberikan kepada para pengungsi, dan kami akan terus memantau perkembangan di lapangan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Bey juga mengimbau warga agar tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. &amp;ldquo;Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap berhati-hati dan waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
