<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terdampak Banjir Rob, Warga Pluit Minta Pemerintah Buatkan Tanggul</title><description>Warga di kawasan Jalan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional, Pluit, Jakarta Utara, meminta pemerintah setempat membuatkan tanggul di pesisir pantai.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/16/338/3095807/terdampak-banjir-rob-warga-pluit-minta-pemerintah-buatkan-tanggul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/16/338/3095807/terdampak-banjir-rob-warga-pluit-minta-pemerintah-buatkan-tanggul"/><item><title>Terdampak Banjir Rob, Warga Pluit Minta Pemerintah Buatkan Tanggul</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/16/338/3095807/terdampak-banjir-rob-warga-pluit-minta-pemerintah-buatkan-tanggul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/16/338/3095807/terdampak-banjir-rob-warga-pluit-minta-pemerintah-buatkan-tanggul</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2024 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/15/338/3095807/banjir_rob_di_pluit-jFLc_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Rob di Pluit</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/15/338/3095807/banjir_rob_di_pluit-jFLc_large.JPG</image><title>Banjir Rob di Pluit</title></images><description>JAKARTA - Warga di kawasan Jalan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional, Pluit, Jakarta Utara, meminta pemerintah setempat membuatkan tanggul di pesisir pantai. Sebab, tidak adanya tanggul di wilayah tersebut menyebabkan banjir rob tahunan&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ya mintanya si ya seperti kaya ditanggul semua pinggiran pantai pesisir laut ini, soalnya yang gak tertanggul di daerah sini doang,&amp;rdquo; kata warga sekitar Kurdi, saat ditemui wartawan pada Minggu (15/12/2024).&#13;
&#13;
Kurdi menjelaskan, di beberapa titik wilayah tersebut memang sudah di buatkan tanggul, namun masih ada sekitar 1 kilometer yang belum terjamah. Akibatnya, sekitar 300 kepala keluarga setiap tahunnya terdampak banjir rob.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kurang lebih akhir-akhir ini yang pindah sementara ya sekitar 300 KK, sepanjang tahun ini (2024),&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Biasanya, kata Kurdi, banjir rob mulai melanda kawasan tersebut pada menjelang akhir tahun atau sekitar bulan November-Desember. Terbaru, banjir rob kembali menggenangi wilayah tersebut sekitar 1,5 meter pada Minggu (15/12/2024) pagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketinggian pagi itu kurang lebih sekitar 1,5 meter, tinggi banget se dada (orang dewasa), rumahnya tenggelam, urukan saya itu 1 meter 20 cm, masih tenggelam juga,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski air yang menggenang di kawasan tersebut cukup tinggi, sebagian besar warga terdampak tidak sampai mengungsi. Sebab, mayoritas warga akan menyelamatkan diri di lantai dua rumah mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebetulnya saat ini gak ada yang mengungsi, soalnya rata-rata kalau di pinggiran itu ya biarpun gubuk reot-reot, pasti dua lantai,&amp;rdquo; ucap Kurdi.&#13;
&#13;
Adapun, berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.03 WIB. Sebagaian wilayah yang awalnya tak tergenang air, akibat hujan kini menjadi banjir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nampak, hujan dimanfaatkan anak-anak setempat untuk bermain air di jalan tersebut. Pengendara yang awalnya berani melintas, akhirnya mengurungkan niatnya untuk menerjang banjir.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, 6 RT dan sejumlah ruas jalan terdampak akibat banjir rob di wilayah Jakut.&#13;
&#13;
&amp;quot;BPBD mencatat genangan saat ini terjadi di 6 RT atau 0.019% dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta dan 2 Ruas Jalan,&amp;quot; kata Isnawa dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Meski begitu dia menyebut tak ada warga yang mengungsi atas musibah banjir ini. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.&#13;
&#13;
Berikut wilayah yang terdampak banjir rob:&#13;
&#13;
1. Kelurahan Marunda (3 RT)&#13;
- Ketinggian: 40 cm&#13;
&#13;
2. Kelurahan Pluit (3 RT)&#13;
- Ketinggian: 80 s.d 90 cm&#13;
&#13;
Terdapat 2 Ruas Jalan tergenang yang terdiri dari:&#13;
&#13;
1. Jalan RE Martadinata (Depan JIS), kelurahan Papanggo, kecamatan. Tanjung Priok, Jakarta Utara&#13;
-Ketinggian: 25 cm&#13;
&#13;
2. Jalan Lodan Raya, kelurahan Ancol, kecamatan, Pademangan, Jakarta Utara&#13;
-Ketinggian: 30 cm&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Warga di kawasan Jalan Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional, Pluit, Jakarta Utara, meminta pemerintah setempat membuatkan tanggul di pesisir pantai. Sebab, tidak adanya tanggul di wilayah tersebut menyebabkan banjir rob tahunan&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ya mintanya si ya seperti kaya ditanggul semua pinggiran pantai pesisir laut ini, soalnya yang gak tertanggul di daerah sini doang,&amp;rdquo; kata warga sekitar Kurdi, saat ditemui wartawan pada Minggu (15/12/2024).&#13;
&#13;
Kurdi menjelaskan, di beberapa titik wilayah tersebut memang sudah di buatkan tanggul, namun masih ada sekitar 1 kilometer yang belum terjamah. Akibatnya, sekitar 300 kepala keluarga setiap tahunnya terdampak banjir rob.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kurang lebih akhir-akhir ini yang pindah sementara ya sekitar 300 KK, sepanjang tahun ini (2024),&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Biasanya, kata Kurdi, banjir rob mulai melanda kawasan tersebut pada menjelang akhir tahun atau sekitar bulan November-Desember. Terbaru, banjir rob kembali menggenangi wilayah tersebut sekitar 1,5 meter pada Minggu (15/12/2024) pagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketinggian pagi itu kurang lebih sekitar 1,5 meter, tinggi banget se dada (orang dewasa), rumahnya tenggelam, urukan saya itu 1 meter 20 cm, masih tenggelam juga,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski air yang menggenang di kawasan tersebut cukup tinggi, sebagian besar warga terdampak tidak sampai mengungsi. Sebab, mayoritas warga akan menyelamatkan diri di lantai dua rumah mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebetulnya saat ini gak ada yang mengungsi, soalnya rata-rata kalau di pinggiran itu ya biarpun gubuk reot-reot, pasti dua lantai,&amp;rdquo; ucap Kurdi.&#13;
&#13;
Adapun, berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.03 WIB. Sebagaian wilayah yang awalnya tak tergenang air, akibat hujan kini menjadi banjir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nampak, hujan dimanfaatkan anak-anak setempat untuk bermain air di jalan tersebut. Pengendara yang awalnya berani melintas, akhirnya mengurungkan niatnya untuk menerjang banjir.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, 6 RT dan sejumlah ruas jalan terdampak akibat banjir rob di wilayah Jakut.&#13;
&#13;
&amp;quot;BPBD mencatat genangan saat ini terjadi di 6 RT atau 0.019% dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta dan 2 Ruas Jalan,&amp;quot; kata Isnawa dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Meski begitu dia menyebut tak ada warga yang mengungsi atas musibah banjir ini. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.&#13;
&#13;
Berikut wilayah yang terdampak banjir rob:&#13;
&#13;
1. Kelurahan Marunda (3 RT)&#13;
- Ketinggian: 40 cm&#13;
&#13;
2. Kelurahan Pluit (3 RT)&#13;
- Ketinggian: 80 s.d 90 cm&#13;
&#13;
Terdapat 2 Ruas Jalan tergenang yang terdiri dari:&#13;
&#13;
1. Jalan RE Martadinata (Depan JIS), kelurahan Papanggo, kecamatan. Tanjung Priok, Jakarta Utara&#13;
-Ketinggian: 25 cm&#13;
&#13;
2. Jalan Lodan Raya, kelurahan Ancol, kecamatan, Pademangan, Jakarta Utara&#13;
-Ketinggian: 30 cm&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
