<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Sebut Anak Bunuh Ayah di Cilandak 4 Kali Dibawa ke Psikiater</title><description>Polisi menyatakan bahwa anak inisial MAS (14) yang tega membunuh ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ternyata pernah dibawa ke psikiater oleh orangtuanya. Hal itu diakui sang anak sendiri kepada polisi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093926/polisi-sebut-anak-bunuh-ayah-di-cilandak-4-kali-dibawa-ke-psikiater</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093926/polisi-sebut-anak-bunuh-ayah-di-cilandak-4-kali-dibawa-ke-psikiater"/><item><title>Polisi Sebut Anak Bunuh Ayah di Cilandak 4 Kali Dibawa ke Psikiater</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093926/polisi-sebut-anak-bunuh-ayah-di-cilandak-4-kali-dibawa-ke-psikiater</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/09/338/3093926/polisi-sebut-anak-bunuh-ayah-di-cilandak-4-kali-dibawa-ke-psikiater</guid><pubDate>Senin 09 Desember 2024 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/09/338/3093926/polisi_sita_barang_bukti_kasus_anak_bunuh_ayah-T8KX_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Sita Barang Bukti Kasus Anak Bunuh Ayah. Foto: Okezone/Fiqri.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/09/338/3093926/polisi_sita_barang_bukti_kasus_anak_bunuh_ayah-T8KX_large.jpeg</image><title>Polisi Sita Barang Bukti Kasus Anak Bunuh Ayah. Foto: Okezone/Fiqri.</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyatakan bahwa anak inisial MAS (14) yang tega membunuh ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ternyata pernah dibawa ke psikiater oleh orangtuanya. Hal itu diakui sang anak sendiri kepada polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sang anak sendiri yang bercerita, dia sudah empat kali dibawa ibunya ke psikiater. Tanggal persisnya nggak tahu, tapi tahun ini,&amp;quot; ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal pada wartawan di Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, anak MAS itu mengaku sudah empat kali dibawa ke psikiater selama setahun ini. Namun, anak MAS mengaku tidak mengetahui tujuan sang ibu berinisial AP (40) membawanya ke psikiater.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam rangka apa? Yang bersangkutan nggak tahu, mama yang tahu katanya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ade menambahkan, selama proses pemeriksaan pula, anak MAS mengaku tidak pernah mendapat tekanan dari kedua orangtuanya. Dia pun tak merasakan depresi saat disuruh oleh orangtuanya untuk belajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang bersangkutan tidak menceritakan dia dalam tekanan atau dalam kesulitan. Bahkan, yang bersangkutan menyampaikan ayah ibunya sangat sayang sama dia,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyatakan bahwa anak inisial MAS (14) yang tega membunuh ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ternyata pernah dibawa ke psikiater oleh orangtuanya. Hal itu diakui sang anak sendiri kepada polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sang anak sendiri yang bercerita, dia sudah empat kali dibawa ibunya ke psikiater. Tanggal persisnya nggak tahu, tapi tahun ini,&amp;quot; ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal pada wartawan di Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, anak MAS itu mengaku sudah empat kali dibawa ke psikiater selama setahun ini. Namun, anak MAS mengaku tidak mengetahui tujuan sang ibu berinisial AP (40) membawanya ke psikiater.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam rangka apa? Yang bersangkutan nggak tahu, mama yang tahu katanya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ade menambahkan, selama proses pemeriksaan pula, anak MAS mengaku tidak pernah mendapat tekanan dari kedua orangtuanya. Dia pun tak merasakan depresi saat disuruh oleh orangtuanya untuk belajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang bersangkutan tidak menceritakan dia dalam tekanan atau dalam kesulitan. Bahkan, yang bersangkutan menyampaikan ayah ibunya sangat sayang sama dia,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
