<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update! Korban Banjir-Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal, 7 Masih Hilang</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 5 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi, Jawa Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/06/337/3092915/update-korban-banjir-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-7-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/06/337/3092915/update-korban-banjir-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-7-masih-hilang"/><item><title>Update! Korban Banjir-Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal, 7 Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/06/337/3092915/update-korban-banjir-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-7-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/06/337/3092915/update-korban-banjir-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-7-masih-hilang</guid><pubDate>Jum'at 06 Desember 2024 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/06/337/3092915/banjir-hUKg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/06/337/3092915/banjir-hUKg_large.jpg</image><title>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 5 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi, Jawa Barat. Sementara itu, saat ini ada 7 orang yang masih dinyatakan hilang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sukabumi ini ada 5 yang meninggal dunia, ada 7 yang masih hilang,&amp;rdquo; ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024).&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan, puluhan rumah rusak akibat banjir dan longsor, bahkan masyarakat terdampak terpaksa harus direlokasi. &amp;ldquo;Ada puluhan rumah yang rusak berat dan nggak mungkin lagi tinggal di situ, harus direlokasi. Ada puluhan yang rusak sedang dan ada ratusan yang rusak ringan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya katakan itu karena ini datanya masih terus bergerak ya, kita akan mulai terus pendataan. Biasanya kalau berkurang tidak ada tapi bertambah pasti iya,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat. &amp;ldquo;Artinya pemerintah pusat lewat BNPB langsung memberikan bantuan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini baru hari kedua ya kerjanya bencana tentu saja langkah-langkah masih fokus kepada penanganan darurat. Di titik ini ada 300 lebih pengungsi, masyarakat terdampak Kabupaten Sukabumi ada dua titik tapi di sini yang paling banyak,&amp;rdquo; ujar Suharyanto. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto pun mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial juga sudah turun menggelar dapur umum. Dia memastikan untuk keputusan logistik untuk selamatan darurat akan penuhi secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, tidak menunggu tanggap darurat selesai, ini di rumah-rumah yang rusak jembatan yang putus infrastruktur segera kita perbaiki tanah longsor yang menutup jalan juga didatangkan alat berat ini semuanya akan kita perbaiki. Tentu saja butuh waktu,&amp;rdquo; kata Suharyanto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami pastikan dari hari ke hari, hari ini, besok dan selanjutnya, kondisinya semakin baik dan nanti pada satu titik itu akan kembali seperti kehidupan seperti semula,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 5 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi, Jawa Barat. Sementara itu, saat ini ada 7 orang yang masih dinyatakan hilang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sukabumi ini ada 5 yang meninggal dunia, ada 7 yang masih hilang,&amp;rdquo; ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024).&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan, puluhan rumah rusak akibat banjir dan longsor, bahkan masyarakat terdampak terpaksa harus direlokasi. &amp;ldquo;Ada puluhan rumah yang rusak berat dan nggak mungkin lagi tinggal di situ, harus direlokasi. Ada puluhan yang rusak sedang dan ada ratusan yang rusak ringan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya katakan itu karena ini datanya masih terus bergerak ya, kita akan mulai terus pendataan. Biasanya kalau berkurang tidak ada tapi bertambah pasti iya,&amp;rdquo; paparnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat. &amp;ldquo;Artinya pemerintah pusat lewat BNPB langsung memberikan bantuan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini baru hari kedua ya kerjanya bencana tentu saja langkah-langkah masih fokus kepada penanganan darurat. Di titik ini ada 300 lebih pengungsi, masyarakat terdampak Kabupaten Sukabumi ada dua titik tapi di sini yang paling banyak,&amp;rdquo; ujar Suharyanto. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto pun mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial juga sudah turun menggelar dapur umum. Dia memastikan untuk keputusan logistik untuk selamatan darurat akan penuhi secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, tidak menunggu tanggap darurat selesai, ini di rumah-rumah yang rusak jembatan yang putus infrastruktur segera kita perbaiki tanah longsor yang menutup jalan juga didatangkan alat berat ini semuanya akan kita perbaiki. Tentu saja butuh waktu,&amp;rdquo; kata Suharyanto.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami pastikan dari hari ke hari, hari ini, besok dan selanjutnya, kondisinya semakin baik dan nanti pada satu titik itu akan kembali seperti kehidupan seperti semula,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
