<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Tanah Bergerak di Lebak Banten, Puluhan Rumah Luluh Lantak dan Jalanan Terbelah</title><description>Peristiwa tersebut terjadi karena hujan deras selama lebih dari 4 hari lamanya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/08/340/3093435/fenomena-tanah-bergerak-di-lebak-banten-puluhan-rumah-luluh-lantak-dan-jalanan-terbelah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/08/340/3093435/fenomena-tanah-bergerak-di-lebak-banten-puluhan-rumah-luluh-lantak-dan-jalanan-terbelah"/><item><title>Fenomena Tanah Bergerak di Lebak Banten, Puluhan Rumah Luluh Lantak dan Jalanan Terbelah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/08/340/3093435/fenomena-tanah-bergerak-di-lebak-banten-puluhan-rumah-luluh-lantak-dan-jalanan-terbelah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/08/340/3093435/fenomena-tanah-bergerak-di-lebak-banten-puluhan-rumah-luluh-lantak-dan-jalanan-terbelah</guid><pubDate>Minggu 08 Desember 2024 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iskandar Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/08/340/3093435/bencana_alam-qznX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanah Bergerak di Lebak Banten, Puluhan Rumah Luluh Lantak dan Jalanan Terbelah/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/08/340/3093435/bencana_alam-qznX_large.jpg</image><title>Tanah Bergerak di Lebak Banten, Puluhan Rumah Luluh Lantak dan Jalanan Terbelah/Okezone</title></images><description>LEBAK &amp;ndash; Fenomena tanah bergerak terjadi di Kecamatan Cihara, Lebak, Banten. Kejadian ini menyebakan 21 rumah warga rusak parah dan jalanan terbelah.&#13;
&#13;
Peristiwa tersebut terjadi karena hujan deras selama lebih dari 4 hari lamanya. Hal ini membuat struktur tanah di tempat ini bergeser, hingga membuat kepanikan warga. Saat ini, sebanyak 90 warga tinggal di tenda pengungsian.&#13;
&#13;
Pantauan di Lokasi, tanah di sekitar kampung tersebut sudah amblas sedalam satu meter. Kondisi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk ditempati kembali, &amp;nbsp;karena dikhawatirkan akan terus bergerak. Sementara hingga saat ini intensitas hujan masih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga bingung harus pindah kemana karena kampung mereka sudah sangat rawan ditempati,&amp;rdquo; ujar Kepala Desa, Suryana, Minggu (8/12/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, kondisi 21 rumah warga sudah tidak bisa ditempati lagi. Pihak desa berharap pemerintah segera menyiapkan tempat tinggal warga yang saat ini sudah rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kampung kita sudah tidak bisa ditempati kembali karena kondisi tanah yang terus bergerak,&amp;rdquo; tutup Suryana.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erna, salah satu warga mengatakan, sudah 2 hari mereka mengungsi di tenda pengungsian ini. Saat kejadian, puluhan warga panik karena tanah yang mereka tempati bergerak dan turun setiap hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tenda terbuka seperti ini, sangat tidak layak terutama bagi para ibu-ibu dan anak-anak. Warga tidak tahu mau tinggal dimana karena rumah-rumah mereka kini sudah tidak bisa ditempati lagi,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>LEBAK &amp;ndash; Fenomena tanah bergerak terjadi di Kecamatan Cihara, Lebak, Banten. Kejadian ini menyebakan 21 rumah warga rusak parah dan jalanan terbelah.&#13;
&#13;
Peristiwa tersebut terjadi karena hujan deras selama lebih dari 4 hari lamanya. Hal ini membuat struktur tanah di tempat ini bergeser, hingga membuat kepanikan warga. Saat ini, sebanyak 90 warga tinggal di tenda pengungsian.&#13;
&#13;
Pantauan di Lokasi, tanah di sekitar kampung tersebut sudah amblas sedalam satu meter. Kondisi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk ditempati kembali, &amp;nbsp;karena dikhawatirkan akan terus bergerak. Sementara hingga saat ini intensitas hujan masih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga bingung harus pindah kemana karena kampung mereka sudah sangat rawan ditempati,&amp;rdquo; ujar Kepala Desa, Suryana, Minggu (8/12/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, kondisi 21 rumah warga sudah tidak bisa ditempati lagi. Pihak desa berharap pemerintah segera menyiapkan tempat tinggal warga yang saat ini sudah rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kampung kita sudah tidak bisa ditempati kembali karena kondisi tanah yang terus bergerak,&amp;rdquo; tutup Suryana.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erna, salah satu warga mengatakan, sudah 2 hari mereka mengungsi di tenda pengungsian ini. Saat kejadian, puluhan warga panik karena tanah yang mereka tempati bergerak dan turun setiap hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tenda terbuka seperti ini, sangat tidak layak terutama bagi para ibu-ibu dan anak-anak. Warga tidak tahu mau tinggal dimana karena rumah-rumah mereka kini sudah tidak bisa ditempati lagi,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
