<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taktik Bung Karno Mengotak Nasution dan Menaikkan Ahmad Yani</title><description>Presiden Soekarno atau Bung Karno ?? mengotak” Letjen TNI Abdul Haris Nasution, dan pada saat yang sama memberi jabatan baru kepada Letjen TNI Ahmad Yani.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094329/taktik-bung-karno-mengotak-nasution-dan-menaikkan-ahmad-yani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094329/taktik-bung-karno-mengotak-nasution-dan-menaikkan-ahmad-yani"/><item><title>Taktik Bung Karno Mengotak Nasution dan Menaikkan Ahmad Yani</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094329/taktik-bung-karno-mengotak-nasution-dan-menaikkan-ahmad-yani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094329/taktik-bung-karno-mengotak-nasution-dan-menaikkan-ahmad-yani</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2024 05:56 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/11/337/3094329/presiden_soekarno-D7pn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Soekarno (foto: dok Repro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/11/337/3094329/presiden_soekarno-D7pn_large.jpg</image><title>Presiden Soekarno (foto: dok Repro)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Soekarno atau Bung Karno &amp;ldquo;mengotak&amp;rdquo; Letjen TNI Abdul Haris Nasution, dan pada saat yang sama memberi jabatan baru kepada Letjen TNI Ahmad Yani.&#13;
&#13;
Jelang akhir tahun 1963. Ahmad Yani diangkat menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) yang tugas formalnya memimpin pasukan TNI AD.&#13;
&#13;
Sementara tugas Nasution sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata dibatasi pada urusan administrasi, dilarang mengurusi operasional pasukan.&#13;
&#13;
Langkah politik diambil Presiden Soekarno setelah Nasution diketahui terlibat pembentukan Dewan Banteng dan Dewan Gajah di Sumatera Selatan yang bertujuan merongrong pemerintah.&#13;
&#13;
Dikutip dari buku Kesaksianku Tentang G30 S, Yani mendapat misi khusus dari Presiden Soekarno untuk membatasi desakan kubu Nasution kepada pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugas yang diemban Yani semacam operasi intelijen. Akibatnya hubungan Nasution dan Yani memburuk.&#13;
&#13;
Awalnya konflik antara dua orang pimpinan angkatan darat itu hanya diketahui kalangan elit. Namun kemudian dalam perjalanannya semakin kentara.&#13;
&#13;
Hal itu setelah Yani melakukan penggantian sejumlah Panglima Daerah Militer (Pangdam) yang diketahui orang-orang Nasution.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada saat yang hampir sama Presiden Soekarno bersama Wakil Perdana Menteri I Soebandrio mengganti jabatan Nasution yang semula Kepala Staf Angkatan Bersenjata menjadi Penasihat Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu saja Nasution harus tunduk pada perintah Presiden,&amp;rdquo; tulis Soebandrio dalam Kesaksianku Tentang G30 S.&#13;
&#13;
Pada awal Tahun 1964 Presiden Soekarno membubarkan PARAN (Panitia Retooling Aparatur Negara), sebuah lembaga penyelidik anti korupsi yang didirikan Nasution.&#13;
&#13;
Sebagai gantinya, Bung Karno membentuk Komando Tertinggi Retooling Aparatur Revolusi (KOTRAR) yang dipimpin Soebandrio dengan Ahmad Yani sebagai Kepala Staf KOTRAR.&#13;
&#13;
Sejumlah pimpinan Angkatan Bersenjata mencemaskan konflik yang terjadi antara Yani dengan Nasution akan meluas ke kalangan prajurit.&#13;
&#13;
Kekhawatiran itu disampaikan kepada Presiden Soekarno dan langsung memerintahkan sejumlah perwira senior, termasuk Mayjen Soeharto dan Pangdam Jawa Timur Basuki Rahmat untuk menemu Nasution.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugasnya menyarankan Nasution menyesuaikan diri dengan jalur yang sudah digariskan Presiden Soekarno. &amp;ldquo;Jangan sampai ada pembangkangan&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Pada dasarnya Yani dan Nasution sama-sama anti PKI. Yani meski berpihak kepada Bung Karno, tetap tidak menyukai PKI terlalu akrab dengan Bung Karno. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Mayjen Soeharto yang mendapat tugas sebagai juru damai, lebih condong kepada Nasution. Konflik Yani dan Nasution realitasnya sulit didamaikan.&#13;
&#13;
Pada pertemuan penting awal tahun 1965 yang dihadiri 12 Jenderal AD di Mabes AD, Yani dan Nasution juga sama-sama tidak hadir.&#13;
&#13;
Pada April 1965 dalam pertemuan yang lebih besar yang dihadiri 200 perwira AD, lagi-lagi keduanya juga enggan hadir hingga meletus Peristiwa G30S PKI pada 30 September 1965.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Soekarno atau Bung Karno &amp;ldquo;mengotak&amp;rdquo; Letjen TNI Abdul Haris Nasution, dan pada saat yang sama memberi jabatan baru kepada Letjen TNI Ahmad Yani.&#13;
&#13;
Jelang akhir tahun 1963. Ahmad Yani diangkat menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) yang tugas formalnya memimpin pasukan TNI AD.&#13;
&#13;
Sementara tugas Nasution sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata dibatasi pada urusan administrasi, dilarang mengurusi operasional pasukan.&#13;
&#13;
Langkah politik diambil Presiden Soekarno setelah Nasution diketahui terlibat pembentukan Dewan Banteng dan Dewan Gajah di Sumatera Selatan yang bertujuan merongrong pemerintah.&#13;
&#13;
Dikutip dari buku Kesaksianku Tentang G30 S, Yani mendapat misi khusus dari Presiden Soekarno untuk membatasi desakan kubu Nasution kepada pemerintah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugas yang diemban Yani semacam operasi intelijen. Akibatnya hubungan Nasution dan Yani memburuk.&#13;
&#13;
Awalnya konflik antara dua orang pimpinan angkatan darat itu hanya diketahui kalangan elit. Namun kemudian dalam perjalanannya semakin kentara.&#13;
&#13;
Hal itu setelah Yani melakukan penggantian sejumlah Panglima Daerah Militer (Pangdam) yang diketahui orang-orang Nasution.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada saat yang hampir sama Presiden Soekarno bersama Wakil Perdana Menteri I Soebandrio mengganti jabatan Nasution yang semula Kepala Staf Angkatan Bersenjata menjadi Penasihat Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu saja Nasution harus tunduk pada perintah Presiden,&amp;rdquo; tulis Soebandrio dalam Kesaksianku Tentang G30 S.&#13;
&#13;
Pada awal Tahun 1964 Presiden Soekarno membubarkan PARAN (Panitia Retooling Aparatur Negara), sebuah lembaga penyelidik anti korupsi yang didirikan Nasution.&#13;
&#13;
Sebagai gantinya, Bung Karno membentuk Komando Tertinggi Retooling Aparatur Revolusi (KOTRAR) yang dipimpin Soebandrio dengan Ahmad Yani sebagai Kepala Staf KOTRAR.&#13;
&#13;
Sejumlah pimpinan Angkatan Bersenjata mencemaskan konflik yang terjadi antara Yani dengan Nasution akan meluas ke kalangan prajurit.&#13;
&#13;
Kekhawatiran itu disampaikan kepada Presiden Soekarno dan langsung memerintahkan sejumlah perwira senior, termasuk Mayjen Soeharto dan Pangdam Jawa Timur Basuki Rahmat untuk menemu Nasution.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugasnya menyarankan Nasution menyesuaikan diri dengan jalur yang sudah digariskan Presiden Soekarno. &amp;ldquo;Jangan sampai ada pembangkangan&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Pada dasarnya Yani dan Nasution sama-sama anti PKI. Yani meski berpihak kepada Bung Karno, tetap tidak menyukai PKI terlalu akrab dengan Bung Karno. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Mayjen Soeharto yang mendapat tugas sebagai juru damai, lebih condong kepada Nasution. Konflik Yani dan Nasution realitasnya sulit didamaikan.&#13;
&#13;
Pada pertemuan penting awal tahun 1965 yang dihadiri 12 Jenderal AD di Mabes AD, Yani dan Nasution juga sama-sama tidak hadir.&#13;
&#13;
Pada April 1965 dalam pertemuan yang lebih besar yang dihadiri 200 perwira AD, lagi-lagi keduanya juga enggan hadir hingga meletus Peristiwa G30S PKI pada 30 September 1965.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
