<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Lewatkan Besok Malam di Rakyat Bersuara &amp;rdquo;Pemilu Lewat Dewan, Rakyat Untung Atau Buntung?&amp;rdquo; bersama Aiman Witjaksono dan Para Narasumber Kredibel Lainnya, Pukul 19.00 WIB, hanya di iN</title><description>Isu panas kembali mencuat di panggung politik Indonesia. Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/23/337/3098186/jangan-lewatkan-besok-malam-di-rakyat-bersuara-pemilu-lewat-dewan-rakyat-untung-atau-buntung-bersama-aiman-witjaksono-dan-para-narasumber-kredibel-lainnya-pukul-19-00-wib-hanya-di-inews</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/12/23/337/3098186/jangan-lewatkan-besok-malam-di-rakyat-bersuara-pemilu-lewat-dewan-rakyat-untung-atau-buntung-bersama-aiman-witjaksono-dan-para-narasumber-kredibel-lainnya-pukul-19-00-wib-hanya-di-inews"/><item><title>Jangan Lewatkan Besok Malam di Rakyat Bersuara &amp;rdquo;Pemilu Lewat Dewan, Rakyat Untung Atau Buntung?&amp;rdquo; bersama Aiman Witjaksono dan Para Narasumber Kredibel Lainnya, Pukul 19.00 WIB, hanya di iN</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/12/23/337/3098186/jangan-lewatkan-besok-malam-di-rakyat-bersuara-pemilu-lewat-dewan-rakyat-untung-atau-buntung-bersama-aiman-witjaksono-dan-para-narasumber-kredibel-lainnya-pukul-19-00-wib-hanya-di-inews</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/12/23/337/3098186/jangan-lewatkan-besok-malam-di-rakyat-bersuara-pemilu-lewat-dewan-rakyat-untung-atau-buntung-bersama-aiman-witjaksono-dan-para-narasumber-kredibel-lainnya-pukul-19-00-wib-hanya-di-inews</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2024 22:12 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/23/337/3098186/program_rakyat_bersuara-wd5R_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Program Rakyat Bersuara. Foto: Dok iNews TV.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/23/337/3098186/program_rakyat_bersuara-wd5R_large.jpeg</image><title>Program Rakyat Bersuara. Foto: Dok iNews TV.</title></images><description>JAKARTA - Isu panas kembali mencuat di panggung politik Indonesia. Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wacana ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya biaya politik di Indonesia, yang disebut tidak efisien jika dibandingkan dengan sistem di negara-negara tetangga.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bersama Aiman Witjaksono dalam episode terbaru Rakyat Bersuara besok malam akan hadir dengan tema hangat &amp;ldquo; Pemilu Lewat Dewan, Rakyat Untung Atau Buntung?&amp;rdquo;. Hadir pula Effendi Gazali, Ray Rangkuti, Muhammad Rullyandi dan narasumber kredibel lainnya yang akan memberikan secara langsung pandangan mereka tentang persoalan ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Presiden menilai bahwa demokrasi langsung, meski ideal dalam prinsip, memakan biaya yang sangat besar, baik bagi kandidat maupun negara. Dengan Pilkada via DPRD, diharapkan pengeluaran politik dapat ditekan, sehingga efisiensi dan akuntabilitas meningkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di satu sisi, sistem ini dianggap dapat mengurangi praktik politik uang yang kerap terjadi dalam Pilkada langsung. Namun di sisi lain, banyak yang khawatir bahwa perubahan ini justru akan membuka ruang lebih besar untuk politik transaksional di tingkat DPRD. Namun, benarkah solusi ini akan membawa keuntungan bagi rakyat, atau justru mengurangi keterlibatan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saksikan selengkapnya dalam Rakyat Bersuara besok malam bersama para narasumber, Luluk Nur Hamidah-Politisi PKB, Hendarsam Marantoko-Ketum Lingkar Nusantara, Muhammad Rullyandi-Pakar Hukum Tata Negara,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Aria Bima-Politisi PDI Perjuangan, Feri Amsari-Pakar Hukum Tata Negara, Ray Rangkuti-Pengamat Politik, dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Effendi Gazali-Pakar Komunikasi Politik pukul 19.00 WIB, di iNews.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Isu panas kembali mencuat di panggung politik Indonesia. Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wacana ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya biaya politik di Indonesia, yang disebut tidak efisien jika dibandingkan dengan sistem di negara-negara tetangga.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bersama Aiman Witjaksono dalam episode terbaru Rakyat Bersuara besok malam akan hadir dengan tema hangat &amp;ldquo; Pemilu Lewat Dewan, Rakyat Untung Atau Buntung?&amp;rdquo;. Hadir pula Effendi Gazali, Ray Rangkuti, Muhammad Rullyandi dan narasumber kredibel lainnya yang akan memberikan secara langsung pandangan mereka tentang persoalan ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Presiden menilai bahwa demokrasi langsung, meski ideal dalam prinsip, memakan biaya yang sangat besar, baik bagi kandidat maupun negara. Dengan Pilkada via DPRD, diharapkan pengeluaran politik dapat ditekan, sehingga efisiensi dan akuntabilitas meningkat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di satu sisi, sistem ini dianggap dapat mengurangi praktik politik uang yang kerap terjadi dalam Pilkada langsung. Namun di sisi lain, banyak yang khawatir bahwa perubahan ini justru akan membuka ruang lebih besar untuk politik transaksional di tingkat DPRD. Namun, benarkah solusi ini akan membawa keuntungan bagi rakyat, atau justru mengurangi keterlibatan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saksikan selengkapnya dalam Rakyat Bersuara besok malam bersama para narasumber, Luluk Nur Hamidah-Politisi PKB, Hendarsam Marantoko-Ketum Lingkar Nusantara, Muhammad Rullyandi-Pakar Hukum Tata Negara,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Aria Bima-Politisi PDI Perjuangan, Feri Amsari-Pakar Hukum Tata Negara, Ray Rangkuti-Pengamat Politik, dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Effendi Gazali-Pakar Komunikasi Politik pukul 19.00 WIB, di iNews.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
