<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Darurat Militer, WNI Diimbau Tetap Tenang dan Waspada</title><description>WNI di sana diimbau untuk tetap tenang. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/04/18/3092182/korsel-darurat-militer-wni-diimbau-tetap-tenang-dan-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/04/18/3092182/korsel-darurat-militer-wni-diimbau-tetap-tenang-dan-waspada"/><item><title>Korsel Darurat Militer, WNI Diimbau Tetap Tenang dan Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/04/18/3092182/korsel-darurat-militer-wni-diimbau-tetap-tenang-dan-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/04/18/3092182/korsel-darurat-militer-wni-diimbau-tetap-tenang-dan-waspada</guid><pubDate>Rabu 04 Desember 2024 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/04/18/3092182/korsel_darurat_militer-dwBs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korsel Darurat Militer, WNI Diimbau Tetap Tenang dan Waspada (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/04/18/3092182/korsel_darurat_militer-dwBs_large.jpg</image><title>Korsel Darurat Militer, WNI Diimbau Tetap Tenang dan Waspada (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - KBRI Seoul mengeluarkan imbauan terkait kondisi darurat militer yang diberlakukan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol. Warga negara Indonesia (WNI) di sana diimbau untuk tetap tenang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon untuk tetap tenang, senantiasa waspada, serta selalu memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah masing-masing,&amp;quot; demikian pernyataan KBRI Seoul, dikutip Rabu (4/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, WNI dimohon untuk tidak berkerumun di berbagai lokasi publik, menghindari kerumunan massa serta daerah-daerah yang menjadi konsentrasi pengumpulan massa dan/atau unjuk rasa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Khusus untuk kota Seoul, dimohon sebisa mungkin untuk sementara menghindari kawasan National Assembly di Yeouido, kantor Kepresidenan di Yongsan, serta lokasi strategis lainnya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
KBRI Seoul juga mengimbau WNI untuk&amp;nbsp; tidak mendekati/menonton/berpartisipasi dalam kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh pihak manapun, meskipun dilakukan secara damai atau tidak ada indikasi akan terjadi bentrokan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi/himbauan aparat keamanan setempat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
WNI juga diimbau untuk senantiasa membawa identitas/tanda pengenal serta memperhatikan dan mematuhi Dekrit Darurat Militer yang diumumkan dan konsekuensi hukum jika melanggar Dekrit dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila menemui permasalahan, dapat menghubungi KBRI Seoul,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan pada Rabu (4/12/2024) bahwa ia akan mencabut deklarasi darurat militer. Keputusan darurat militer yang diberlakukan beberapa jam sebelumnya tersebut mengejutkan sejumlah pihak.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Melansir Reuters, Rabu (4/12/2024), dalam krisis politik terbesar Korea Selatan dalam beberapa dekade, Yoon mengejutkan negara itu dan mengumumkan darurat militer pada Selasa malam untuk menggagalkan &amp;quot;kekuatan anti-negara&amp;quot; di antara lawan-lawan politik domestiknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, anggota parlemen marah. Parlemen dengan suara bulat menolak keputusan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - KBRI Seoul mengeluarkan imbauan terkait kondisi darurat militer yang diberlakukan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol. Warga negara Indonesia (WNI) di sana diimbau untuk tetap tenang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon untuk tetap tenang, senantiasa waspada, serta selalu memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah masing-masing,&amp;quot; demikian pernyataan KBRI Seoul, dikutip Rabu (4/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, WNI dimohon untuk tidak berkerumun di berbagai lokasi publik, menghindari kerumunan massa serta daerah-daerah yang menjadi konsentrasi pengumpulan massa dan/atau unjuk rasa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Khusus untuk kota Seoul, dimohon sebisa mungkin untuk sementara menghindari kawasan National Assembly di Yeouido, kantor Kepresidenan di Yongsan, serta lokasi strategis lainnya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
KBRI Seoul juga mengimbau WNI untuk&amp;nbsp; tidak mendekati/menonton/berpartisipasi dalam kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh pihak manapun, meskipun dilakukan secara damai atau tidak ada indikasi akan terjadi bentrokan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi/himbauan aparat keamanan setempat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
WNI juga diimbau untuk senantiasa membawa identitas/tanda pengenal serta memperhatikan dan mematuhi Dekrit Darurat Militer yang diumumkan dan konsekuensi hukum jika melanggar Dekrit dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila menemui permasalahan, dapat menghubungi KBRI Seoul,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan pada Rabu (4/12/2024) bahwa ia akan mencabut deklarasi darurat militer. Keputusan darurat militer yang diberlakukan beberapa jam sebelumnya tersebut mengejutkan sejumlah pihak.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Melansir Reuters, Rabu (4/12/2024), dalam krisis politik terbesar Korea Selatan dalam beberapa dekade, Yoon mengejutkan negara itu dan mengumumkan darurat militer pada Selasa malam untuk menggagalkan &amp;quot;kekuatan anti-negara&amp;quot; di antara lawan-lawan politik domestiknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, anggota parlemen marah. Parlemen dengan suara bulat menolak keputusan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
