<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gegara Jalan Rusak, Emak-Emak Nekat Blokade Akses ke TPSA Dengung</title><description>Puluhan emak-emak di Dengung Timur, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten menggelar aksi unjuk rasa, Senin (16/12/2024).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/16/340/3095874/gegara-jalan-rusak-emak-emak-nekat-blokade-akses-ke-tpsa-dengung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/16/340/3095874/gegara-jalan-rusak-emak-emak-nekat-blokade-akses-ke-tpsa-dengung"/><item><title>Gegara Jalan Rusak, Emak-Emak Nekat Blokade Akses ke TPSA Dengung</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/16/340/3095874/gegara-jalan-rusak-emak-emak-nekat-blokade-akses-ke-tpsa-dengung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/16/340/3095874/gegara-jalan-rusak-emak-emak-nekat-blokade-akses-ke-tpsa-dengung</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2024 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/16/340/3095874/demonstrasi-zQ17_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emak-emak blokade akses ke TPSA Dengung (Foto: Fariz Abdullah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/16/340/3095874/demonstrasi-zQ17_large.jpg</image><title>Emak-emak blokade akses ke TPSA Dengung (Foto: Fariz Abdullah/Okezone)</title></images><description>LEBAK - Puluhan emak-emak di Dengung Timur, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten menggelar aksi unjuk rasa, Senin (16/12/2024). Mereka memblokade akses menuju tempat pengelolaan sampah akhir (TPSA) Dengung.&#13;
&#13;
Para emak-emak nampak geram, mereka membentangkan karton, triplek hingga menanam padi sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang telah membiarkan kondisi jalan rusak selama belasan tahun.&#13;
&#13;
Kondisi itu juga membuat lalu lintas truk pengangkut sampah menuju TPSA Dengung terhambat. Warga sempat menyetop beberapa kendaraan sampah yang hendak masuk maupun keluar.&#13;
&#13;
Nani warga sekitar mengatakan kondisi jalan telah lama dibiarkan rusak. Saat ini kondisinya beralaskan tanah merah sehingga membuat warga sekitar tak nyaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita minta jalan ini diperbaiki siapapun yang berhak memperbaiki jalan. Yang penting kami warga disini merasa nyaman. Kondisi jalan becek, banyak kecelakaan, anak mau ke sekolah aja,&amp;quot; kata Nani di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nani, rusaknya jalan dikarenakan banyaknya kendaraan raksasa yang bebas lalulalang. &amp;quot;Truk sampah, truk tronton membawa triplek juga lewat dari pabrik. Sering masuk siang malam. Siapapun orang yang punya hak perbaiki jalan, kami mohon perbaiki jalan ini itu saja,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Nani, berdasarkan pengetahuannya kondisi jalan itu terakhir diperbaiki pada tahun 2005. Hingga saat ini tidak ada perbaikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tidak ada perbaikan jalan akan kami tutup terus,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Bungkam&#13;
&#13;
Nani juga menerangkan bahwa sejumlah warga telah beraudiensi dengan pihak pemerintah desa namun tidak ada kejelasan. &amp;quot;Mungkin ada ya tapi kita ngga tau seperti apa,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dihubungi terpisah, Kepala DLH Lebak Iwan Sutikno memilih bungkap. Pesan WhatsApp yang dilayangkan tak direspons meski telah menandakan bahwa pesan dibaca.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>LEBAK - Puluhan emak-emak di Dengung Timur, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten menggelar aksi unjuk rasa, Senin (16/12/2024). Mereka memblokade akses menuju tempat pengelolaan sampah akhir (TPSA) Dengung.&#13;
&#13;
Para emak-emak nampak geram, mereka membentangkan karton, triplek hingga menanam padi sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang telah membiarkan kondisi jalan rusak selama belasan tahun.&#13;
&#13;
Kondisi itu juga membuat lalu lintas truk pengangkut sampah menuju TPSA Dengung terhambat. Warga sempat menyetop beberapa kendaraan sampah yang hendak masuk maupun keluar.&#13;
&#13;
Nani warga sekitar mengatakan kondisi jalan telah lama dibiarkan rusak. Saat ini kondisinya beralaskan tanah merah sehingga membuat warga sekitar tak nyaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita minta jalan ini diperbaiki siapapun yang berhak memperbaiki jalan. Yang penting kami warga disini merasa nyaman. Kondisi jalan becek, banyak kecelakaan, anak mau ke sekolah aja,&amp;quot; kata Nani di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nani, rusaknya jalan dikarenakan banyaknya kendaraan raksasa yang bebas lalulalang. &amp;quot;Truk sampah, truk tronton membawa triplek juga lewat dari pabrik. Sering masuk siang malam. Siapapun orang yang punya hak perbaiki jalan, kami mohon perbaiki jalan ini itu saja,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Nani, berdasarkan pengetahuannya kondisi jalan itu terakhir diperbaiki pada tahun 2005. Hingga saat ini tidak ada perbaikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tidak ada perbaikan jalan akan kami tutup terus,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Bungkam&#13;
&#13;
Nani juga menerangkan bahwa sejumlah warga telah beraudiensi dengan pihak pemerintah desa namun tidak ada kejelasan. &amp;quot;Mungkin ada ya tapi kita ngga tau seperti apa,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dihubungi terpisah, Kepala DLH Lebak Iwan Sutikno memilih bungkap. Pesan WhatsApp yang dilayangkan tak direspons meski telah menandakan bahwa pesan dibaca.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
