<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Gandeng BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus ASDP</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proses kerja sama usaha, dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry Persero&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094376/kpk-gandeng-bpkp-hitung-kerugian-negara-kasus-asdp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094376/kpk-gandeng-bpkp-hitung-kerugian-negara-kasus-asdp"/><item><title>KPK Gandeng BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus ASDP</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094376/kpk-gandeng-bpkp-hitung-kerugian-negara-kasus-asdp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/11/337/3094376/kpk-gandeng-bpkp-hitung-kerugian-negara-kasus-asdp</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2024 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/11/337/3094376/wakil_ketua_kpk_nurul_gufron-f4Z0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua KPK Nurul Gufron (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/11/337/3094376/wakil_ketua_kpk_nurul_gufron-f4Z0_large.jpg</image><title>Wakil Ketua KPK Nurul Gufron (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proses kerja sama usaha, dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry Persero tahun 2019-2022. Dalam hal tersebut, Lembaga Antirasuah menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyatakan, pihaknya sudah bertemu dengan BPKP. &amp;quot;Koordinasi sudah, sudah,&amp;quot; kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (11/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari koordinasi tersebut, Ghufron menyatakan masih dilakukan perhitungan terkait jumlah kerugian negara dari kasus tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka sedang menghitung, kita menanyakan sejauh mana progressnya itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam perkara ini, KPK menyita 15 bidang tanah dan bangunan terkait kasus dugaan korupsi proses kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry periode 2019-2022.&#13;
&#13;
Penyitaan tersebut diumumkan setelah tim penyidik Lembaga Antirasuah memeriksa pemilik PT Jembatan Nusantara, Adjie pada Selasa (15/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto menyebutkan, belasan tanah bangunan itu ditaksir nilainya mencapai miliaran rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilakukan penyitaan atas 15 unit tanah dan bangunan senilai ratusan miliar dimana dua diantaranya berlokasi di Kawasan Elit Jakarta,&amp;quot; kata Tessa yang dikutip Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait lokasi elit Jakarta itu, Tessa tidak membeberkan lebih detail. Diketahui pemeriksaan Adjie berbarengan dengan saksi atas nama Aman Pranata selaku VP Pengadaan ASDP.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Didalami terkait dengan proses-proses Kerjasama Usaha (KSU) dan Akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Tahun 2019-2022,&amp;quot; ujar Tessa.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proses kerja sama usaha, dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry Persero tahun 2019-2022. Dalam hal tersebut, Lembaga Antirasuah menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyatakan, pihaknya sudah bertemu dengan BPKP. &amp;quot;Koordinasi sudah, sudah,&amp;quot; kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (11/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari koordinasi tersebut, Ghufron menyatakan masih dilakukan perhitungan terkait jumlah kerugian negara dari kasus tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka sedang menghitung, kita menanyakan sejauh mana progressnya itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam perkara ini, KPK menyita 15 bidang tanah dan bangunan terkait kasus dugaan korupsi proses kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry periode 2019-2022.&#13;
&#13;
Penyitaan tersebut diumumkan setelah tim penyidik Lembaga Antirasuah memeriksa pemilik PT Jembatan Nusantara, Adjie pada Selasa (15/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto menyebutkan, belasan tanah bangunan itu ditaksir nilainya mencapai miliaran rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilakukan penyitaan atas 15 unit tanah dan bangunan senilai ratusan miliar dimana dua diantaranya berlokasi di Kawasan Elit Jakarta,&amp;quot; kata Tessa yang dikutip Kamis (17/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait lokasi elit Jakarta itu, Tessa tidak membeberkan lebih detail. Diketahui pemeriksaan Adjie berbarengan dengan saksi atas nama Aman Pranata selaku VP Pengadaan ASDP.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Didalami terkait dengan proses-proses Kerjasama Usaha (KSU) dan Akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Tahun 2019-2022,&amp;quot; ujar Tessa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
