<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setuju Pernyataan Dewas Soal Nyali Pimpinan, Eks Penyidik KPK: Kelakuannya Banyak yang Kontroversi</title><description>Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap menyetujui pernyataan Dewan Pengawas (Dewas) yang menyebutkan pimpinan Lembaga Antirasuah memiliki nyali kecil dalam mengemban tugasnya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095652/setuju-pernyataan-dewas-soal-nyali-pimpinan-eks-penyidik-kpk-kelakuannya-banyak-yang-kontroversi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095652/setuju-pernyataan-dewas-soal-nyali-pimpinan-eks-penyidik-kpk-kelakuannya-banyak-yang-kontroversi"/><item><title>Setuju Pernyataan Dewas Soal Nyali Pimpinan, Eks Penyidik KPK: Kelakuannya Banyak yang Kontroversi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095652/setuju-pernyataan-dewas-soal-nyali-pimpinan-eks-penyidik-kpk-kelakuannya-banyak-yang-kontroversi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095652/setuju-pernyataan-dewas-soal-nyali-pimpinan-eks-penyidik-kpk-kelakuannya-banyak-yang-kontroversi</guid><pubDate>Minggu 15 Desember 2024 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/15/337/3095652/ilustrasi_kpk-vZRq_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi KPK. Foto: Dok Okezone. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/15/337/3095652/ilustrasi_kpk-vZRq_large.jpeg</image><title>Ilustrasi KPK. Foto: Dok Okezone. </title></images><description>JAKARTA - Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap menyetujui pernyataan Dewan Pengawas (Dewas) yang menyebutkan pimpinan Lembaga Antirasuah memiliki nyali kecil dalam mengemban tugasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, kecilnya nyali para pimpinan dalam upaya memberangus praktik rasuah terjadi karena tiga hal. Salah satunya tindakan mereka yang menuai banyak kontroversi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang tidak independen sehingga ketakutan ketika menangani kasus, kelakuannya yang banyak kontroversi baik ucapan maupun tindakan yang berujung pelanggaran etik hingga pidana seperti Firli yang jadi tersangka korupsi,&amp;quot; kata Yudi kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan terakhir tidak punya arah serta visi misi ketika menjadi pimpinan KPK seperti apa sehingga tidak ada prestasi dan menimbulkan ketidakkepercayaan pegawai,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yudi pun berpesan kepada pimpinan Lembaga Antirasuah yang akan datang. Menurutnya, pimpinan KPK harus tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi yang telah diusut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apapun kasus yang disajikan penyelidik dan penyidik segera dituntaskan tidak peduli berapa besar kasusnya, siapa orangnya, dan bagaimana perkembangan kasus itu bisa kemana-mana,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Dewas KPK mengungkapkan pimpinan KPK pada periode 2019-2024 kurang memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat konferensi pers penyampaian laporan kinerja periode 2019-2024 di Gedung ACLC, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2024.&#13;
&#13;
Mulanya, Syamsuddin menyinggung riwayat kasus etik yang menyeret sejumlah nama pimpinan KPK periode 2019-2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahwa dalam penilaian Dewas, pimpinan KPK belum dapat memberikan teladan, khususnya mengenai integritas. Ini terbukti dari tiga Pimpinan KPK yang kena etik dan anda semua sudah tahu siapa saja,&amp;rdquo; ungkap Syamsuddin.&#13;
&#13;
Tak hanya integritas, Syamsuddin menyebutkan pimpinan KPK juga belum menunjukan konsistensi dari sisi sinergitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini bisa kita lihat, misalnya muncul secara publik misalnya statemen pimpinan A kok bisa berbeda dengan Pimpinan B tentang kasus yang sama. Kami di Dewas sangat menyesalinya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Syamsuddin menambahkan, pimpinan KPK saat ini tidak memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, ia berharap pimpinan berikutnya mempunyai nyali besar dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah pimpinan itu ada atau memiliki nyali, mungkin ada, tapi masih kecil. Ke depan dibutuhkan pimpinan yang memiliki nyali besar dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap menyetujui pernyataan Dewan Pengawas (Dewas) yang menyebutkan pimpinan Lembaga Antirasuah memiliki nyali kecil dalam mengemban tugasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, kecilnya nyali para pimpinan dalam upaya memberangus praktik rasuah terjadi karena tiga hal. Salah satunya tindakan mereka yang menuai banyak kontroversi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang tidak independen sehingga ketakutan ketika menangani kasus, kelakuannya yang banyak kontroversi baik ucapan maupun tindakan yang berujung pelanggaran etik hingga pidana seperti Firli yang jadi tersangka korupsi,&amp;quot; kata Yudi kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan terakhir tidak punya arah serta visi misi ketika menjadi pimpinan KPK seperti apa sehingga tidak ada prestasi dan menimbulkan ketidakkepercayaan pegawai,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yudi pun berpesan kepada pimpinan Lembaga Antirasuah yang akan datang. Menurutnya, pimpinan KPK harus tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi yang telah diusut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apapun kasus yang disajikan penyelidik dan penyidik segera dituntaskan tidak peduli berapa besar kasusnya, siapa orangnya, dan bagaimana perkembangan kasus itu bisa kemana-mana,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Dewas KPK mengungkapkan pimpinan KPK pada periode 2019-2024 kurang memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat konferensi pers penyampaian laporan kinerja periode 2019-2024 di Gedung ACLC, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2024.&#13;
&#13;
Mulanya, Syamsuddin menyinggung riwayat kasus etik yang menyeret sejumlah nama pimpinan KPK periode 2019-2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bahwa dalam penilaian Dewas, pimpinan KPK belum dapat memberikan teladan, khususnya mengenai integritas. Ini terbukti dari tiga Pimpinan KPK yang kena etik dan anda semua sudah tahu siapa saja,&amp;rdquo; ungkap Syamsuddin.&#13;
&#13;
Tak hanya integritas, Syamsuddin menyebutkan pimpinan KPK juga belum menunjukan konsistensi dari sisi sinergitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini bisa kita lihat, misalnya muncul secara publik misalnya statemen pimpinan A kok bisa berbeda dengan Pimpinan B tentang kasus yang sama. Kami di Dewas sangat menyesalinya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Syamsuddin menambahkan, pimpinan KPK saat ini tidak memiliki nyali dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, ia berharap pimpinan berikutnya mempunyai nyali besar dalam pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah pimpinan itu ada atau memiliki nyali, mungkin ada, tapi masih kecil. Ke depan dibutuhkan pimpinan yang memiliki nyali besar dalam pemberantasan korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
