<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buntut Kasus Aniaya Dokter Koas, KPK Sebut Proses Analisis LHKPN Dedy Mandarsyah Berlangsung 1 Pekan</title><description>KPK menyatakan proses analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar), Dedy Mandarsyah selama satu pekan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095778/buntut-kasus-aniaya-dokter-koas-kpk-sebut-proses-analisis-lhkpn-dedy-mandarsyah-berlangsung-1-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095778/buntut-kasus-aniaya-dokter-koas-kpk-sebut-proses-analisis-lhkpn-dedy-mandarsyah-berlangsung-1-pekan"/><item><title>Buntut Kasus Aniaya Dokter Koas, KPK Sebut Proses Analisis LHKPN Dedy Mandarsyah Berlangsung 1 Pekan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095778/buntut-kasus-aniaya-dokter-koas-kpk-sebut-proses-analisis-lhkpn-dedy-mandarsyah-berlangsung-1-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/15/337/3095778/buntut-kasus-aniaya-dokter-koas-kpk-sebut-proses-analisis-lhkpn-dedy-mandarsyah-berlangsung-1-pekan</guid><pubDate>Minggu 15 Desember 2024 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/15/337/3095778/ilustrasi-nYgR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/15/337/3095778/ilustrasi-nYgR_large.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar), Dedy Mandarsyah selama satu pekan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan terkait waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis LHKPN Dedy yang menjadi sorotan karena ulah anaknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Satu minggu (waktu analisis),&amp;quot; kata Nainggolan saat dihubungi wartawan, Minggu (15/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam proses tersebut, KPK akan menelisik keabsahan laporan kekayaan bagi penyelenggara negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pahala menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil yang bersangkutan jika ditemui kejanggalan untuk dimintai klarifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK tengah menelisik harta kekayaan Kepala BPJN Kalimantan Barat, Dedy Mandarsyah. Deddy sendiri diduga ayah dari Lady Aurelia Pramesti.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sedang dilakukan analisis awal terlebih dahulu, oleh Direktorat LHKPN KPK,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika kepada wartawan, Sabtu (14/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perlu diketahui, nama Dedy Merdansyah menjadi sorotan setelah seorang dokter koas di Palembang bernama M Lutfi dihajar pria berbaju merah di toko kue yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).&#13;
&#13;
Peristiwa bermula saat Sri Meilina yang merupakan ibu dari Lady Aurelia Pramesti (LAP) bertemu dengan Luthfi guna membahas ketidakpuasan sang anak terkait jadwal jaga dokter koas.&#13;
&#13;
Ibunda Lady awalnya mengajak dokter koas Luthfi untuk bertemu dan berbincang soal jadwal jaga koas anaknya.&#13;
&#13;
Tak disangka, pertemuan itu berakhir ricuh dengan munculnya pria berkaus merah yang disebut sebagai sopir Lady Aurelia. Pria berkaus merah tersebut memukul Luthfi sampai berdarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah viralnya video tersebut, warganet berusaha mengulik latar belakang dari Lady Aurelia. Di antaranya muncul sosok pejabat yang diduga sebagai ayah dari mahasiswi tersebut, yaitu Dedy Mandarsyah.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses analisis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar), Dedy Mandarsyah selama satu pekan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan terkait waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis LHKPN Dedy yang menjadi sorotan karena ulah anaknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Satu minggu (waktu analisis),&amp;quot; kata Nainggolan saat dihubungi wartawan, Minggu (15/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam proses tersebut, KPK akan menelisik keabsahan laporan kekayaan bagi penyelenggara negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pahala menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil yang bersangkutan jika ditemui kejanggalan untuk dimintai klarifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK tengah menelisik harta kekayaan Kepala BPJN Kalimantan Barat, Dedy Mandarsyah. Deddy sendiri diduga ayah dari Lady Aurelia Pramesti.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini sedang dilakukan analisis awal terlebih dahulu, oleh Direktorat LHKPN KPK,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika kepada wartawan, Sabtu (14/12/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perlu diketahui, nama Dedy Merdansyah menjadi sorotan setelah seorang dokter koas di Palembang bernama M Lutfi dihajar pria berbaju merah di toko kue yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).&#13;
&#13;
Peristiwa bermula saat Sri Meilina yang merupakan ibu dari Lady Aurelia Pramesti (LAP) bertemu dengan Luthfi guna membahas ketidakpuasan sang anak terkait jadwal jaga dokter koas.&#13;
&#13;
Ibunda Lady awalnya mengajak dokter koas Luthfi untuk bertemu dan berbincang soal jadwal jaga koas anaknya.&#13;
&#13;
Tak disangka, pertemuan itu berakhir ricuh dengan munculnya pria berkaus merah yang disebut sebagai sopir Lady Aurelia. Pria berkaus merah tersebut memukul Luthfi sampai berdarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah viralnya video tersebut, warganet berusaha mengulik latar belakang dari Lady Aurelia. Di antaranya muncul sosok pejabat yang diduga sebagai ayah dari mahasiswi tersebut, yaitu Dedy Mandarsyah.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
