<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan Hari HAM Sedunia, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Isu Liar</title><description> Gerakan demo hari HAM itu berpotensi ditunggangi oleh pihak tertentu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093755/peringatan-hari-ham-sedunia-masyarakat-diimbau-tak-terprovokasi-isu-liar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093755/peringatan-hari-ham-sedunia-masyarakat-diimbau-tak-terprovokasi-isu-liar"/><item><title>Peringatan Hari HAM Sedunia, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Isu Liar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093755/peringatan-hari-ham-sedunia-masyarakat-diimbau-tak-terprovokasi-isu-liar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093755/peringatan-hari-ham-sedunia-masyarakat-diimbau-tak-terprovokasi-isu-liar</guid><pubDate>Senin 09 Desember 2024 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Yulia Sri Kanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/09/338/3093755/unjuk_rasa-xVGf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Unjuk Rasa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/09/338/3093755/unjuk_rasa-xVGf_large.jpg</image><title>Ilustrasi Unjuk Rasa/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Peneliti CIE Muhammad Chaerul meminta semua pihak agar tidak terprovokasi dan mewaspadai denga potensi gerakan aksi peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember nanti. &amp;nbsp;Gerakan demo hari HAM itu berpotensi ditunggangi oleh pihak tertentu untuk mendeskreditkan institusi Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mencium aroma tak sedap, ada pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk mendeskreditkan institusi Polri. Apalagi saat ini berembus kencang wacana agar Polri dikembalikan ke TNI atau dibawah Kemendagri,&amp;quot; ujarnya, Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Dia menduga, tuntutan yang bakal disampaikan oleh beberapa kelompok tersebut menyinggung soal tingkah oknum Polisi yang saat ini mendapatkan sorotan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sengaja ini digoreng agar penumpang gelapnya ini memanfaatkan isu tersebut untuk memuaskan tujuannya agar Polri dibawah TNI atau Kemendagri. Ujung-ujungnya arahnya kesitu,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, dia menyakini bahwa masyarakat terkini itu sudah cerdas dan pandai memilah antara isu tersebut ditunggangi atau murni.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya prediksi gerakan untuk mendeskreditkan Polri semakin masif. Salah satunya, gerakan aksi peringatan hari HAM kali ini. Tapi saya yakin rakyat sudah cerdas, tidak mau dibodoh-bodohin,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kasus yang sekarang terjadi pada Polisi juga sudah ditangani dengan baik dan diusut secara tuntas, transparan dan masyarakat bisa melakukan kritikan secara langsung,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih kata Chaerul, bahwa Polri saat ini masih memperlihatkan sikap tegas kepada anggota kepolisian yang terlibat masalah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Justru ini membuktikan betapa kinerja Pak (Kapolri) Listyo Sigit bagus sekali. Kasus-kasus yang melibatkan oknum Polisi langsung ditindak cepat. Gak ada yang ditutup-tutupi, justru ini bentuk nyata transformasi Polri yang dekat dengan rakyat,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Peneliti CIE Muhammad Chaerul meminta semua pihak agar tidak terprovokasi dan mewaspadai denga potensi gerakan aksi peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember nanti. &amp;nbsp;Gerakan demo hari HAM itu berpotensi ditunggangi oleh pihak tertentu untuk mendeskreditkan institusi Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mencium aroma tak sedap, ada pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk mendeskreditkan institusi Polri. Apalagi saat ini berembus kencang wacana agar Polri dikembalikan ke TNI atau dibawah Kemendagri,&amp;quot; ujarnya, Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Dia menduga, tuntutan yang bakal disampaikan oleh beberapa kelompok tersebut menyinggung soal tingkah oknum Polisi yang saat ini mendapatkan sorotan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sengaja ini digoreng agar penumpang gelapnya ini memanfaatkan isu tersebut untuk memuaskan tujuannya agar Polri dibawah TNI atau Kemendagri. Ujung-ujungnya arahnya kesitu,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, dia menyakini bahwa masyarakat terkini itu sudah cerdas dan pandai memilah antara isu tersebut ditunggangi atau murni.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya prediksi gerakan untuk mendeskreditkan Polri semakin masif. Salah satunya, gerakan aksi peringatan hari HAM kali ini. Tapi saya yakin rakyat sudah cerdas, tidak mau dibodoh-bodohin,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kasus yang sekarang terjadi pada Polisi juga sudah ditangani dengan baik dan diusut secara tuntas, transparan dan masyarakat bisa melakukan kritikan secara langsung,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih kata Chaerul, bahwa Polri saat ini masih memperlihatkan sikap tegas kepada anggota kepolisian yang terlibat masalah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Justru ini membuktikan betapa kinerja Pak (Kapolri) Listyo Sigit bagus sekali. Kasus-kasus yang melibatkan oknum Polisi langsung ditindak cepat. Gak ada yang ditutup-tutupi, justru ini bentuk nyata transformasi Polri yang dekat dengan rakyat,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
