<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Banjir di Kebon Pala Jaktim, Gibran Ingatkan Pompa Air Wajib Berfungsi Optimal</title><description>Ia mengingatkan agar setiap lembaga atau instansi melakukan koordinasi dalam penanganan banjir. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/28/337/3090563/tinjau-banjir-di-kebon-pala-jaktim-gibran-ingatkan-pompa-air-wajib-berfungsi-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/28/337/3090563/tinjau-banjir-di-kebon-pala-jaktim-gibran-ingatkan-pompa-air-wajib-berfungsi-optimal"/><item><title>Tinjau Banjir di Kebon Pala Jaktim, Gibran Ingatkan Pompa Air Wajib Berfungsi Optimal</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/28/337/3090563/tinjau-banjir-di-kebon-pala-jaktim-gibran-ingatkan-pompa-air-wajib-berfungsi-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/28/337/3090563/tinjau-banjir-di-kebon-pala-jaktim-gibran-ingatkan-pompa-air-wajib-berfungsi-optimal</guid><pubDate>Kamis 28 November 2024 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/28/337/3090563/gibran_tinjau_banjir_di_kebon_pala_jakarta_timur-f0kt_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran Tinjau Banjir di Kebon Pala Jakarta Timur. Foto: Dok IST.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/28/337/3090563/gibran_tinjau_banjir_di_kebon_pala_jakarta_timur-f0kt_large.jpeg</image><title>Gibran Tinjau Banjir di Kebon Pala Jakarta Timur. Foto: Dok IST.</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir yang melanda kawasan permukiman Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). Ia mengingatkan agar setiap lembaga atau instansi melakukan koordinasi dalam penanganan banjir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Penting sekali koordinasi antar-pihak dalam penanganan banjir akibat curah hujan tinggi maupun rob,&amp;quot; kata Gibran dalam unggahan akun instagram resminya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga meminta agar pompa-pompa air dipastikan berfungsi optimal. Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta aliran sungai dan selokan agar diperhatikan kebersihannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pompa-pompa air juga harus berfungsi secara optimal dan memastikan agar aliran sungai serta kebersihan selokan terus terjaga,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, banjir di kawasan itu terjadi sejak Rabu (27/11) pukul 21.00 WIB. Air baru mulai surut sejak Kamis (28/11) sore.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Banjir itu berdampak pada 300 rumah hingga membuat sejumlah warga harus mengungsi. Pengungsi menggunakan gedung sekolah SDN Kampung Melayu 01.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir yang melanda kawasan permukiman Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). Ia mengingatkan agar setiap lembaga atau instansi melakukan koordinasi dalam penanganan banjir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Penting sekali koordinasi antar-pihak dalam penanganan banjir akibat curah hujan tinggi maupun rob,&amp;quot; kata Gibran dalam unggahan akun instagram resminya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga meminta agar pompa-pompa air dipastikan berfungsi optimal. Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta aliran sungai dan selokan agar diperhatikan kebersihannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pompa-pompa air juga harus berfungsi secara optimal dan memastikan agar aliran sungai serta kebersihan selokan terus terjaga,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, banjir di kawasan itu terjadi sejak Rabu (27/11) pukul 21.00 WIB. Air baru mulai surut sejak Kamis (28/11) sore.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Banjir itu berdampak pada 300 rumah hingga membuat sejumlah warga harus mengungsi. Pengungsi menggunakan gedung sekolah SDN Kampung Melayu 01.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
