<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Damai, Wamenag Akui Cooling System Polri Efektif di Lapangan</title><description>Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii memuji peran Presiden Prabowo Subianto dan Polri, serta pihak-pihak terkait, yang membuat penyelenggaraan dua pemilu besar di 2024&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/10/337/3094149/pemilu-2024-berjalan-aman-dan-damai-wamenag-akui-cooling-system-polri-efektif-di-lapangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/10/337/3094149/pemilu-2024-berjalan-aman-dan-damai-wamenag-akui-cooling-system-polri-efektif-di-lapangan"/><item><title>Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Damai, Wamenag Akui Cooling System Polri Efektif di Lapangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/10/337/3094149/pemilu-2024-berjalan-aman-dan-damai-wamenag-akui-cooling-system-polri-efektif-di-lapangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/10/337/3094149/pemilu-2024-berjalan-aman-dan-damai-wamenag-akui-cooling-system-polri-efektif-di-lapangan</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2024 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/10/337/3094149/wakil_menteri_agama_romo_muhammad_syafii-Q56J_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/10/337/3094149/wakil_menteri_agama_romo_muhammad_syafii-Q56J_large.jpg</image><title> Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii memuji peran Presiden Prabowo Subianto dan Polri, serta pihak-pihak terkait, yang membuat penyelenggaraan dua pemilu besar di 2024, yaitu Pilpres dan Pileg yang digelar serentak, dan Pilkada serentak akhir November lalu berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bersyukur Cooling System Polri efektif di lapangan,&amp;quot; kata Romo Syafii di Kemang, Jaksel, Selasa (9/12/2024).&#13;
&#13;
Wamenag memuji Polri yang terus mengawal pemilu damai dan mampu mendorong dan menciptakan iklim kodusifitas sosial di tanah air.&#13;
&#13;
Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif ini, lanjut Romo Syafii, tidak terlepas dari gestur politik Prabowo yang bisa menerima perbedaan dalam kompetisi pemilu, namun setelah itu bersatu lagi untuk membangun bangsa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kecenderungan menggandeng lawan politik dalam pemerintahannya, lanjut Romo Syafii, telah mencegah terjadinya polarisasi politik, dan menjadikannya sebagai kekuatan yang dahsyat dalam membangun bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini dulu juga dilakukan di AS oleh Presiden Roosevelt, China, bahkan masa pemerintahan usai meninggalnya khalifah Ali,&amp;quot; ungkap Syafii.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo, tegas Wamenag, tidak anti perbedaan atau kritik, tapi meramunya menjadi satu kebijakan yang &amp;nbsp;menyatukan semua pihak-pihak yang berbeda. Karena itu, dua gelaran pemilu besar di tahun ini berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pilihan Boleh Beda&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Cooling System Nusantara, Brigjen Yuyun Yudantara menjelaskan, tantangan utama mengawal 2 pemilu besar di 2024 ini adalah masalah polarisasi di masyarakat dalam berbagai segi.&#13;
&#13;
Untuk itulah, Operasi Cooling System Nusantara diarahkan untuk mencegah polarisasi di masyarakat, dengan membentuk satgas-satgas melalui pendekatan humanis dan persuasif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita arahkan pilihan politik boleh berbeda tetapi yang penting harus aman dan damai,&amp;quot; kata Yuyun.&#13;
&#13;
Polri bersyukur bisa mengawal dua gelaran pemilu besar di tanah air, yang diikuti dengan pergantian pemimpin nasional berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
Polri berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung Operasi Cooling System Nusantara, dan berharap ke depan situasi kondusif ini bisa terus dipertahankan untuk menuju Indonesia Emas di 2045.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty juga mengapresiasi Operasi Cooling System yang berhasil mencegah polarisasi di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gereja mendukung operasi ini dengan memberikan petunjuk langkah-langkah kebiasaan yang disebarkan melakui para pendeta,&amp;quot; ungkap Pdt. Jacklevyn Manuputty.&#13;
&#13;
Namun demikian pakar komunikasi, Devie Rahmawati meminta Polri dan para tokoh agama di tanah air untuk terus mencermati perkembangan media sosial yang memiliki potensi memecah belah bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Waspadai ini karena jumlah telepon selular di tanah air melebihi jumlah penduduk, sementara penduduk didominasi generasi milenial,&amp;quot; tutur Devi.&#13;
&#13;
Dialog publik yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri bekerja sama dengan Pertamina itu diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan jajaran kepolisian di Polda dan Polres seluruh Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii memuji peran Presiden Prabowo Subianto dan Polri, serta pihak-pihak terkait, yang membuat penyelenggaraan dua pemilu besar di 2024, yaitu Pilpres dan Pileg yang digelar serentak, dan Pilkada serentak akhir November lalu berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bersyukur Cooling System Polri efektif di lapangan,&amp;quot; kata Romo Syafii di Kemang, Jaksel, Selasa (9/12/2024).&#13;
&#13;
Wamenag memuji Polri yang terus mengawal pemilu damai dan mampu mendorong dan menciptakan iklim kodusifitas sosial di tanah air.&#13;
&#13;
Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif ini, lanjut Romo Syafii, tidak terlepas dari gestur politik Prabowo yang bisa menerima perbedaan dalam kompetisi pemilu, namun setelah itu bersatu lagi untuk membangun bangsa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kecenderungan menggandeng lawan politik dalam pemerintahannya, lanjut Romo Syafii, telah mencegah terjadinya polarisasi politik, dan menjadikannya sebagai kekuatan yang dahsyat dalam membangun bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini dulu juga dilakukan di AS oleh Presiden Roosevelt, China, bahkan masa pemerintahan usai meninggalnya khalifah Ali,&amp;quot; ungkap Syafii.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo, tegas Wamenag, tidak anti perbedaan atau kritik, tapi meramunya menjadi satu kebijakan yang &amp;nbsp;menyatukan semua pihak-pihak yang berbeda. Karena itu, dua gelaran pemilu besar di tahun ini berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pilihan Boleh Beda&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Cooling System Nusantara, Brigjen Yuyun Yudantara menjelaskan, tantangan utama mengawal 2 pemilu besar di 2024 ini adalah masalah polarisasi di masyarakat dalam berbagai segi.&#13;
&#13;
Untuk itulah, Operasi Cooling System Nusantara diarahkan untuk mencegah polarisasi di masyarakat, dengan membentuk satgas-satgas melalui pendekatan humanis dan persuasif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita arahkan pilihan politik boleh berbeda tetapi yang penting harus aman dan damai,&amp;quot; kata Yuyun.&#13;
&#13;
Polri bersyukur bisa mengawal dua gelaran pemilu besar di tanah air, yang diikuti dengan pergantian pemimpin nasional berlangsung aman dan damai.&#13;
&#13;
Polri berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung Operasi Cooling System Nusantara, dan berharap ke depan situasi kondusif ini bisa terus dipertahankan untuk menuju Indonesia Emas di 2045.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty juga mengapresiasi Operasi Cooling System yang berhasil mencegah polarisasi di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gereja mendukung operasi ini dengan memberikan petunjuk langkah-langkah kebiasaan yang disebarkan melakui para pendeta,&amp;quot; ungkap Pdt. Jacklevyn Manuputty.&#13;
&#13;
Namun demikian pakar komunikasi, Devie Rahmawati meminta Polri dan para tokoh agama di tanah air untuk terus mencermati perkembangan media sosial yang memiliki potensi memecah belah bangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Waspadai ini karena jumlah telepon selular di tanah air melebihi jumlah penduduk, sementara penduduk didominasi generasi milenial,&amp;quot; tutur Devi.&#13;
&#13;
Dialog publik yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri bekerja sama dengan Pertamina itu diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan jajaran kepolisian di Polda dan Polres seluruh Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
