<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Rendah, Wamendagri: Mungkin Jenuh</title><description>Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, mungkin kejenuhan membuat tingkat partisipasi pemilih pada saat Pilkada 2024 masuk kategori rendah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/02/337/3091670/partisipasi-pemilih-pilkada-2024-rendah-wamendagri-mungkin-jenuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/02/337/3091670/partisipasi-pemilih-pilkada-2024-rendah-wamendagri-mungkin-jenuh"/><item><title>Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Rendah, Wamendagri: Mungkin Jenuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/02/337/3091670/partisipasi-pemilih-pilkada-2024-rendah-wamendagri-mungkin-jenuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/02/337/3091670/partisipasi-pemilih-pilkada-2024-rendah-wamendagri-mungkin-jenuh</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2024 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/02/337/3091670/wamendagri_bima_arya-7J8z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamendagri Bima Arya (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/02/337/3091670/wamendagri_bima_arya-7J8z_large.jpg</image><title>Wamendagri Bima Arya (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, mungkin kejenuhan membuat tingkat partisipasi pemilih pada saat Pilkada 2024 masuk kategori rendah. Pasalnya, pelaksanaan Pileg, Pilpres dan Pilkada terlalu berdekatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, mungkin juga ini dikarenakan ada kejenuhan antara pelaksanaan Pileg, Pilpres dengan Pilkada, terlalu berdekatan,&amp;quot; ujar Bima Arya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024).&#13;
&#13;
Kendati begitu, Bima Arya meminta untuk menunggu data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara keseluruhan untuk melihat tingkat partisipasi pemilih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang masih kita tunggu data dari teman-teman KPU secara keseluruhan. Memang di beberapa daerah terlihat sekali menunjukkan angka yang berbeda, yang lebih rendah,&amp;quot; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih rendah bisa juga karena faktor-faktor lain. Artinya, ketika Pilkada ini rentang antara Paslon dan pemilih terlalu jauh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan kalau Pilkada ini kan masing-masing calon itu kan mengkondisikan para pemilihnya, ini agak jauh. Dan memang ada tren, sebetulnya Pilkada ini lebih rendah dari pada Pilpres,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia juga mengatakan ada faktor lain misalnya perlu didalami, yaitu daerah-daerah yang memang kandidatnya tidak berasal dari daerah tersebut. &amp;quot;Mungkin kedikenalannya lebih rendah sehingga itu merupakan disinsentif bagi pemilih untuk memilih.&amp;quot;&#13;
&#13;
Tapi apapun itu, pihaknya terus mempelajari angka-angkanya sebagai bahan masukan ketika nanti akan merevisi sistem Pemilu dan Pilkada.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, mungkin kejenuhan membuat tingkat partisipasi pemilih pada saat Pilkada 2024 masuk kategori rendah. Pasalnya, pelaksanaan Pileg, Pilpres dan Pilkada terlalu berdekatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, mungkin juga ini dikarenakan ada kejenuhan antara pelaksanaan Pileg, Pilpres dengan Pilkada, terlalu berdekatan,&amp;quot; ujar Bima Arya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024).&#13;
&#13;
Kendati begitu, Bima Arya meminta untuk menunggu data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara keseluruhan untuk melihat tingkat partisipasi pemilih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang masih kita tunggu data dari teman-teman KPU secara keseluruhan. Memang di beberapa daerah terlihat sekali menunjukkan angka yang berbeda, yang lebih rendah,&amp;quot; paparnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih rendah bisa juga karena faktor-faktor lain. Artinya, ketika Pilkada ini rentang antara Paslon dan pemilih terlalu jauh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan kalau Pilkada ini kan masing-masing calon itu kan mengkondisikan para pemilihnya, ini agak jauh. Dan memang ada tren, sebetulnya Pilkada ini lebih rendah dari pada Pilpres,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia juga mengatakan ada faktor lain misalnya perlu didalami, yaitu daerah-daerah yang memang kandidatnya tidak berasal dari daerah tersebut. &amp;quot;Mungkin kedikenalannya lebih rendah sehingga itu merupakan disinsentif bagi pemilih untuk memilih.&amp;quot;&#13;
&#13;
Tapi apapun itu, pihaknya terus mempelajari angka-angkanya sebagai bahan masukan ketika nanti akan merevisi sistem Pemilu dan Pilkada.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
