<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dewas Sebut Nyali Pimpinan KPK Masih Kecil untuk Berantas Korupsi</title><description>Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengungkapkan, bahwa pimpinan KPK pada periode 2019-2024 kurang memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/12/337/3094884/dewas-sebut-nyali-pimpinan-kpk-masih-kecil-untuk-berantas-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/12/337/3094884/dewas-sebut-nyali-pimpinan-kpk-masih-kecil-untuk-berantas-korupsi"/><item><title>Dewas Sebut Nyali Pimpinan KPK Masih Kecil untuk Berantas Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/12/337/3094884/dewas-sebut-nyali-pimpinan-kpk-masih-kecil-untuk-berantas-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/12/337/3094884/dewas-sebut-nyali-pimpinan-kpk-masih-kecil-untuk-berantas-korupsi</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2024 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/12/337/3094884/anggota_dewas_kpk_syamsuddin_haris-lZYV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris  (foto: Okezone/Riyan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/12/337/3094884/anggota_dewas_kpk_syamsuddin_haris-lZYV_large.jpg</image><title>Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris  (foto: Okezone/Riyan)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengungkapkan, bahwa pimpinan KPK pada periode 2019-2024 kurang memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat konferensi pers penyampaian laporan kinerja periode 2019-2024 di Gedung ACLC, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024).&#13;
&#13;
Mulanya, Syamsuddin menyinggung riwayat kasus etik yang menyeret sejumlah nama pimpinan KPK periode 2019-2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahwa dalam penilaian Dewas, pimpinan KPK belum dapat memberikan teladan, khususnya mengenai integritas. Ini terbukti dari tiga Pimpinan KPK yang kena etik dan anda semua sudah tahu siapa saja,&amp;rdquo; ungkap Syamsuddin.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya integritas, Syamsuddin menyebutkan pimpinan KPK juga belum menunjukan konsistensi dari sisi sinergitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini bisa kita lihat, misalnya muncul secara publik misalnya statement pimpinan A kok bisa berbeda dengan Pimpinan B tentang kasus yang sama. Kami di Dewas sangat menyesalinya,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, menurutnya pimpinan KPK belum berhasil membangun kerja sama yang baik secara internal maupun eksternal.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pimpinan KPK saat ini tidak memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, ia berharap pimpinan berikutnya mempunyai nyali besar dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah pimpinan itu ada atau memiliki nyali, mungkin ada, tapi masih kecil. Ke depan dibutuhkan pimpinan yang memiliki nyali besar dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengungkapkan, bahwa pimpinan KPK pada periode 2019-2024 kurang memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat konferensi pers penyampaian laporan kinerja periode 2019-2024 di Gedung ACLC, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024).&#13;
&#13;
Mulanya, Syamsuddin menyinggung riwayat kasus etik yang menyeret sejumlah nama pimpinan KPK periode 2019-2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahwa dalam penilaian Dewas, pimpinan KPK belum dapat memberikan teladan, khususnya mengenai integritas. Ini terbukti dari tiga Pimpinan KPK yang kena etik dan anda semua sudah tahu siapa saja,&amp;rdquo; ungkap Syamsuddin.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya integritas, Syamsuddin menyebutkan pimpinan KPK juga belum menunjukan konsistensi dari sisi sinergitas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini bisa kita lihat, misalnya muncul secara publik misalnya statement pimpinan A kok bisa berbeda dengan Pimpinan B tentang kasus yang sama. Kami di Dewas sangat menyesalinya,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, menurutnya pimpinan KPK belum berhasil membangun kerja sama yang baik secara internal maupun eksternal.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pimpinan KPK saat ini tidak memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, ia berharap pimpinan berikutnya mempunyai nyali besar dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah pimpinan itu ada atau memiliki nyali, mungkin ada, tapi masih kecil. Ke depan dibutuhkan pimpinan yang memiliki nyali besar dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
