<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Pilu Korban Dugaan Pelecehan Pimpinan Ponpes di Serang: Pelaku Minta Air Seninya</title><description>SL (17), salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tradisional Bani Ma&amp;#39;mun di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang diduga menjadi korban pelecehan seksual pimpinan Ponpes berinisial KH (42).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/02/340/3091685/cerita-pilu-korban-dugaan-pelecehan-pimpinan-ponpes-di-serang-pelaku-minta-air-seninya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/02/340/3091685/cerita-pilu-korban-dugaan-pelecehan-pimpinan-ponpes-di-serang-pelaku-minta-air-seninya"/><item><title>Cerita Pilu Korban Dugaan Pelecehan Pimpinan Ponpes di Serang: Pelaku Minta Air Seninya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/02/340/3091685/cerita-pilu-korban-dugaan-pelecehan-pimpinan-ponpes-di-serang-pelaku-minta-air-seninya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/02/340/3091685/cerita-pilu-korban-dugaan-pelecehan-pimpinan-ponpes-di-serang-pelaku-minta-air-seninya</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2024 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/02/340/3091685/pelecehan_seksual-kl3L_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan Ponpes di Serang diduga lecehkan santri (Foto: Fariz Abdullah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/02/340/3091685/pelecehan_seksual-kl3L_large.jpg</image><title>Pimpinan Ponpes di Serang diduga lecehkan santri (Foto: Fariz Abdullah/Okezone)</title></images><description>SERANG - SL (17), salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tradisional Bani Ma&amp;#39;mun di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten diduga menjadi korban pelecehan seksual pimpinan Ponpes berinisial KH (42). Dia digauli sebanyak 3 kali hingga hamil.&#13;
&#13;
SL bercerita, pada Juli 2023 dia mau diberikan pengobatan oleh KH di dalam ruangannya. Namun K melakukan perbuatan tak terpuji hingga terjadilah perbuatan layaknya suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama dan kedua (digauli) pakai kondom (pengaman) yang ketiga nggak hingga saya hamil,&amp;quot; kata SL kepada di kediamannya, Senin (2/12/2024).&#13;
&#13;
SL mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dia telah mengandung anaknya KH. Saat itu, KH tiba-tiba meminta air seni dirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya air kencing itu untuk apa, katanya bukan untuk apa-apa. Mungkin mau di tespek (cek kehamilan) kali,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selang beberapa hari, SL diminta untuk meminum obat yang diduga sebagai obat aborsi. Obat tersebut disimpan di bawah lidah dan dimasukan ke vagina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku bilangnya itu obat untuk pelancar haid, terus saya diminta pakai softek (pembalut) oleh pelaku, saya nurut pakai softek dan saya meminum obat itu, disuruh minum pakai minuman bersoda,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Warga Kecamatan Binuang itu kemudian menanyakan dirinya kenapa kepada pelaku. Disitu dia diberitahu bahwa SL telah hamil. &amp;quot;Akhirnya saya kecewa dan nangis. Kata si pelaku, tenang neng dosa mah nggak ditanggung sama si eneng,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut SL, setelah meminum obat itu dia tidak merasakan adanya tanda-tanda keguguran. Hingga akhirnya, KH memanggil perazi untuk memijat dirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Si dukun nanya, emangnya kamu gak mau dinikahin tah, saya jawab gimana orang pondok,&amp;quot; kata SL.&#13;
&#13;
&amp;quot;Si pelaku ini ngomong ke Mang Eki, kalau saya gak mau digugurin mau dinikahkan dengan santri lain untuk menghilangkan tanggung jawab,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
SL menyebut sebelum dipijit diminta untuk meminum ragi, jamu dan nanas muda. &amp;quot;Habis minum itu saya panas dingin kayak mau mati, abis itu muntah-muntah, saya dimarahi sama pelaku jangan muntah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada akhirnya keluarlah itu si janin, yang membuang janin saya gak tahu siapa,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
SL mengaku diancam pelaku untuk tidak menceritakan masalah tersebut pada siapapun. &amp;quot;Setelah menggugurkan itu saya gak boleh bilang siapa ya, kalau bilang-bilang katanya saya juga masuk polisi,&amp;quot; pungkas SL sambil menangis.&#13;
&#13;
Saat ini, KH telah diamankan di Mako Polres Serang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain SL, ada santriwati berinisial &amp;nbsp;SP (18) dan M (22) yang juga menjadi korban nafsu birahi KH.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SERANG - SL (17), salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tradisional Bani Ma&amp;#39;mun di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten diduga menjadi korban pelecehan seksual pimpinan Ponpes berinisial KH (42). Dia digauli sebanyak 3 kali hingga hamil.&#13;
&#13;
SL bercerita, pada Juli 2023 dia mau diberikan pengobatan oleh KH di dalam ruangannya. Namun K melakukan perbuatan tak terpuji hingga terjadilah perbuatan layaknya suami istri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama dan kedua (digauli) pakai kondom (pengaman) yang ketiga nggak hingga saya hamil,&amp;quot; kata SL kepada di kediamannya, Senin (2/12/2024).&#13;
&#13;
SL mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dia telah mengandung anaknya KH. Saat itu, KH tiba-tiba meminta air seni dirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya air kencing itu untuk apa, katanya bukan untuk apa-apa. Mungkin mau di tespek (cek kehamilan) kali,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selang beberapa hari, SL diminta untuk meminum obat yang diduga sebagai obat aborsi. Obat tersebut disimpan di bawah lidah dan dimasukan ke vagina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku bilangnya itu obat untuk pelancar haid, terus saya diminta pakai softek (pembalut) oleh pelaku, saya nurut pakai softek dan saya meminum obat itu, disuruh minum pakai minuman bersoda,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Warga Kecamatan Binuang itu kemudian menanyakan dirinya kenapa kepada pelaku. Disitu dia diberitahu bahwa SL telah hamil. &amp;quot;Akhirnya saya kecewa dan nangis. Kata si pelaku, tenang neng dosa mah nggak ditanggung sama si eneng,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut SL, setelah meminum obat itu dia tidak merasakan adanya tanda-tanda keguguran. Hingga akhirnya, KH memanggil perazi untuk memijat dirinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Si dukun nanya, emangnya kamu gak mau dinikahin tah, saya jawab gimana orang pondok,&amp;quot; kata SL.&#13;
&#13;
&amp;quot;Si pelaku ini ngomong ke Mang Eki, kalau saya gak mau digugurin mau dinikahkan dengan santri lain untuk menghilangkan tanggung jawab,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
SL menyebut sebelum dipijit diminta untuk meminum ragi, jamu dan nanas muda. &amp;quot;Habis minum itu saya panas dingin kayak mau mati, abis itu muntah-muntah, saya dimarahi sama pelaku jangan muntah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada akhirnya keluarlah itu si janin, yang membuang janin saya gak tahu siapa,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
SL mengaku diancam pelaku untuk tidak menceritakan masalah tersebut pada siapapun. &amp;quot;Setelah menggugurkan itu saya gak boleh bilang siapa ya, kalau bilang-bilang katanya saya juga masuk polisi,&amp;quot; pungkas SL sambil menangis.&#13;
&#13;
Saat ini, KH telah diamankan di Mako Polres Serang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain SL, ada santriwati berinisial &amp;nbsp;SP (18) dan M (22) yang juga menjadi korban nafsu birahi KH.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
