<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buat Konten TikTok Parcok Cawe-Cawe Pilkada, Anggota Komisi I DPR: Untuk Minta Klarifikasi!</title><description>Parcok sendiri merujuk pada polisi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/03/337/3092032/buat-konten-tiktok-parcok-cawe-cawe-pilkada-anggota-komisi-i-dpr-untuk-minta-klarifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/03/337/3092032/buat-konten-tiktok-parcok-cawe-cawe-pilkada-anggota-komisi-i-dpr-untuk-minta-klarifikasi"/><item><title>Buat Konten TikTok Parcok Cawe-Cawe Pilkada, Anggota Komisi I DPR: Untuk Minta Klarifikasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/03/337/3092032/buat-konten-tiktok-parcok-cawe-cawe-pilkada-anggota-komisi-i-dpr-untuk-minta-klarifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/03/337/3092032/buat-konten-tiktok-parcok-cawe-cawe-pilkada-anggota-komisi-i-dpr-untuk-minta-klarifikasi</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2024 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/03/337/3092032/pilkada-uTgJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buat Konten TikTok Parcok Cawe-Cawe Pilkada, Anggota Komisi I DPR: Untuk Minta Klarifikasi!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/03/337/3092032/pilkada-uTgJ_large.jpg</image><title>Buat Konten TikTok Parcok Cawe-Cawe Pilkada, Anggota Komisi I DPR: Untuk Minta Klarifikasi!</title></images><description>JAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mencecar anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto yang telah membuat konten TikTok soal dugaan cawe-cawe Partai Cokelat (Parcok) dalam Pilkada 2024. Parcok sendiri merujuk pada polisi.&#13;
&#13;
Hal itu terjadi kala Yulius menghadiri rapat musyawarah MKD DPR, di Gedung Nusantara I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2024). Mulanya, anggota MKD DPR RI Rano Alfath menanyakan niat dan tujuan Yulius membuat konten tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak teradu. bapak dalam sampaikan dalam konten bapak, niat bapak seperti apa sebetulnya? Tujuan dan niatnya seperti apa?&amp;quot; tanya Rano ke Yulius.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Merespon pertanyaan itu, Yulius menegaskan bahwa niat dan tujuan membuat konten itu untuk meminta klarifikasi pada Polri atas isu adanya &amp;quot;cawe-cawe&amp;quot; parcok dalam Pilkada 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagaimana yang tadi sudah sampaikan, niat utama saya sebenarnya adalah meminta klarifikasi agar ada kejelasan tentang berita-berita ini benar atau tidak? Mengingat pilkada tinggal dua hari ketika saya membuat konten tersebut,&amp;quot; terang Yulius.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yulius berharap, polemik atau isu mengenai &amp;quot;cawe-cawe&amp;quot; parcok di Pilkada 2024 bisa diredam dengan adanya klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan saya sebenarnya, kalau ada klarifikasi itu, perdebatan, isu mengenai polemik campur tangan Polri dalam Pillada 2024 bisa lebih cooling down, bisa lebih ditenangkan karena ada klarifikasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mencecar anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto yang telah membuat konten TikTok soal dugaan cawe-cawe Partai Cokelat (Parcok) dalam Pilkada 2024. Parcok sendiri merujuk pada polisi.&#13;
&#13;
Hal itu terjadi kala Yulius menghadiri rapat musyawarah MKD DPR, di Gedung Nusantara I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2024). Mulanya, anggota MKD DPR RI Rano Alfath menanyakan niat dan tujuan Yulius membuat konten tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak teradu. bapak dalam sampaikan dalam konten bapak, niat bapak seperti apa sebetulnya? Tujuan dan niatnya seperti apa?&amp;quot; tanya Rano ke Yulius.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Merespon pertanyaan itu, Yulius menegaskan bahwa niat dan tujuan membuat konten itu untuk meminta klarifikasi pada Polri atas isu adanya &amp;quot;cawe-cawe&amp;quot; parcok dalam Pilkada 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagaimana yang tadi sudah sampaikan, niat utama saya sebenarnya adalah meminta klarifikasi agar ada kejelasan tentang berita-berita ini benar atau tidak? Mengingat pilkada tinggal dua hari ketika saya membuat konten tersebut,&amp;quot; terang Yulius.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yulius berharap, polemik atau isu mengenai &amp;quot;cawe-cawe&amp;quot; parcok di Pilkada 2024 bisa diredam dengan adanya klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan saya sebenarnya, kalau ada klarifikasi itu, perdebatan, isu mengenai polemik campur tangan Polri dalam Pillada 2024 bisa lebih cooling down, bisa lebih ditenangkan karena ada klarifikasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
