<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Penyebab Anak Muda Gampang Terjerat Judi Online, Berharap Jakpot Berujung Nestapa</title><description>Tokoh Pemuda, Najmi Mumtaza Rabbany mengungkapkan ada tiga penyebab anak muda terjerat dengan judi online (judol). Menurutnya, candu terhadap judol mirip dengan candu bermedia sosial&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/30/337/3091149/3-penyebab-anak-muda-gampang-terjerat-judi-online-berharap-jakpot-berujung-nestapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/11/30/337/3091149/3-penyebab-anak-muda-gampang-terjerat-judi-online-berharap-jakpot-berujung-nestapa"/><item><title>3 Penyebab Anak Muda Gampang Terjerat Judi Online, Berharap Jakpot Berujung Nestapa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/11/30/337/3091149/3-penyebab-anak-muda-gampang-terjerat-judi-online-berharap-jakpot-berujung-nestapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/11/30/337/3091149/3-penyebab-anak-muda-gampang-terjerat-judi-online-berharap-jakpot-berujung-nestapa</guid><pubDate>Sabtu 30 November 2024 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/30/337/3091149/ilustrasi-oqFx_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/30/337/3091149/ilustrasi-oqFx_large.JPG</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Tokoh Pemuda, Najmi Mumtaza Rabbany mengungkapkan ada tiga penyebab anak muda terjerat dengan judi online (judol). Menurutnya, candu terhadap judol mirip dengan candu bermedia sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, yang pertama adanya hope probabilty. Ia menjelaskan hope probabilty menjadikan pemuda terbuai dengan janji dari judol yang dapat menghasilkan uang dengan cara instan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pikirannya itu kayanya kalau menang ini dahsyat, jadi mereka yang mencari peruntungan dari let&amp;#39;s say menaruh Rp50 ribu itu bisa jadi Rp500 ribu,&amp;quot; kata Najmi dalam diskusi Polemik bertajuk &amp;#39;Judi Online, Anak Muda, dan Kita&amp;#39;, Sabtu (30/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua, surprise give. Menurutnya, dengan adanya surprise give pelaku judol selalu menunggu kapan mereka akan mendapatkan jak pot. Akan hal itu, mereka terus terbuai bermain judol. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi mereka sangat menanti-nantikan di faktor kedua Ini surprise give, kapan ya kita &amp;nbsp;bisa apa, kalau kata anak-anak ini datang Dewa Zeus-nya, bahwa namanya jak potnya gitu, kurang lebih,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketiga, easy to repeat. Menurutnya, easy to repeat ini menjadikan pecandu judol akan terus mengulangi hal tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tokoh Pemuda, Najmi Mumtaza Rabbany mengungkapkan ada tiga penyebab anak muda terjerat dengan judi online (judol). Menurutnya, candu terhadap judol mirip dengan candu bermedia sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, yang pertama adanya hope probabilty. Ia menjelaskan hope probabilty menjadikan pemuda terbuai dengan janji dari judol yang dapat menghasilkan uang dengan cara instan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pikirannya itu kayanya kalau menang ini dahsyat, jadi mereka yang mencari peruntungan dari let&amp;#39;s say menaruh Rp50 ribu itu bisa jadi Rp500 ribu,&amp;quot; kata Najmi dalam diskusi Polemik bertajuk &amp;#39;Judi Online, Anak Muda, dan Kita&amp;#39;, Sabtu (30/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kedua, surprise give. Menurutnya, dengan adanya surprise give pelaku judol selalu menunggu kapan mereka akan mendapatkan jak pot. Akan hal itu, mereka terus terbuai bermain judol. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi mereka sangat menanti-nantikan di faktor kedua Ini surprise give, kapan ya kita &amp;nbsp;bisa apa, kalau kata anak-anak ini datang Dewa Zeus-nya, bahwa namanya jak potnya gitu, kurang lebih,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketiga, easy to repeat. Menurutnya, easy to repeat ini menjadikan pecandu judol akan terus mengulangi hal tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
