<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasto: Jokowi dan Keluarganya Bukan Lagi Bagian dari PDIP!</title><description>Selain Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hingga Bobby Nasution juga bukan kader PDIP.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/04/337/3092393/hasto-jokowi-dan-keluarganya-bukan-lagi-bagian-dari-pdip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/04/337/3092393/hasto-jokowi-dan-keluarganya-bukan-lagi-bagian-dari-pdip"/><item><title>Hasto: Jokowi dan Keluarganya Bukan Lagi Bagian dari PDIP!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/04/337/3092393/hasto-jokowi-dan-keluarganya-bukan-lagi-bagian-dari-pdip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/04/337/3092393/hasto-jokowi-dan-keluarganya-bukan-lagi-bagian-dari-pdip</guid><pubDate>Rabu 04 Desember 2024 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/04/337/3092393/pdip-JHem_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hasto: Jokowi dan Keluarganya Bukan Lagi Bagian dari PDIP!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/04/337/3092393/pdip-JHem_large.jpg</image><title>Hasto: Jokowi dan Keluarganya Bukan Lagi Bagian dari PDIP!</title></images><description>JAKARTA- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut, bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bukan lagi menjadi bagian dari PDIP. Selain Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hingga Bobby Nasution juga bukan kader partai besutan Megawati Soekarnoputri.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Hasto dalam jumpa persnya yang dilakukan di sekolah partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,&amp;quot; kata Hasto.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, bahwa partai telah menilai jika praktik-praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita Partai yang telah diperjuangkan sejak masa Bung Karno.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga itulah yang terjadi, dan kemudian kita melihat bagaimana ambisi kekuasaan ternyata juga tidak pernah berhenti,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hasto melanjutkan, bahwa keanggotaan PDIP bukanlah semata-mata pada ada atau tidaknya kartu keanggotaan saja, tetapi pada komitmennya di dalam membangun peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;PDI Perjuangan percaya pada nilai-nilai Satyam Eva Jayate. Sehingga mereka yang menahan angin akan menuai badai. Itulah yang kita yakini sebagai suatu bangsa,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena di dalam sejarah peradaban keempat manusia, tidak ada kekuasaan otoriter sekuat apapun mampu bertahan, kecuali mereka-mereka akhirnya menjadi sisi-sisi gelap dalam sejarah,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam proses yang dilakukan oleh PDI Perjuangan ini, Hasto memastikan partai tidak akan pernah kehilangan gagasan-gagasan ideal bahwa dari seorang rakyat biasa bisa berproses menjadi seorang pemimpin.&#13;
&#13;
Namun, kata dia, praktik-praktik politik yang dilakukan Jokowi dan keluarga tentunya harus bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak, utamanya bagaimana menjalankan disiplin partai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kemudian bagaimana rapat Kerja Nasional yang ke V, kami juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia tentang seorang pemimpin yang karena kekuasaannya kemudian bisa berubah dan merubahkan cita-cita yang membentuknya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut, bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bukan lagi menjadi bagian dari PDIP. Selain Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hingga Bobby Nasution juga bukan kader partai besutan Megawati Soekarnoputri.&#13;
&#13;
Demikian diutarakan Hasto dalam jumpa persnya yang dilakukan di sekolah partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,&amp;quot; kata Hasto.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, bahwa partai telah menilai jika praktik-praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita Partai yang telah diperjuangkan sejak masa Bung Karno.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga itulah yang terjadi, dan kemudian kita melihat bagaimana ambisi kekuasaan ternyata juga tidak pernah berhenti,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hasto melanjutkan, bahwa keanggotaan PDIP bukanlah semata-mata pada ada atau tidaknya kartu keanggotaan saja, tetapi pada komitmennya di dalam membangun peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;PDI Perjuangan percaya pada nilai-nilai Satyam Eva Jayate. Sehingga mereka yang menahan angin akan menuai badai. Itulah yang kita yakini sebagai suatu bangsa,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena di dalam sejarah peradaban keempat manusia, tidak ada kekuasaan otoriter sekuat apapun mampu bertahan, kecuali mereka-mereka akhirnya menjadi sisi-sisi gelap dalam sejarah,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam proses yang dilakukan oleh PDI Perjuangan ini, Hasto memastikan partai tidak akan pernah kehilangan gagasan-gagasan ideal bahwa dari seorang rakyat biasa bisa berproses menjadi seorang pemimpin.&#13;
&#13;
Namun, kata dia, praktik-praktik politik yang dilakukan Jokowi dan keluarga tentunya harus bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak, utamanya bagaimana menjalankan disiplin partai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kemudian bagaimana rapat Kerja Nasional yang ke V, kami juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia tentang seorang pemimpin yang karena kekuasaannya kemudian bisa berubah dan merubahkan cita-cita yang membentuknya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
